Liputan KhususPaluPendidikan

SRT 20 Palu Mulai MPLS, Tampung 200 Siswa dari 7 Kabupaten dan Kota

×

SRT 20 Palu Mulai MPLS, Tampung 200 Siswa dari 7 Kabupaten dan Kota

Share this article
Wagub Sulteng, dr Reny A Lamadjido (kedua kanan) didampingi Kepala DInas Sosial Sutleng Siti Hasbiah (kiri), Kepala Sentra Nipotove Diah Rini Lesmawati (kedua kiri) menyerahkan perlengkapan sekolah kepada seorang siswa menandai pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 di Palu, Jumat (15/8/2025). (©bmzIMAGES/basri marzuki)
Wagub Sulteng, dr Reny A Lamadjido (kedua kanan) didampingi Kepala DInas Sosial Sutleng Siti Hasbiah (kiri), Kepala Sentra Nipotove Diah Rini Lesmawati (kedua kiri) menyerahkan perlengkapan sekolah kepada seorang siswa menandai pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 di Palu, Jumat (15/8/2025). (©bmzIMAGES/basri marzuki)

PALU, beritapalu.ID | Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 20 Palu secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk 200 siswa yang berasal dari tujuh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, Jumat (15/8/2025). Sekolah berasrama yang berlokasi di BPSDM Provinsi Sulteng ini menampung 125 siswa SMA dan 75 siswa SMP dari keluarga miskin berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan, pembukaan SRT 20 Palu merupakan bagian dari Tahap 1B program Sekolah Rakyat nasional. “Kami menargetkan tahun ini 159 Sekolah Rakyat beroperasi, mencakup Tahap 1A, 1B, dan 1C,” ungkap Gus Ipul dalam laporannya.

Sebagian besar siswa berasal dari Kota Palu (148 siswa), sementara sisanya dari Poso (21 siswa), Sigi (19 siswa), Banggai Kepulauan (4 siswa), Donggala (4 siswa), Parigi Moutong (3 siswa), dan Buol (1 siswa). Komposisi siswa terdiri dari 95 laki-laki dan 105 perempuan dengan keragaman demografis dan agama.

Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny A. Lamadjido yang membacakan sambutan Gubernur Anwar Hafid menegaskan, sekolah ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem melalui kerja sama Kementerian Sosial, Pemprov Sulteng, dan instansi terkait.

“Sekolah ini memberikan kesempatan setara untuk belajar, mengembangkan karakter, keterampilan, dan nilai kebersamaan. Pendidikan dianggap sebagai jembatan emas menuju masa depan,” ujarnya.

Kepala Sentra Nipotowe Palu sekaligus PIC SRT 20 Palu Diah Rini Lesmawati menyatakan, MPLS menjadi momen penting bagi siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan membangun kebersamaan lintas daerah.

Kepala SRT 20 Palu Anita menambahkan, tugas sekolah bukan hanya menyampaikan pelajaran tetapi juga membimbing anak-anak tumbuh menjadi generasi tangguh dengan memastikan keamanan dan perlindungan mereka di asrama.

MPLS berlangsung selama dua minggu dan dilanjutkan kegiatan matrikulasi. Program mencakup pengenalan visi-misi sekolah, pembinaan kedisiplinan, penguatan nilai kebangsaan, serta aktivitas kreatif untuk membentuk kepribadian siswa secara utuh.

Jumiati dari Taipa, Palu Utara, salah satu orang tua siswa, mengaku bersyukur anaknya diterima di SRT 20 Palu di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. “Kami sangat bersyukur anak saya bisa bersekolah di Sekolah Rakyat, ini sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga kami,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 22 Sigi telah memulai MPLS sejak 14 Juli lalu dengan 50 siswa. Dengan beroperasinya SRT 20 Palu, kini terdapat dua titik Sekolah Rakyat yang resmi beroperasi di Provinsi Sulawesi Tengah.

Program Sekolah Rakyat mengusung slogan “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara” dan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk masyarakat sehat, cerdas, dan sejahtera. (bmz)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 15 August, 2025
Wali Kota Hadianto bersama Wawali Imelda menyaksikan sampah yang berserak di salah satu titik kunjungan lapangannya di Palu, Kamis (23/4/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menemukan kondisi kebersihan yang masih sama dengan hasil identifikasi sebelumnya, di mana sampah masih berserakan di sejumlah kawasan saat melakukan peninjauan menggunakan sepeda motor di Kecamatan Palu Selatan dan Palu Timur, Kamis (23/4/2026).