PaluSeni Budaya

Lomba Seni Panahan Tradisional Usai Shalat Tarawih di Nunu

×

Lomba Seni Panahan Tradisional Usai Shalat Tarawih di Nunu

Share this article
senin panahan tradisional
Peserta membidik sasaran pada lomba panahan tradisoonal yang digelar Fespati Kota Palu di Kelurahan Nunu, Palu, Senin (3/4/2023) malam. (Foto: bzmIMAGES/Basri Marzuki)
senin panahan tradisional
Peserta membidik sasaran pada lomba panahan tradisoonal yang digelar Fespati Kota Palu di Kelurahan Nunu, Palu, Senin (3/4/2023) malam. (Foto: bzmIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Federasi Seni Pahanan Tradisional (Fespati) Kota Palu menggelar lomba panahan tradisional di Kelurahan Nunu, Kota Palu sejak 29 Maret lalu. Uniknya, lomba yang diikuti ratusan peserta itu digelar usai shalat tarawih atau pada malam hari.

Ketua Fespati Kota Palu, Rifai mengatakan, lomba yang diikuti ratusan peserta dari berbagai klub panahan tradisional se Kota Palu itu sengaja digelar usai shalat tarawih agar para atlet yang ikut serta dapat berkonsentrasi pada perlombaan.

“Kalau digelar siang hari, kasihan juga atletnya, makanya malam hari usai shalat tarawih agar atlet merasa nyaman dan tidak tertekan. Ini juga untuk memeriahkan Ramadhan,” sebut Rifai di arena lomba, Senin (3/4/2023) malam.

Meski digelar malam hari, namun semangat dan kemeriahan lomba itu tidak berkurang. Itu terlihat tidak saja dari peserta, tetapi juga para penonton yang ikut hadir menyaksikan dan memberikan support kepada timnya.

Tak sekedar memeriahkan Ramadhan, lomba itu menurut Rifai sekaligus sebagai ajang seleksi para atlet panahan tradisional di Kota Palu yang akan berlaga di tingkat provinsi.

“Pesertanya ratusan orang dari berbagai klub di Palu dan dari berbagai kelompok umur. Mereka yang lolos di sini akan mengikuti pemusatan latihan untuk mewakili Kota Palu di ajang tingkat provinsi,” jelas Rifai.

Ia mengapresiasi klub-klub panahan yang ada di Kota Palu dan telah berpartisipasi pada lomba tersebut, karena meskipun digelar malam hari, namun tidak mengurangi semangat para atlet untuk berlomba dengan sportivitas tinggi.

“Kamis mendatang sudah memasuki babak 32 besar dan pasti akan lebih seru lagi lombanya,” imbuhnya lagi. (afd)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 3 April, 2023
Ketua Tim PKK Diah Pustpita saat tiba di SMP Al-Azhar Palu, Rabu (6/5/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Imron)
Komunitas

Ketua TP-PKK Kota Palu memberikan edukasi di SMP Al-Azhar yang baru saja dinobatkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan, menghubungkan kedewasaan usia perkawinan dengan pencegahan stunting pada generasi mendatang.

Pengunjung memperhatikan kain kulit kayu yang dipamerkan di Museum Sulteng, Selasa (5/5/2026). (© bmzIMAGES/.Basri Marzuki)
Feature

Selembar kain berwarna cokelat kemerahan tampak sederhana, menyimpan jejak panjang peradaban manusia di Sulawesi Tengah. Kain itu bukan ditenun dari benang, melainkan dipukul, direndam, dan diolah dari kulit kayu—sebuah teknik yang telah hidup sejak masa neolitikum dan masih bertahan hingga hari ini.