PendidikanSigi

Sekolah Rakyat Menengah Pertama 22 Sigi Jadi Rintisan Pertama di Sulteng

×

Sekolah Rakyat Menengah Pertama 22 Sigi Jadi Rintisan Pertama di Sulteng

Share this article
Sejumlahmurid mengikuti MPLS di Sekolah Rakyat Merah Putih 22 Nipotowe, Sigi, Senin (14/7/2025). (Foto: SRMP 22 Sigi)
Sejumlahmurid mengikuti MPLS di Sekolah Rakyat Merah Putih 22 Nipotowe, Sigi, Senin (14/7/2025). (Foto: SRMP 22 Sigi)

SIGI, beritapalu | Kementerian Sosial RI membuka secara serentak kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di 63 dari 100 titik di seluruh Indonesia, Senin (14/7/2025). Acara pembukaan nasional dipusatkan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Kabupaten Bogor, Sentra Terpadu Inten Soewono (STIS), Cibinong, Jawa Barat, dan diikuti secara daring oleh peserta dari seluruh titik pelaksanaan.

Di Sulawesi Tengah, SRMP 22 Sigi menjadi sekolah rintisan pertama yang melaksanakan MPLS. Berlokasi di lingkungan Sentra Nipotowe Palu, sekolah ini merupakan bagian dari Tahap I Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sekolah Rakyat adalah gagasan Presiden Prabowo Subianto sebagai strategi memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan inklusif. Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, sekolah ini mengadopsi sistem pendidikan berasrama dan pengasuhan penuh, dengan fasilitas yang mencakup ruang kelas, laboratorium, asrama siswa dan guru, serta dukungan teknologi pembelajaran digital.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam sambutannya menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga membentuk karakter dan harapan baru bagi anak-anak yang sebelumnya terpinggirkan.

“Sekolah Rakyat mengedepankan kesetaraan, bukan kesenjangan; menumbuhkan solidaritas, bukan kompetisi yang timpang,” ujar Gus Ipul.

Seluruh siswa diterima tanpa seleksi akademik dan mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta pemetaan potensi berbasis teknologi, seperti tes DNA dan analisis AI. Mereka tinggal di lingkungan asrama yang layak, mendapatkan perlengkapan sekolah lengkap sebanyak 8 set pakaian dan dukungan gizi terpenuhi.

Sistem pembelajaran mengintegrasikan literasi, disiplin, dan teknologi. Para siswa difasilitasi laptop pribadi dan pembelajaran digital, sementara guru dan tenaga kependidikan menerima pelatihan manajemen sekolah berbasis teknologi.

Di titik pelaksanaan SRMP 22 Sigi, Kepala Sentra Nipotowe Palu, Diah Rini Lesmawati, menegaskan komitmen pengasuhan yang aman dan berkualitas.

“Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tapi tempat anak-anak kami dibentuk untuk percaya diri dan bersaing secara setara,” ungkapnya.

Beberapa orang tua siswa menyampaikan haru dan rasa syukur atas kesempatan ini. Puwartini, ibu dari Muhammad Akbar, menyatakan, “Kami sangat terbantu. Pelayanannya luar biasa.” Fitrianti, ibu dari Muhammad Alfathir, menambahkan, “Saya hanya ibu rumah tangga, suami saya sopir. Sekolah Rakyat ini sangat membantu. Terima kasih, Pak Prabowo.”

Pelaksanaan MPLS menandai dimulainya pembelajaran tahun ajaran 2025/2026 di seluruh sekolah rintisan dan dijadwalkan akan diresmikan secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia dalam waktu dekat. (afd/*)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 15 July, 2025
Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.