Foto

Rindu yang Membuncah di Pantai Talise..

×

Rindu yang Membuncah di Pantai Talise..

Share this article
foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki
foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki

Sebelum gempa menghenyak dua tahun lalu, saban hari Minggu pagi selalu menyempatkan diri jalan-jalan ke Pantai Talise, Teluk Palu.

Banyak obyek yang bisa disaksikan dan dinikmati di kawasan itu untuk meregenerasi sel-sel otak yang mumet sepekan sebelumnya, mulai dari menikmati binte di soki-soki yang berada tepat di sisi jembatan kuning, hingga ikut mengguncang-guncang raga dalam alunan musik senam jasmani di anjungan Pantai Talise.

foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki

Tapi dari semua kenangan itu, kerinduan yang paling memuncak kini adalah kuda-kuda pacu yang dilatih dan dimandikan di sepanjang bibir pantai.
Tiap Minggu pagi jika cerah, pelatih menuntun kudanya menyusuri pasir pantai. Berjalan dengan ritme dan kecepatan yang harmonik hingga di suatu titik lalu berputar kembali hingga beberapa kali.

foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki

Lelah, pastilah bagi si pelatih. “Tapi disitulah seninya bersama kuda,” aku salah seorang pelatih kuda pacu kala itu.
Usai itu, giliran kuda pacu itu ditunggangi si pelatih. Alon-alon saja awalnya, lalu semakin kencang dan dalam menapakkan kaki-kakinya di pasir berwarna krem kecoklatan…
Berikutnya, kuda diistirahatkan sejenak sebelum memasuki ritual memandikan sekaligus mandi bersama.

foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki

Momentum inilah yang sangat mengesankan, relationship yang terbangun antara kuda dan sang pelatih demikian dekat, nyaris tak berjarak. Tak sedikit pun rontaan kuda ketika sikat plastik digosokkan ke sekujur tubuhnya. Pun tak ada teriakan keras dari pelatih ketika kuda membelot ingin berenang.

foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki

“Apa maumu, itu mauku juga” atau “saya sayang kamu, kamu juga sayang aku” mungkin begitulah bahasa di antara mereka sembari basah-basahan heheheh…

foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki

Beberapa waktu pascabencana, kuda-kuda pacu itu sesungguhnya masih sering terlihat di Minggu pagi. Namun ketika batu-batu gajah itu telah menimbun bibir pantai, mungkin itulah akhir dari cerita tentang kuda pacu di Pantai Talise.

foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki

Tapi…rinduku terus membuncah..

foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki

#photojournalist #photojournalism #reportage #documentary #storytelling #horse #racehorse #palubay #talisebeach #bmzimages

foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki
foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki

Foto ini sudah dimuat di laman instagram @bmz_bmz

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 28 November, 2020
Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menaiki bus TransPalu untuk menumpang ke kantor di salah satu halte bus di Palu. Sulawesi Tengah, Selasa (14/4/2026). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Editorial

Perubahan besar terjadi di halte-halte Bus TransPalu Kota Palu sejak awal minggu ini. Tempat-tempat yang biasanya sepi, kini dipenuhi puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengantre dengan sabar menunggu bus tiba.

Warga mengambil Burasa untuk disantap pada Lebaran Burasa di Masjid At-Tauhid, Kayumalue Ngapa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Malam itu, aroma santan menguar dari balik lipatan daun pisang yang tersusun rapi di atas nampan-nampan. Di dalam Masjid At-Tauhid, Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kota Palu, puluhan warga duduk bersila di atas karpet hijau, bahu-membahu, piring-piring kecil berjajar di hadapan mereka.

Warga membeli ikan cakalang di Pasar inpres Manonda, Selasa (24/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Bisnis

Suasana Pasar Manonda di hari keempat pascalebaran sudah ramai seperti biasa. Meja-meja lapak basah berjejer, dipenuhi ikan segar yang mengilap terkena cahaya lampu. Di antara kerumunan pembeli, Eni berjalan pelan, matanya menyapu deretan ikan laut yang tersusun rapi.

Pedagang menyiapkan dagangannya di Pasar Tradisional Dolo, Sigi, Selasa (24/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Bisnis

Matahari belum sepenuhnya naik ketika lapak-lapak di Pasar Tradisional Dolo sudah ramai. Para pedagang menggelar dagangan mereka di atas terpal aneka warna, menata sayuran segar, rempah-rempah, dan buah-buahan dengan cara yang sudah dilakukan bertahun-tahun lamanya — sederhana, tanpa banyak dekorasi, tapi semuanya tampak dan tercium segar.

Sejumlah warga berisap menaiki bus TransPalu di Palu, Senin (23/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Tidak perlu khawatir soal ongkos, dan tidak perlu pusing soal bensin. Selama tiga hari libur Lebaran — 22 hingga 24 Maret 2026 — bus TransPalu melayani warga Kota Palu sepenuhnya gratis. Cukup tunggu di halte, naik, dan nikmati perjalanan keliling kota sepuasanya.