PaluPemkot PaluSeni Budaya

Festival Ngata Topodoka di Kelurahan Palupi Dimulakan

×

Festival Ngata Topodoka di Kelurahan Palupi Dimulakan

Share this article
Asisten I Setdakot Palu, Usman naik dokar menuju arena Festival Ngata Topodoka di Keluraha Palupi Palu, Jumat (8/11/2024). (Foto: Prokopim Setda Kota Palu/Iwan)
Asisten I Setdakot Palu, Usman naik dokar menuju arena Festival Ngata Topodoka di Keluraha Palupi Palu, Jumat (8/11/2024). (Foto: Prokopim Setda Kota Palu/Iwan)

PALU, beritapalu | Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Palu, Usman naik dokar menuju arena Festival Ngata Topodoka atau festival Kampung Dokar yang digealr di Kelurahan Palupi Palu, Jumat (8/11/2024).

Iring-iringan dokar yang dikendarai tamu itu menarik perhatian warga setempat terutama karena tidak sering ditemui melintasi sejumlah ruas jalan dari Lapangan Perkim Pue Bongo menuju area festival.

Tak itu saja, kemeriahan festival itu juga dirasakan warga yang hadir karena kali kedua kegiatan seni dan budaya itu juga ditandai dengan pementasan tari Mokambu atau penyambutan secara adat secara kolosal.

Asisten Usman pada kesempatan hadir mewakili Pjs Wali Kota Palu untuk membuka festival yang akanberlangsung Jumat hingga Minggu (8-10/11/2024) itu.

Penyambutan tamu secara adat pada pembukaan Ngata Tpopodoka Fest di Palupi, Jumat (8/11/2024). (Foto: bmzIMAGES/Basri marzuki)
Penyambutan tamu secara adat pada pembukaan Ngata Tpopodoka Fest di Palupi, Jumat (8/11/2024). (Foto: bmzIMAGES/Basri marzuki)

 

Dalam sambutan tertulis Pjs. Wali Kota yang dibacakannya, Asisten Usman berharap agar festival ini menjadi sebuah momentum yang sangat berharga bagi semua, apalgi dengan tema yang begitu relevan, yakni “Eksistensi Kearifan Lokal Terhadap Pengaruh Globalisasi.”

Menurut asisten, tema ini tidak hanya mencerminkan pentingnya mempertahankan dan mengembangkan warisan budaya kita di tengah derasnya arus globalisasi, tetapi juga mengingatkan masyarakat akan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kearifan lokal.

“Kita menyadari bahwa globalisasi menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat kita,” kata asisten.

Menurut asisten, di satu sisi, kemajuan teknologi dan informasi membuka kesempatan untuk saling terhubung dengan dunia internasional, memperluas wawasan, serta meningkatkan daya saing.

Namun, di sisi lain, globalisasi juga dapat menggerus identitas budaya dan mengikis nilai-nilai lokal yang sudah tertanam kuat di tengah masyarakat.

“Melalui Ngata Topodoka Fest ini, kita diajak untuk merayakan kekayaan budaya kita, memperkenalkan adat, tradisi, seni, serta nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda dan masyarakat luas,” ungkap asisten.

Tari kolosal pada pembukaan Ngata Tpopodoka Fest di Palupi, Jumat (8/11/2024). (Foto: bmzIMAGES/Basri marzuki)
Tari kolosal pada pembukaan Ngata Tpopodoka Fest di Palupi, Jumat (8/11/2024). (Foto: bmzIMAGES/Basri marzuki)

Asisten menyatakan, festival ini bukan sekadar ajang seni dan budaya, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun kebanggaan dan kecintaan terhadap warisan budaya.

“Di sinilah kita menunjukkan bahwa kearifan lokal yang kita miliki tidak hanya sekadar adat istiadat, tetapi juga merupakan aset penting dalam menjaga jati diri serta ketahanan sosial masyarakat Palu di tengah perubahan zaman,” ungkap asisten.

Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi semua untuk terus melestarikan budaya dan kearifan lokal, serta mendorong generasi muda agar senantiasa mencintai dan mengembangkan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

“Semoga acara ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kota Palu, serta memperkokoh komitmen kita dalam mempertahankan budaya lokal,” harap asisten.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival, Muhammad Fauzan melaporkan, kegiatan itu adalah kedua kalinya setelah sebelumnya juga dilakukan pada tahun 2023 sebelumnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak terutama Pemkot Palu dan Pemerintah Keluraha Palupi yang telah mendukung kegiatan tersebut, termasuk kepada sponsorsip yang telah berpartisipasi menyukseskan acara tersebut.

Pembukaan festival tersebut dihadiri sejumlah undangan antara lain Camat Tatanga Mohamad Yusuf, Pemerintah Kelurahan Palupi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, adat, dan perempuan serta tokoh pemuda. (afd/imr/*)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 8 November, 2024
Ketua Tim PKK Diah Pustpita saat tiba di SMP Al-Azhar Palu, Rabu (6/5/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Imron)
Komunitas

Ketua TP-PKK Kota Palu memberikan edukasi di SMP Al-Azhar yang baru saja dinobatkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan, menghubungkan kedewasaan usia perkawinan dengan pencegahan stunting pada generasi mendatang.

Pengunjung memperhatikan kain kulit kayu yang dipamerkan di Museum Sulteng, Selasa (5/5/2026). (© bmzIMAGES/.Basri Marzuki)
Feature

Selembar kain berwarna cokelat kemerahan tampak sederhana, menyimpan jejak panjang peradaban manusia di Sulawesi Tengah. Kain itu bukan ditenun dari benang, melainkan dipukul, direndam, dan diolah dari kulit kayu—sebuah teknik yang telah hidup sejak masa neolitikum dan masih bertahan hingga hari ini.