HeadlineSigiSulteng

Banjir dan Tanah Longsor, Rendam 50 Hektare Sawah di Desa Toro Sigi

×

Banjir dan Tanah Longsor, Rendam 50 Hektare Sawah di Desa Toro Sigi

Share this article
Warga bergotonh royong membersihkan jalan yang tertutup material longsor di Desa Toro, Kulawi, Sigi, Senin (25/5/2026). (©HO/BPBD Sulteng)
Warga bergotonh royong membersihkan jalan yang tertutup material longsor di Desa Toro, Kulawi, Sigi, Senin (25/5/2026). (©HO/BPBD Sulteng)

Banjir dan tanah longsor melanda Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Minggu malam (24/5/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.40 Wita ini mengakibatkan lahan pertanian seluas 50 hektare tergenang air dan jalan penghubung antar desa rusak akibat longsor, meskipun tidak ada korban jiwa maupun pengungsi.

SIGI, beritapalu.id | Banjir di Desa Toro dipicu oleh penyempitan aliran sungai yang menyebabkan luapan air merendam penggilingan padi dan area persawahan warga. Bersamaan dengan banjir, tanah longsor juga terjadi di wilayah yang sama akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Laporan bencana diterima oleh BPBD Prov. Sulteng pada pukul 20.16 Wita, sekitar tiga jam setelah kejadian. Berdasarkan data yang dikumpulkan, banjir menggenangi lahan persawahan masyarakat dengan total luasan mencapai 50 hektare. Selain lahan pertanian, penggilingan padi juga terkena dampak banjir tersebut.

Tanah longsor yang terjadi di lokasi yang sama merusak jalan penghubung Desa Toro dan Desa Sungku, menghambat akses keluar masuk desa. Kondisi ini berpotensi mengisolasi desa jika tidak segera ditangani.

Meskipun dampak fisik cukup signifikan, peristiwa ini beruntung tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsi. Seluruh warga desa tetap berada di rumah masing-masing. BPBD Prov. Sulteng telah melakukan assessment awal dan berkoordinasi dengan Tim Respons Cepat (TRC) BPBD Kab. Sigi serta aparat Desa Toro untuk menangani situasi.

Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi adalah normalisasi sungai guna mencegah banjir yang lebih besar dan memastikan aliran air kembali normal. Saat pelaporan, air masih menggenangi lahan pertanian masyarakat. BPBD Prov. Sulteng telah melaporkan kejadian ini kepada berbagai lembaga pemerintah termasuk BNPB RI, Kementerian Sosial RI, Gubernur, dan instansi terkait lainnya untuk mendapatkan dukungan penanganan bencana.

 

Editor: beritapalu
Penulis: basri marzuki
Tanggal: 25 May, 2026

Leave a Reply