Palu

Raih WBK, Balai POM Palu Resmi Naik Kelas Jadi Balai Besar

×

Raih WBK, Balai POM Palu Resmi Naik Kelas Jadi Balai Besar

Share this article
Seremoni pengukuhan UPT dar Balai POM Palu menjadi Balai Besar POM Palu di Aula Balai POM Palu, Jumat (6/3/2026). (©BBPOM Palu)
Seremoni pengukuhan UPT dar Balai POM Palu menjadi Balai Besar POM Palu di Aula Balai POM Palu, Jumat (6/3/2026). (©BBPOM Palu)

PALU, beritapalu.ID | Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu resmi meningkat statusnya menjadi Balai Besar POM di Palu setelah berhasil memenuhi seluruh persyaratan, termasuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Pengukuhan peningkatan status tersebut ditandai dengan seremoni yang dilakukan di Kantor Balai Besar POM Palu, Jumat (06/03/2026).

Kepala Balai POM di Palu, Mardianto menjelaskan, peningkatan klasifikasi ini diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 1 Tahun 2026 sebagai bagian dari penataan organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM secara nasional. Penetapan Balai Besar POM di Palu sendiri sebenarnya telah dilakukan sejak 22 Januari 2026, sementara penetapan pejabat definitif masih menunggu proses selanjutnya.

“Dalam peraturan tersebut diamanatkan bahwa terdapat beberapa UPT yang dibentuk serta beberapa UPT yang mengalami peningkatan klasifikasi atau naik kelas. Salah satunya adalah Balai POM di Palu yang ditingkatkan menjadi Balai Besar POM di Palu,” kata Mardianto dalam sambutannya.

Peningkatan status ini juga membawa perubahan pada level organisasi, yakni dari eselon III menjadi eselon II. Mardianto menegaskan bahwa kenaikan kelas tersebut tidak diperoleh secara instan karena terdapat sejumlah persyaratan ketat yang harus dipenuhi.

“Alhamdulillah, Balai POM di Palu berhasil meraih predikat WBK. Pada tahun 2025 dilakukan penilaian kembali, dan hasilnya memenuhi seluruh persyaratan,” ujarnya.

Predikat WBK menjadi salah satu syarat utama bagi UPT BPOM tingkat provinsi untuk dapat ditingkatkan statusnya menjadi Balai Besar. Selain itu, penataan organisasi ini juga dikaitkan dengan dukungan terhadap program prioritas nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mardianto menambahkan, peningkatan status ini bertujuan memperkuat efektivitas dan kualitas layanan pengawasan obat dan makanan di wilayah Sulawesi Tengah.

 

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 6 March, 2026
Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.

Kakanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kuniawan (tengah depan) bersama sejumlah Kepala UPT Pemasyarakatan memberikan keterangan usai pembacaa Ikrar Halinar di halaman Lapas Kelas IIA Palu, Senin (20/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Headline

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng) menggelar Ikrar Zero Halinar (handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba) yang diikuti seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Lapangan Upacara Lapas Kelas IIA Palu, Senin (20/04/2026).