Pendidikan

LP2M UIN Datokarama Akan Laksanakan KKN Internasional

×

LP2M UIN Datokarama Akan Laksanakan KKN Internasional

Share this article
Ketua LP2M UIN Datokarama, Dr Sahran Raden. (Foto: ist)
Ketua LP2M UIN Datokarama, Dr Sahran Raden. (Foto: ist)

PALU, beritapalu | Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional atau KKN di luar negeri.

“KKN Internasional ini akan dilaksanakan pada Agustus 2024,” kata Ketua LP2M UIN Datokarama Dr Sahran Raden di Kota Palu, Rabu (3/7/2024). KKN Internasional akan dilaksanakan di Thailand Selatan selama 40 hari termasuk kegiatan PPL.

Sahran menerangkan, peserta KKN Internasional berasal dari dua fakultas lingkup UIN Datokarama yakni Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Fakultas Tabiyah Ilmu Keguruan (FTIK).

“Pengumuman pembukaan pendaftaran KKN Internasional akan diumumkan pada 10 Juli, dan pendaftaran dimulai tanggal 11 Juli 2024 di masing-masing dua fakultas tersebut,” ungkapnya.

Sahran mengemukakan bahwa muatan dalam pelaksanaan KKN Internasional ini mencakup dua aspek atau dua kluster, yaitu kluster moderasi beragama dan kluster kewirausahaan.

Kegiatan KKN Internasional ini ditanggung oleh DIPA UIN Datokarama Palu, dan mahasiswa KKN dan PPL menangung livingcost selama di lokasi,” sebutnya.

Pelaksanaan KKN Internasional, sebut Sahran Raden, merupakan upaya untuk meningkatkan pelaksanaan mutu mahasiswa UIN Datokarama Palu. Hal ini juga untuk meningkatkan akreditasi program studi dan akreditasi UIN Datokarama Palu mencapai unggul.

“KKN Internasional ini juga sebagai upaya menyebarkan Islam Inklusif dan Rahmatan Lil Alamin di Dunia Internasional,” ungkapnya.(afd/*)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 5 July, 2024
Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.