BisnisNasional

BEI Komitmen Perkuat Koordinasi dengan MSCI Tingkatkan Bobot Saham Indonesia

×

BEI Komitmen Perkuat Koordinasi dengan MSCI Tingkatkan Bobot Saham Indonesia

Share this article
kinerja bei sulteng 2023
Kepala Perwakilan BEI Sulteng, Putri Irnawati memaparkan kinerja BEI Sulteng pada Media Gathering di Palu, Kamis (28/3/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)

JAKARTA, beitapalu.ID | PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan MSCI Inc. (MSCI).

Pernyataan ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman yang disampaikan oleh MSCI. BEI memandang masukan yang disampaikan MSCI sebagai bagian penting dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia.

BEI memahami bahwa pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global serta menjadi salah satu referensi utama bagi investor. Sejalan dengan hal tersebut, BEI berkomitmen untuk mengupayakan yang terbaik dalam rangka meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI.

Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan transparansi data pasar, termasuk penyediaan informasi yang lebih akurat dan andal, sesuai dengan praktik terbaik secara global dan ekspektasi pemangku kepentingan global.

Sebagai bagian dari langkah konkret yang telah dilakukan, BEI telah menyampaikan pengumuman data free-float secara komprehensif melalui website resmi BEI sejak 2 Januari 2026, serta akan disampaikan secara rutin setiap bulannya.

Selanjutnya, BEI bersama SRO dan OJK akan terus berkoordinasi dengan MSCI guna memastikan keselarasan pemahaman serta implementasi peningkatan transparansi informasi.

Melalui koordinasi yang berkesinambungan ini, BEI optimistis dapat terus memperkuat daya saing Pasar Modal Indonesia di tingkat global, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap Pasar Modal nasional.

 

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 28 January, 2026
Ilustrasi. (©AI Generative)
Komunitas

Sebanyak 91 kasus kekerasan terhadap jurnalis tercatat sepanjang 2025, sementara Indonesia melorot ke peringkat 129 dari 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia 2026 versi Reporters Without Borders (RSF) — masuk kategori “sulit”.