Wali Kota Hadianto menyaksikan penandatanganan MoU antara KEK Palu dan Aslan Energy Capital (Singapura) di Jakarta. Proyek BESS dan Terminal LNG di lahan 40 hektar akan membuka 1.300 lapangan kerja langsung dan ~3.000 tidak langsung, sekaligus memperkuat posisi KEK Palu di kawasan timur Indonesia.
JAKARTA, beritapalu.ID | Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu dengan perusahaan energi hijau asal Singapura, Aslan Energy Capital PTE LTD, di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Investasi senilai 1,73 miliar USD (setara Rp30 triliun) ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan sektor energi hijau dan akan diimplementasikan secara bertahap di lahan seluas 40 hektar di kawasan KEK Palu.
Proyek tersebut mencakup pembangunan Battery Energy Storage System (BESS) dan Terminal LNG, dua infrastruktur kunci dalam transformasi energi berkelanjutan.
Menurut Direktur KEK Palu, Sony Panukma Widianto, investasi ini diproyeksikan membuka 1.300 lapangan kerja secara langsung. Namun dampaknya jauh lebih luas — dengan rantai pasok yang akan dibangun, proyek ini diperkirakan menciptakan sekitar 3.000 peluang kerja tidak langsung, membawa total lebih dari 4.300 lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Ini menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui efek berganda dari investasi yang masuk.”
— Sony Panukma Widianto, Direktur KEK Palu
CEO Aslan Energy Capital, Muthu Chezhian, mengungkapkan bahwa perusahaannya telah mengkaji potensi Kota Palu selama hampir dua tahun terakhir sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Menurutnya, Palu memiliki keunggulan lokasi strategis — berada pada jalur akses perdagangan internasional — dan potensi besar untuk pengembangan industri energi hijau di masa mendatang, menjadikan kota ini sebagai lokasi ideal untuk proyek skala besar ini.
Wali Kota Hadianto menyambut baik kerja sama ini dan melihatnya sebagai momentum percepatan pembangunan ekonomi daerah, pembukaan lapangan kerja, serta penguatan posisi KEK Palu sebagai kawasan industri dan perdagangan yang kompetitif di kawasan timur Indonesia. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, turut menekankan potensi dampak ekonomi yang akan dihasilkan dari investasi ini.











