MOROWALI – Karsa Institute bersama UPTD Pelabuhan Perikanan dan KKP3K Wilayah VII Morowali serta Sombori Dive Conservation memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi perairan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Penguatan dilakukan melalui program peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi perairan dengan melibatkan masyarakat di Desa Dongkalan dan Desa Mbokita. Program yang berlangsung sejak April 2026 hingga September 2027 ini mencakup pembentukan kelompok pengawas, pelatihan, penyediaan sarana pengawasan, serta pendidikan konservasi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat mekanisme pengawasan dan pemantauan sumber daya laut berbasis masyarakat. Mekanisme tersebut menjadi pedoman bagi masyarakat dalam melakukan pengamatan, mencatat temuan, menyampaikan laporan, dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Karsa Institute juga mendorong pembentukan dan pengesahan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) di kedua desa, termasuk penyusunan struktur organisasi dan rencana kerja pengawasan.
Keberadaan kelompok ini diharapkan dapat memperluas keterlibatan masyarakat pesisir dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan, sehingga pengawasan kawasan konservasi tidak hanya bergantung pada pemerintah.
Untuk mendukung kegiatan di lapangan, kelompok POKMASWAS di Desa Dongkalan dan Desa Mbokita dibekali peralatan berupa pelampung, teropong (binocular), dan telepon pintar (smartphone). Peralatan tersebut digunakan untuk membantu pengamatan, dokumentasi temuan, serta pencatatan dan penyimpanan informasi terkait kondisi sumber daya laut.
Pelampung juga menjadi sarana pendukung keselamatan saat kelompok menjalankan kegiatan pengawasan. Selain itu, kedua kelompok mendapatkan pelatihan dari UPTD Pelabuhan Perikanan dan KKP3K Wilayah VII Morowali bersama Sombori Dive Conservation.
Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mendukung perlindungan terumbu karang serta pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Program ini turut mencakup sosialisasi dan pendidikan konservasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hubungan antara kesehatan ekosistem laut, keberlanjutan sumber daya perikanan, dan kehidupan masyarakat pesisir.
Karsa Institute menilai, keberhasilan konservasi tidak hanya ditentukan oleh keberadaan kawasan dan aturan pengelolaannya, tetapi juga oleh pemahaman serta partisipasi masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan tersebut.
Ke depan, keberlanjutan program bergantung pada kemampuan kelompok menjalankan rencana kerja, menggunakan sarana pengawasan secara bertanggung jawab, mendokumentasikan hasil pemantauan, dan menjaga koordinasi dengan para pemangku kepentingan.
Melalui kolaborasi multipihak tersebut, masyarakat diharapkan semakin aktif menjaga ekosistem laut Morowali sekaligus mempertahankan sumber penghidupan pesisir bagi generasi mendatang.











