KPU PaluPendidikanPolitik

KPU Kota Palu Goes to School, Sosialisasi Pilkada bagi Pemilih Pemula

×

KPU Kota Palu Goes to School, Sosialisasi Pilkada bagi Pemilih Pemula

Share this article
Komisioner KPU Palu menyampaikan materi pendidikan pemilih pemula di SMA N 1 Palu, Senin (15/7/2024). (Foto: HO-Humas KPU Kota Palu)
Komisioner KPU Palu menyampaikan materi pendidikan pemilih pemula di SMA N 1 Palu, Senin (15/7/2024). (Foto: HO-Humas KPU Kota Palu)

PALU, beritapalu | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu menggelar kegiatan bertajuk Goes to School yang dimaksudkan untuk memberikan pendidikan pemilih bagi para pemula di SMAN 1 Palu, Senin, (15/7/2024).

“Kepada adik-adik siswa, dalam Pilkada Serentak tahun ini, kita memiliki kesempatan untuk memilih pemimpin daerah untuk lima tahun ke depan, baik Gubernur beserta Wakilnya, Walikota beserta Wakilnya. Pastikan kita menjadi pemilih yang cerdas,” ujar Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU Kota Palu, Iskandar Lembah di hadapan sejumlah siswa.

Iskandar menekankan pentingnya bagi pemilih pemula untuk memastikan diri sudah terdaftar sebagai pemilih tetap dan aktif mengikuti perkembangan informasi terkait pemilu.

“Cari tahu syarat-syarat sebagai pemilih, dan cari tahu informasi serta rekam jejak para calon kandidat,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Alfagih Mugaddam menjelaskan, sesuai keputusan KPU No. 620 tahun 2024 dan KPT 293 KPU Kota Palu, ada 8 segmen yang harus dilaksanakan.

“KPU, PPK, dan PPS menyusun, dan melaksanakan program sosialisasi yang sesuai dengan wilayah masing-masing dan sesuai dengan kearifan lokal,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, sosialisasi itu akan terus berlanjut ke sekolah-sekolah lainnya di Kota Palu. (afd/)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 17 July, 2024
Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.