beritapalu.id
Tuesday, 10 Mar 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Internasional

ILO dan UNICEF: Masih Ada 138 Juta Anak yang Dipekerjakan

Published: 14 June, 2025
Share
Seorang anak perempuan yang bekerja di lokasi tambang emas Massakama mendulang emas dengan cangkang buah berenuk (calabash). Di wilayah Kayes di Mali, banyak anak yang kehilangan hak-hak dasar mereka atas kesehatan dan pendidikan serta bekerja di lokasi tambang emas. Kayes, 20 Maret 2019. (UNICEF/UN0293787/Keïta)
Seorang anak perempuan yang bekerja di lokasi tambang emas Massakama mendulang emas dengan cangkang buah berenuk (calabash). Di wilayah Kayes di Mali, banyak anak yang kehilangan hak-hak dasar mereka atas kesehatan dan pendidikan serta bekerja di lokasi tambang emas. Kayes, 20 Maret 2019. (UNICEF/UN0293787/Keïta)
SHARE

NEW YORK, beritapalu | Meski terdapat kemajuan dalam upaya menghapus pekerja anak, dunia masih menghadapi tantangan besar dalam mencapai target eliminasi pekerja anak pada 2025.

Menurut laporan terbaru Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan UNICEF, sebanyak 138 juta anak masih bekerja di berbagai sektor pada tahun 2024, dengan 54 juta di antaranya terlibat dalam pekerjaan berbahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan mereka.

Data menunjukkan bahwa sejak tahun 2020, jumlah pekerja anak berkurang lebih dari 20 juta, membalikkan lonjakan yang terjadi antara 2016–2020.

Meskipun penurunan ini mencerminkan kemajuan, dunia gagal memenuhi target penghapusan pekerja anak sesuai dengan komitmen global. Untuk benar-benar menghilangkan pekerja anak dalam lima tahun ke depan, laju kemajuan harus dipercepat hingga 11 kali lipat dari sekarang.

BACA JUGA:  Dubes Vatikan Kunjungi Pasien Pasca Operasi Gratis Katarak di Palu

“Anak-anak seharusnya berada di sekolah, bukan bekerja. Orang tua harus mendapat dukungan untuk memastikan anak-anak mereka belajar di ruang kelas, bukan menjual barang di pasar atau bekerja di ladang,” ujar Gilbert F. Houngbo, Direktur Jenderal ILO.

Laporan “Pekerja Anak: Estimasi Global 2024, Tren dan Jalan ke Depan” mengungkapkan bahwa sebagian besar pekerja anak masih terkonsentrasi di beberapa sektor utama yakni, 61% di sektor pertanian, 27% di sektor jasa, seperti pekerjaan rumah tangga dan perdagangan, dan 13% di sektor industri, termasuk pertambangan dan manufaktur.

Wilayah Asia-Pasifik mencatat penurunan terbesar, dari 49 juta menjadi 28 juta anak, sedangkan Amerika Latin dan Karibia mengalami sedikit perbaikan, dari 8 juta menjadi 7 juta anak. Sub-Sahara Afrika masih menghadapi tantangan besar, dengan 87 juta pekerja anak, mencakup dua pertiga dari total global

BACA JUGA:  Jepang dan UNICEF Bermitra Tingkatkan Gizi dan Pendidikan Anak di Papua

Menurut Catherine Russell, Direktur Eksekutif UNICEF, dunia masih memiliki peluang untuk mengatasi masalah ini melalui perlindungan hukum, perluasan jaring pengaman sosial, serta investasi dalam pendidikan berkualitas.

UNICEF dan ILO menyerukan kepada negara-negara di dunia untuk meningkatkan perlindungan sosial bagi rumah tangga rentan, seperti tunjangan anak universal, memperkuat sistem perlindungan anak untuk mencegah eksploitasi, menyediakan akses pendidikan berkualitas, terutama bagi wilayah pedesaan dan terdampak krisis.

Selain itu, menjamin pekerjaan layak bagi orang dewasa, sehingga anak-anak tidak harus bekerja, dan menegakkan hukum dan akuntabilitas dunia usaha, untuk mengakhiri eksploitasi dalam rantai pasok

ILO dan UNICEF memperingatkan bahwa pendanaan yang berkelanjutan sangat dibutuhkan, agar kemajuan ini tidak terhenti.

BACA JUGA:  Kevin Dick Resmi Jadi WNI, Siap Perkuat Timnas Indonesia

Disebutkan, faktor yang dapat membahayakan pencapaian adalah pemotongan dana global dapat memperburuk krisis, pengurangan investasi dalam pendidikan dan perlindungan sosial bisa mendorong keluarga rentan mengirim anak-anak mereka bekerja.

