KomunitasPaluReligi

Prof Zainal Abidin: Pertengkaran Agama Bukan karena Substansi, tapi Ego

×

Prof Zainal Abidin: Pertengkaran Agama Bukan karena Substansi, tapi Ego

Share this article
Ketua FKUB Sulteng, Prof Zainal Abidin. (©FKUB Sulteng)
Ketua FKUB Sulteng, Prof Zainal Abidin. (©FKUB Sulteng)

PALU, beritapalu.ID | Rais Syuriyah PBNU sekaligus tokoh moderasi nasional Prof Zainal Abidin menegaskan, substansi agama tidak pernah menjadi akar pertikaian, sebaliknya pertengkaran justru lahir dari ketidakmampuan seseorang menguasai ilmu secara utuh.

Menurut Prof. Zainal, fenomena saling hujat karena perbedaan pandangan keagamaan bukanlah refleksi dari kedalaman iman, melainkan reaksi dari ego yang menginginkan pendapatnya diikuti semua orang.

Guru Besar UIN Datokarama Palu ini mencontohkan perbedaan pandangan antara dua imam besar, Imam Malik dan muridnya Imam Syafi’i, terkait konsep rezeki. Imam Malik berpegang pada prinsip bahwa rezeki akan datang dengan sendirinya melalui ketakwaan dan tawakal yang murni, sementara Imam Syafi’i meyakini rezeki harus dikejar melalui ikhtiar atau kerja nyata.

Meski keduanya berada pada kutub pemikiran yang berseberangan, tidak pernah ada catatan sejarah yang menyebutkan mereka saling menjatuhkan atau bertengkar karena keduanya menguasai ilmu secara mendalam sehingga memahami bahwa perbedaan pemahaman adalah rahmat, bukan alasan untuk bertengkar apalagi memutus silaturahmi.

Prof. Zainal menilai mereka yang gemar bertengkar cenderung hanya ingin pendapatnya diikuti dan diakui sebagai kebenaran tunggal. Kondisi ini terjadi karena minimnya penguasaan ilmu. Seseorang yang dangkal ilmunya akan merasa terancam oleh perbedaan, sehingga cenderung mengumbar pendapat secara subjektif sesuai egonya masing-masing.

Ketua FKUB Provinsi Sulteng ini menekankan agama tidak mengajarkan pertengkaran, dan jika ada yang bertengkar maka yang dikedepankan adalah egonya, bukan ilmunya, sebab ilmuwan agama yang sesungguhnya akan selalu membawa keteduhan, bukan kegaduhan.

Prof. Zainal juga mengingatkan bahwa semakin luas ilmu seseorang, seharusnya semakin lapang pula dadanya dalam menerima keberagaman sudut pandang.

 

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 14 January, 2026
Wali Kota Hadianto bersama Wawali Imelda menyaksikan sampah yang berserak di salah satu titik kunjungan lapangannya di Palu, Kamis (23/4/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menemukan kondisi kebersihan yang masih sama dengan hasil identifikasi sebelumnya, di mana sampah masih berserakan di sejumlah kawasan saat melakukan peninjauan menggunakan sepeda motor di Kecamatan Palu Selatan dan Palu Timur, Kamis (23/4/2026).