PALU, beritapalu.id | Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Herman Mulawarman menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penguatan reformasi birokrasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan keamanan dan pembinaan di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Sulawesi Tengah.
Komitmen tersebut disampaikan Herman saat memberikan arahan perdana dan perkenalan kepada seluruh jajaran pegawai Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Rabu (17/6/2026). Kegiatan dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Maulana Luthfiyanto, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Stady Steven Umboh, serta Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Feri Hermawan.
Dalam arahannya, Herman menekankan pentingnya menjaga kesinambungan program yang telah berjalan sekaligus memperkuat budaya kerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
“Pemasyarakatan harus terus bergerak maju. Reformasi yang telah berjalan harus dijaga dan diperkuat, baik dalam aspek pelayanan publik, pembinaan warga binaan, maupun pengamanan. Saya mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan integritas,” tegas Herman.
Herman menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan melalui pelayanan yang transparan, responsif, dan bebas dari praktik penyimpangan. Penguatan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban serta pemberantasan handphone ilegal, narkotika, dan pungutan liar (HALINAR) disebutnya tetap menjadi prioritas.
Herman menegaskan bahwa keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari kemampuan institusi dalam memberikan pelayanan yang berdampak serta mendukung keberhasilan proses pembinaan warga binaan.
Pascagempa Sulteng
Seiring dengan itu, Herman bergerak cepat meninjau langsung kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palu pascagempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan, keselamatan warga binaan, petugas, serta dampak yang ditimbulkan terhadap sarana dan prasarana pemasyarakatan.
Di Lapas Kelas IIA Palu, Herman didampingi Kepala Lapas Palu Makmur beserta jajaran. Selain memantau langsung kondisi warga binaan dan petugas, ia juga meninjau sejumlah titik bangunan yang terdampak gempa. Beberapa bagian tembok dan bangunan teridentifikasi mengalami keretakan akibat guncangan.
“Kami memastikan seluruh warga binaan dan petugas dalam kondisi aman. Beberapa kerusakan ringan berupa retakan pada bangunan telah kami identifikasi dan akan segera ditindaklanjuti. Kondisi ini akan kami laporkan kepada pimpinan di pusat serta dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum wilayah Sulawesi Tengah untuk langkah perbaikan lebih lanjut,” kata Herman.
Herman memberikan arahan kepada jajaran Lapas Palu agar terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi bencana susulan. Aspek keamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap situasi darurat.
Usai meninjau Lapas Palu, Herman melanjutkan pemantauan ke Rutan Kelas IIA Palu yang didampingi Kepala Rutan Palu Wachid Kurniawan Budi Santoso beserta jajaran. Di Rutan Palu, Herman menyempatkan berdialog langsung dengan warga binaan untuk memastikan kondisi psikologis mereka pascagempa.
“Kami ingin memastikan bukan hanya kondisi bangunan yang aman, tetapi juga memastikan warga binaan merasa tenang dan terlindungi. Situasi saat ini terkendali dan seluruh aktivitas pembinaan tetap berjalan dengan pengawasan yang diperketat,” ujarnya.
Herman juga menginstruksikan seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Sulawesi Tengah untuk menyampaikan laporan kondisi terkini secara berkala pascagempa. Berdasarkan laporan per hari Kamis (17/6/2026), seluruh lapas, rutan, LPKA, LPP, dan Bapas di wilayah Sulawesi Tengah dipastikan dalam kondisi aman dan kondusif. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun gangguan keamanan yang berdampak pada warga binaan dan petugas.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, Herman mengarahkan seluruh satuan kerja agar memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait lainnya.
“Kami terus melakukan pemantauan secara intensif. Seluruh jajaran diminta siaga, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan memastikan keamanan warga binaan serta petugas tetap terjaga. Sampai saat ini kondisi pemasyarakatan di Sulawesi Tengah tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegas Herman.