“Dunia telah membuat kemajuan signifikan, tetapi masih banyak anak yang harus bekerja di tambang, pabrik, atau ladang demi bertahan hidup. Kita harus berkomitmen kembali untuk memastikan mereka berada di sekolah dan taman bermain, bukan di tempat kerja,” pungkas Catherine Russell.

Dengan tantangan yang masih besar, dunia harus bertindak lebih cepat dan lebih tegas, agar mimpi tentang penghapusan pekerja anak bukan sekadar harapan, melainkan kenyataan. (afd/*)

Editor: beritapalu

TAGGED:anakilopkerja anakunicef
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Petugas Biddokkes Polda Sulteng melayani pengemudi ojol yang memeriksakan kesehatan gratis di Taman GOR Palu, Sabtu (14/6/2025). (Foto: Humas POlda Sulteng) Polda Sulteng Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Pengemudi Ojol
Next Article Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Dewanto melantik Duta Pancasila Paskibraka Sulteng di Ruang Polibu, Kantor Gubernur, Rabu (11/6/2025). (Foto: Humas Pemprov Sulteng) Duta Pancasila Paskibraka Sulteng 2025: Misi Kebangsaan Generasi Muda

Berita Terbaru

Wali Kota Hadianto pada buka puasa bersama para Ketua RT dan RW se Kota Palu, Senin (9/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Pemkot Palu Siapkan Proyek Silabeta dan Pasar Inpres, Rampung 2027

9 March, 2026
Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar di Makodim 1427/Pasangkayu, Senin (9/3/2026). (©Pendam23/PW)
Militer

Kunker ke Kodim 1427/Pasangkayu, Pangdam Tekankan Disiplin dan Marwah Satuan

9 March, 2026
Ilustrasi. (©AI Generative)
Headline

Karhutla Kembali Terjadi di Toboli–Avolua Parigi Moutong

9 March, 2026
Kapolda Sulteng Irjen Pol ENdi Sutendi membagikan takjil gratis kepada pengendara ojol di Palu, Senin (9/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Polda Sulteng Bagikan 1.000 Paket Takjil kepada Ojol dan Pengguna Jalan

9 March, 2026
Para pemegang saham pada RUPST Bank BNI di Jakarta, enin (9/3/2026). (©PT BNI)
Bisnis

RUPST BNI Setujui Dividen Rp13,03 Triliun dan Buyback Saham Hampir Rp1 Triliun

9 March, 2026

Berita Populer

Para penyintas bencana yang menghuni Huntap Mandiri Mamboro berfoto dengan manajemen AirAsia di Hunta Mamboro, Sabtu (7/3/2026). (©Heri)
Feature

Saat Penyintas Mamboro Bertemu AirAsia yang Membantu Mereka Bangkit

8 March, 2026
Ilustrasi. (©Chandra Asri)
Bisnis

Imbas Ketegangan Selat Hormuz, Chandra Asri Umumkan Force Majeure

8 March, 2026
Ilustrasi. (©AI Generative)
Headline

Karhutla Kembali Terjadi di Toboli–Avolua Parigi Moutong

9 March, 2026
Anggota Komisi III DPR, Sarifudin Sudding pada kunker reses di mapolda Sulteng, Kamis (5/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Hukum-Kriminal

Komisi III DPR Nilai Peredaran Narkoba dan PETI di Sulteng Sudah Serius

7 March, 2026
Ilustrasi Posko Pengaduan THR oleh AJI Palu. (Foto: ANTARA/Basri Marzuki)
Komunitas

AJI Kota Palu Buka Posko Pengaduan THR untuk Jurnalis dan Pekerja Media

7 March, 2026

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Kepala Perwakilan UNDP di Indonesia, Sara Ferrer Olivella pada peluncuran ASEAN Responsible Business Collective di Jakarta, Senin (9/3/2026). (©UNDP Indonesia)
Bisnis

UNDP Luncurkan Platform Bisnis Bertanggung Jawab untuk Perusahaan ASEAN

beritapalu
Ilustrasi (©AI Generative)
Bisnis

Bagaimana Perang AS-Israel vs Iran Ancam Guncang Ekonomi Indonesia?

beritapalu
Ilustrasi (AI Generative)
Internasional

FPN Kecam Serangan AS dan Israel terhadap Iran, Tuntut Sanksi Internasional

beritapalu
Deklarasi 9 pimpinan serikat pekerja Indonesia untuk reformasi inklusif terhadap Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) di Jakarta, Kamis (26/2/2026). (©ILO Indonesia)
Bisnis

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Serukan Reformasi Sistem Jaminan Sosial

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?