PaluReligi

Rektor UIN: Idul Fitri Jadi Perekat Persaudaraan

×

Rektor UIN: Idul Fitri Jadi Perekat Persaudaraan

Share this article
Rektor UIN Datokarama, Prof Lukman S. Thahir menyampaikan khutbah usai shalat Idul Fitri di Masjid Raya Palu, Rabu (10/4/2024). (Foto: Moh. Hajiji)
Rektor UIN Datokarama, Prof Lukman S. Thahir menyampaikan khutbah usai shalat Idul Fitri di Masjid Raya Palu, Rabu (10/4/2024). (Foto: Moh. Hajiji)

PALU, beritapalu | Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu Prof Lukman S Thahir menyatakan, Idul Fitri 1445 Hijriah menjadi momentum untuk merekatkan persaudaraan sesama manusia tanpa melihat latar belakang apapun.

“Dengan kembali kepada fitrah, maka sebagai manusia kita harus berhati-hati terhadap tiga hal yang dapat meruntuhkan persaudaraan antar sesama manusia,” ucapnya saat bertindak sebagai khatib pada shalat Idul Fitri 1445 Hijriah di Masjid Raya Palu, Rabu (10/4/2024).

Ia menyampaikan, relasi antar-sesama manusia atau relasi kemanusiaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia perlu dirawat dan dijaga. Manusia harus terus menebarkan kasih sayang dan kebaikan kepada siapapun, dengan tetap menjaga tiga hal yang dapat merusak persaudaraan sesama anak bangsa dalam bingkai NKRI.

Tiga hal yang harus diwaspadai oleh manusia dalam kehidupan ini yakni, harta, tahta, dan wanita. Di mana, sebut dia, sesama manusia bisa berantam, berkelahi dan mendiskreditkan nilai – nilai kemanusiaan karena tiga hal tersebut.

“Maka puasa yang telah kita jalani selama sebulan di bulan Ramadhan sesungguhnya menjadi pengendali terhadap tiga hal tersebut. Kita semua telah berpuasa di bulan Ramadhan, itu berarti kita kembali kepada tradisi kenabian, agar supaya kita mendapat anugerah dan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Ia mengingatkan tentang kisah Nabi Adam sebagai salah satu nabi yang disayangi oleh Tuhan. Namun, Nabi Adam harus keluar dari surga turun ke muka bumi karena berbuat kesalahan.

“Ketika di bumi, Tuhan memerintahkan kepada Jibril agar menyampaikan kepada Nabi Adam, agar Nabi Adam harus berpuasa. Dengan berpuasa, maka Nabi Adam akan kembali kepada fitrahnya,” sebutnya.

Dengan demikian, puasa menjadi tradisi kenabian yang dapat membentuk kefitrahan sekaligus membentuk karaktek manusia dan sebagai pengendali hawa nafsu, yang makna dan subtansinya harus diterapkan oleh manusia dalam kehidupan sosial keagamaan. (afd/*)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 10 April, 2024
Wali Kota Hadianto bersama Wawali Imelda menyaksikan sampah yang berserak di salah satu titik kunjungan lapangannya di Palu, Kamis (23/4/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menemukan kondisi kebersihan yang masih sama dengan hasil identifikasi sebelumnya, di mana sampah masih berserakan di sejumlah kawasan saat melakukan peninjauan menggunakan sepeda motor di Kecamatan Palu Selatan dan Palu Timur, Kamis (23/4/2026).