PALU, beritapalu.ID | Kota Palu menjadi tuan rumah Kejuaraan Paralayang Internasional International Paragliding Cross Country (IPXC) 2026 Seri 1 yang digelar di Bukit Salena, Sulawesi Tengah, pada 25–30 April 2026.
Ajang olahraga dirgantara kategori FAI tersebut diikuti 78 pilot dari tujuh negara, antara lain Singapura, China, Taiwan, Korea Selatan, Australia, dan Vietnam, serta peserta dari sedikitnya 11–12 provinsi di Indonesia.
Pembukaan kejuaraan dilakukan pada Sabtu (25/4) oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Moh Husain Pakaya. Kegiatan ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya Sulawesi Tengah dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan paralayang berskala internasional.
Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, menyebut event ini sebagai bukti bahwa atlet paralayang Sulawesi Tengah mampu bersaing di tingkat internasional.
Ia juga menyoroti capaian prestasi sebelumnya, di mana Sulawesi Tengah berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional 2024, dan menargetkan peningkatan prestasi pada PON 2028 mendatang.
“Paralayang kini menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Sulawesi Tengah. Ke depan, kami optimistis prestasi akan terus meningkat dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat dunia,” ujarnya.
Ketua panitia Asgaf Umar menyebutkan, kejuaraan ini merupakan bagian dari rangkaian kompetisi paralayang lintas alam (cross country) dan menjadi ajang bagi atlet nasional untuk menguji kemampuan sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Selain sebagai kompetisi olahraga, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong promosi pariwisata daerah, khususnya kawasan Bukit Salena yang dinilai memiliki potensi sebagai destinasi olahraga dirgantara berkelas dunia.
Pemerintah daerah menilai kehadiran atlet mancanegara memberikan dampak positif terhadap promosi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor sport tourism.
Kejuaraan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding atlet lokal sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga paralayang di Indonesia.
Dengan kondisi geografis berupa pegunungan dan tebing yang mendukung, kawasan Salena dinilai memiliki karakteristik ideal untuk pengembangan paralayang lintas alam dan berpotensi menjadi tuan rumah ajang internasional secara berkelanjutan.










