LingkunganPalu

Lindungi Pantai, Basarnas Palu Tanam Mangrove di Bekas Tsunami

×

Lindungi Pantai, Basarnas Palu Tanam Mangrove di Bekas Tsunami

Share this article
Kepala Basarnas Palu Andrias Hendrik Johannes (tengah) bersama Lurah Layana Indah Sudarman (ketiga kiri) menanam mangrove di pantai Layana Indah, Teluk Palu, Jumat (4/2/2022). (Foto: sultengterkini.id/Ichal)
Kepala Basarnas Palu Andrias Hendrik Johannes (tengah) bersama Lurah Layana Indah Sudarman (ketiga kiri) menanam mangrove di pantai Layana Indah, Teluk Palu, Jumat (4/2/2022). (Foto: sultengterkini.id/Ichal)

PALU, beritapalu | Badan SAR Nasional (Basarnas) atau Badan Pencarian dan Pertolongan Palu menanam sedikitnya 100 pohon mangrove di bibir pantai Layana Indah, Teluk Palu untuk melindunginya dari abrasi dan ancaman gelombang tsunami, Jumat (4/2/2022).

Penanaman yang dipimpin langsung Kepala Basarnas Palu Andrias Hendrik Johannes dan dihadiri pimpinan kelurahan setempat, personel Brimobda Sulteng, Dharma Wanita Basarnas dan warga sekitar di lokasi bekas tsunami itu, juga dalam rangka meyambut perayaan HUT ke-50 lembaga rescue tersebut yang akan diperingati setiap 28 Februari.

Menurut Andres, sengaja memilih mangrove karena diketahui bisa mencegah terjadinya abrasi. Juga menjadi tempat hidup bagi satwa lainnya.

“Penanaman mangrove ini dilaksanakan secara serentak di seluruh UPT Basarnas untuk merehabilitasi kawasan pesisir pantai Teluk Palu,” kata Andrias.

Seratusan mangrove yang ditanam itu diharapkan dapat dijaga bersama masyarakat setempat agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi warga dan lingkungan sekitarnya. Kaerna itu ia meminta warga setempat untuk ikut menjaganya.

“Kami akan memonitor langsung perkembangan penanaman mangrove di lokasi ini. Bila ada mangrove yang mati, maka segera diganti dan ditanam Kembali,” imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Layana Indah Sudarman mengungkapkan, penanaman mangrove di pesisir pantai Layana Indah itu juga dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu dan sejumlah lembaga kemahasiswaan termasuk Komunitas Mangrovers Palu.

Sudarman mengaku sedang mendesain kawasan pesisir tersebut dapat menjadi tempat destinasi wisata mangrove. (afd/*)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 4 February, 2022
Pengunjung memperhatikan kain kulit kayu yang dipamerkan di Museum Sulteng, Selasa (5/5/2026). (© bmzIMAGES/.Basri Marzuki)
Feature

Selembar kain berwarna cokelat kemerahan tampak sederhana, menyimpan jejak panjang peradaban manusia di Sulawesi Tengah. Kain itu bukan ditenun dari benang, melainkan dipukul, direndam, dan diolah dari kulit kayu—sebuah teknik yang telah hidup sejak masa neolitikum dan masih bertahan hingga hari ini.