HANDALPolitik

Hidayat-Andi Nur B Lamakarate Komitmen Turunkan Angka Kemiskinan di Kota Palu

×

Hidayat-Andi Nur B Lamakarate Komitmen Turunkan Angka Kemiskinan di Kota Palu

Share this article
Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu, Hidayat dan Andi Nur B Lamakarate (Handal). (Foto: Tim Handal)
Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu, Hidayat dan Andi Nur B Lamakarate (Handal). (Foto: Tim Handal)

PALU, beritapalu | Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu, Hidayat dan Andi Nur B. Lamakarate berkomitmen untuk menurunkan angka kemiskinan di Kota Palu. Hal itu ditegaskannya di Palu, Rabu (21/8/2024).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2023, penduduk miskin di Kota Palu mencapai 26.830 jiwa. Sementara penduduk miskin di tahun sebelumnya, yakni 2022 sebanyak 26.750 jiwa.

Menurut Andi Nur B Lamakarate (ANL) yang akrab disapa Anca menyebut, pertambahan penduduk miskin itu disebabkan karena minimnya lapangan kerja. Lapangan kerja minim karena ekonomi tidak tumbuh.

“Tidak tumbuhnya ekonomi, dikarenakan minimnya lapangan kerja yang disiapkan oleh pemerintah daerah. Akibat lapangan kerja tidak ada, akhirnya masyarakat tidak punya uang, dan menjadikan mereka menjadi miskin,” kata Anca.

Anca yang juga seorang pengusaha itu mengaku jika dua investasinya di Kota Palu tidak jalan.

Karena itulah lanjut Anca, ia bersama Hidayat bertekad maju sebagai bakal calon kepala daerah periode 2024-2029, salah satunya untuk menurunkan angka kemiskinan di Kota Palu itu.

“Kami memiliki satu visi dan misi yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Kota Palu dengan membuka lapanan kerja seluas-luasnya,” kata bakal calon wakil wali kota itu.

Menurut dia, Hidayat merupakan sosok yang sangat berpengalaman di birokrasi pemerintahan, mulai dari camat, kepala organisasi pemerintah daerah (OPD), penjabat bupati, hingga Wali Kota Palu.

Anca mengungkapkan, selama kepemimpinan Hidayat sebagai Wali Kota Palu periode 2016–2021, angka kemiskinan cukup terjaga. Di tahun 2017, jumlah penduduk miskin sebanyak 25.490 jiwa. Tahun 2018 sebanyak 25.260 jiwa. Bahkan pascabencana di tahun 2019, angka kemiskinan tidak melonjak dan masih bisa ditekan di angka 26.620 jiwa.

“Kami berdua, insyaallah memahami betul kebutuhan masyarakat, khususnya menengah ke bawah, bagaimana susahnya mencari lapangan pekerjaan,” katanya menegaskan.

Dia pun berjanji, jika diberikan kesempatan dan amanah oleh masyarakat Kota Palu, akan bekerja maksimal untuk menjadikan masyarakat Palu lebih sejahtera, dengan menyediakan lapangan pekerjaan. (afd/*)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 21 August, 2024
Bugernur Anwar Hafid dan Wagub Reny A Lamadjido pada peringatan setahun memimpin Sulteng di Masjid Baitul Khairaat, Minggu (22/2/2026). (©Humas Pemprov Sulteng)
Palu

Pemprov Sulteng memperingati satu tahun kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido dengan kegiatan doa bersama, dzikir, buka puasa, dan penyaluran lebih dari 5.000 paket sembako kepada masyarakat di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Minggu (22/2/2026).

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng memimpin Apel Gabungan di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (20/2/2026). (©Humas Pemprov Sutleng)
Palu

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan tiga program utama yang harus diselesaikan dalam 100 hari kerja kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur dr. Reny A Lamadjido pada Apel Gabungan di Halaman Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (20/2/2026).

IPC bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi pada konferensi pers tentang wacana pilkada. (©IPC)
Komunitas

Indonesian Parliamentary Center bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi menilai wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah secara tidak langsung sebagai langkah mundur bagi demokrasi Indonesia yang berisiko mempersempit kedaulatan rakyat dan memperkuat dominasi elite politik.