Foto

Palu Bertilawah Sambut Ramadhan 1445 H

×

Palu Bertilawah Sambut Ramadhan 1445 H

Share this article
palu bertilawah
Seorang perempuan duduk sembari membaca Alquran pada kegiatan Palu Bertilawah di Taman Nasional, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (3/3/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)

HIRUK pikuk kendaraan yang melintas di bundaran Taman Nasional Palu tak cukup ramai untuk membuyarkan konsentrasi sejumlah perempuan yang sedang membaca Al-Quran di tempat itu, Minggu (3/3/2024) sore.

Sebaliknya, lantunan suara seratusan perempuan dari berbagai komunitas yang memadati taman yang terletak tepat di depan Gedung Juang itu bergema melebihi suara lalu lalang kendaraan itu.

Meski rinai hujan rintik membasuh, perempuan-perempuan berhijab itu tetap larut dalam suasana khusyuk dengan kitab Al-Quran di tangannya. Serentak dan serempak, mereka mengumandangkan lafadz Ilahi dengan sorot mata nyaris tak berkedip.

Bukan apa-apa, perempuan-perempuan dalam beragam tingkatan usia itu sedang melakukan “pemanasan” menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1445 Hijriyah yang dalam beberapa hari ke depan akan kembali tiba.

Kerinduan akan Ramadhan terdengar kental dari setiap lafadz yang dikumandangkannya, menghunjam hingga ke kalbu terdalam. Satu huruf dinilai 10 pahala dan nilai itu akan dilipat gandakan hingaa 70 kali jika bacaan itu dilafadzkan di saat bulan Ramadhan.

Tak ada keluh hingga gelaran bertajuk “Palu Bertilawah” itu berakhir, pun tak ada sampah yang tercecer seperti umumnya jika usai perhelatan digelar. Tertib dan bersahaja, perempuan-perempuan itu pulang dengan wajah bersinar, menyiratkan kesiapannya atas datangnya Ramadhan.

Palu Bertilawah itu digelar Sekolah Al-Quran Palu setiap menjelang masuknya Ramadhan. Tahun lalu dilaksanakan di Taman GOR, kali ini di Taman Nasional Palu. (bmz)

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by beritapalu.com (@berita_palu)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 4 March, 2024
Untuk update berita di beritapalu.id, ikuti saluran kami di sini: Saluran WhatsApp
Pengunjung memperhatikan kain kulit kayu yang dipamerkan di Museum Sulteng, Selasa (5/5/2026). (© bmzIMAGES/.Basri Marzuki)
Feature

Selembar kain berwarna cokelat kemerahan tampak sederhana, menyimpan jejak panjang peradaban manusia di Sulawesi Tengah. Kain itu bukan ditenun dari benang, melainkan dipukul, direndam, dan diolah dari kulit kayu—sebuah teknik yang telah hidup sejak masa neolitikum dan masih bertahan hingga hari ini.