SultengTolitoli

Operasi SAR di Tolitoli Selamatkan Empat Nelayan yang Mati Mesin

×

Operasi SAR di Tolitoli Selamatkan Empat Nelayan yang Mati Mesin

Share this article
Operasi SAR penyelmatan nelayan yang mati mesin di perairan Galumpang, Tolitoli. Kamis (21/5/2026). (© Basarnas Palu)
Operasi SAR penyelmatan nelayan yang mati mesin di perairan Galumpang, Tolitoli. Kamis (21/5/2026). (© Basarnas Palu)

PALU, beritapalu.id | Tim Basarnas Palu dan unsur potensial SAR berhasil menyelamatkan empat orang nelayan yang mengalami mati mesin di perairan Galumpang, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Seluruh korban dievakuasi dalam kondisi selamat setelah ditemukan pada pukul 20.28 Wita, hanya 23 menit setelah tim SAR tiba di lokasi kejadian.

Perahu nelayan mengalami mati mesin pada pukul 17.00 Wita saat para nelayan sedang memancing di arah Pulau Kapas. Keluarga korban segera melaporkan kejadian ke Unit Pelabuhan Perikanan (UPP) Tolitoli, dan informasi diterima pada pukul 19.00 Wita.

Tim Rescue USS Tolitoli beserta unsur potensial SAR lainnya langsung bergerak dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 20.05 Wita. Setelah melakukan briefing kekuatan tim, kesiapan alat, dan pembagian tugas sesuai standar operasional prosedur Basarnas, tim melakukan pencarian dengan koordinat lokasi sekitar 9 nautical mile di sebelah utara USS Tolitoli.

Pencarian dilakukan dalam kondisi cuaca berawan dengan kecepatan angin 3,2 kilometer per jam dari arah timur. Tim menggunakan RIB Tolitoli, Rescue Car, peralatan komunikasi, dan perlengkapan medis serta evakuasi SAR dalam operasi pencarian.

Korban yang diselamatkan adalah Akbar berusia 47 tahun, Faisal berusia 32 tahun, Imade Hendra berusia 26 tahun, dan Irham berusia 26 tahun. Keempat nelayan tersebut ditemukan pada koordinat 1°6’18.30″N – 120°44’24.18″E, sekitar 1 nautical mile sebelah selatan dari lokasi awal kejadian.

Setelah dievakuasi, seluruh korban tiba di Pelabuhan Dede, Kabupaten Tolitoli pada pukul 21.00 Wita dan diserahkan kepada keluarga mereka masing-masing. Operasi SAR resmi dinyatakan selesai setelah seluruh korban ditemukan dan dikembalikan dengan selamat.

Operasi penyelamatan melibatkan Tim Rescue USS Tolitoli, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolitoli, keluarga korban, dan masyarakat setempat. Cepatnya penyelamatan dikarenakan koordinasi yang baik antar unsur SAR dan respons cepat dari pihak keluarga dalam melaporkan kejadian.

Kakansar Palu, Muh. Rizal, S.H., menyatakan bahwa keberhasilan operasi SAR ini merupakan hasil kerja sama solid antara berbagai instansi dan masyarakat. Pengetahuan lokasi yang akurat dan koordinat GPS membantu mempercepat proses pencarian dan ditemukannya korban.

Operasi ini menunjukkan efektivitas sistem SAR di tingkat lokal dalam merespons situasi darurat di perairan. Tim SAR yang terlatih dan peralatan modern memungkinkan operasi pencarian berjalan efisien meskipun dalam kondisi cuaca yang tidak ideal.

Setelah operasi dinyatakan selesai, seluruh unsur SAR dan alat yang digunakan dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasi dan profesionalisme dalam penyelamatan nyawa.

 

Editor: beritapalu
Penulis: basri marzuki
Tanggal: 21 May, 2026

Leave a Reply

Kapolda Sulteng yang baru dilantik, Brigjen Pol Nasri (tengah) berjalan bersama Irjen Pol (Purn) Endi Sutendi (kiri) dan Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf di Bandara Mutiara SIs ALjufri Palu, Selasa (19/5/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Nasri, SIK MH bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Tengah Lina Nasri tiba di Bandara Internasional Mutiara SIS Aljufri, Kota Palu, Selasa (19/5/2026).