MiliterPalu

Perkuat Sinergitas, Danrem 132/Tadulako Bertemu Kapolda Sulteng

×

Perkuat Sinergitas, Danrem 132/Tadulako Bertemu Kapolda Sulteng

Share this article
Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNi Deni Gunawan (kiri) bertemu dengan Kapolda Sulteng, Irjen Pol Agus Nugroho pada kunjungan silaturahmi di Mapodla Sulteng, Senin (9/9/2024). (Foto: Penrem 132/Tdl)
Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNi Deni Gunawan (kiri) bertemu dengan Kapolda Sulteng, Irjen Pol Agus Nugroho pada kunjungan silaturahmi di Mapodla Sulteng, Senin (9/9/2024). (Foto: Penrem 132/Tdl)

PALU, beritapalu | Pejabat baru Danrem 132/Tdl Brigjen TNI Deni Gunawan melakukan kunjungan silaturahmi ke Mapolda Sulteng, Senin (9/9/2024). Ia disambut hangat Kapolda Sulteng, Irjen Pol Agus Nugroho.

Kunjungan ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan diri sebagai Danrem 132/Tdl yang baru sekaligus memperkuat sinergitas antara TNI-Polri di Sulawesi Tengah yang sudah terbangun.

Pertemuan ini juga sekaligus mempererat sinergitas TNI-Polri yang selama ini terjaga dengan baik dan menjadi salah satu komitmen awal Brigjen TNI Deni Gunawansaat ditetapak sebagai Danrem 132/Tdl.

Langkah ini diambil untuk memastikan sinergitas yang kuat dan kolaborasi yang efektif dalam menghadapi berbagai tantangan, demi mewujudkan Sulawesi Tengah yang aman dan damai.

“Selamat bertugas di Sulteng kepada Pak Danrem 132/Tdl, sinergi dan soliditas TNI-Polri akan menjadi kekuatan yang tidak dapat dipisahkan, sebagai wujud menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Provinsi Sulteng serta TNI dan Polri tentunya harus siap bersama-sama mengamankan pelaksanaan Pilkada Tahun 2024 di Provinsi Sulteng,” ucap Kapolda Sulteng. (afd/*)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 9 September, 2024
Pengunjung memperhatikan kain kulit kayu yang dipamerkan di Museum Sulteng, Selasa (5/5/2026). (© bmzIMAGES/.Basri Marzuki)
Feature

Selembar kain berwarna cokelat kemerahan tampak sederhana, menyimpan jejak panjang peradaban manusia di Sulawesi Tengah. Kain itu bukan ditenun dari benang, melainkan dipukul, direndam, dan diolah dari kulit kayu—sebuah teknik yang telah hidup sejak masa neolitikum dan masih bertahan hingga hari ini.