PaluPemkot Palu

Pemkot Palu Perluas Perlindungan Pekerja Rentan Termasuk Ina-Ina

×

Pemkot Palu Perluas Perlindungan Pekerja Rentan Termasuk Ina-Ina

Share this article
Sekda Kota Palu, Irmayanti Pettalolo saat mengikuti evaluasi percepatan capaian Universal Coverage Jamsosnaker (UJC) Tahun 2026 secara daring, Rabu (22/4/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Imron)
Sekda Kota Palu, Irmayanti Pettalolo saat mengikuti evaluasi percepatan capaian Universal Coverage Jamsosnaker (UJC) Tahun 2026 secara daring, Rabu (22/4/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Imron)

PALU, beritapalu.ID | Pemerintah Kota Palu terus memperkuat jaring pengaman sosial bagi kelompok warga rentan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan. Terbaru, Pemkot Palu berencana memperluas cakupan perlindungan bagi para pedagang perempuan di pasar atau yang akrab disapa “ina-ina” pada perubahan anggaran mendatang.

Rencana strategis tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, saat mengikuti evaluasi percepatan capaian Universal Coverage Jamsosnaker (UJC) Tahun 2026 secara daring, Rabu (22/4/2026).

“Pada perubahan anggaran, kami akan mengakomodir perlindungan bagi para pekerja di pasar atau yang biasa disebut ina-ina. Ini menjadi perhatian kami agar semakin banyak masyarakat bawah yang mendapatkan jaminan keselamatan kerja,” ungkap Irmayanti.

Lindungi 30 Ribu Pekerja Rentan

Hingga tahun 2026, Pemerintah Kota Palu mencatat telah memberikan perlindungan kepada 30.157 pekerja rentan dengan alokasi anggaran mencapai lebih dari Rp3 miliar. Kelompok yang telah tercover meliputi berbagai sektor mulai dari nelayan, petani, penyandang disabilitas, pemulung, pelaku UMKM, anggota padat karya, hingga pengurus RT dan RW.

Tak hanya itu, perlindungan juga menyentuh petugas garda depan sosial seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana), petugas KB, hingga guru mengaji.

“Manfaat program ini sangat dirasakan masyarakat, terutama saat terjadi risiko kerja atau kematian. Santunan yang diberikan menjadi bantuan nyata bagi keluarga yang ditinggalkan,” jelas Sekda.

Target Tambahan 27 Ribu Peserta

Ke depan, Pemkot Palu menargetkan penambahan cakupan perlindungan bagi sekitar 27 ribu lebih pekerja rentan lainnya. Langkah ini merupakan bentuk komitmen Wali Kota Palu dalam memastikan seluruh lapisan pekerja, baik penerima upah maupun bukan penerima upah, memiliki perlindungan yang layak.

Irmayanti berharap sinergi antara Pemkot Palu dan BPJS Ketenagakerjaan terus berjalan solid. Menurutnya, program ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan program prioritas kemanusiaan untuk memberikan rasa aman bagi warga Palu dalam mencari nafkah.

“Kami ingin memastikan tidak ada warga kami yang bekerja tanpa perlindungan. Kerja sama ini harus terus berlanjut demi keselamatan tenaga kerja kita,” tutupnya.

Editor: beritapalu
Penulis: Mohammad Imron
Tanggal: 23 April, 2026

Leave a Reply

Seminar Hasil Kajian Spesies Ekosistem Mangrove, Perhutanan Sosial, dan Taman Hutan Raya (Tahura) Sulawesi Tengah yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Fakultas Kehutanan (Fahutan) Untad, Rabu (22/04/2026). (©ROA Sulteng)
Lingkungan

Hasil kajian ekosistem mangrove di kawasan Oncone Raya menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, di mana dari luas sekitar 31,44 hektar, hanya sekitar 18,7% yang masih berupa vegetasi mangrove, sementara 50,3% telah beralih menjadi tambak dan 31% merupakan areal terbuka.

Ketua Tim Kompolnas RI Gufron (kedua kiri) meninjau proses rekrutmen anggota Polri di Palu, Rabu (22/4/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan pemantauan dan pengawasan Seleksi Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda Sulawesi Tengah untuk memastikan seluruh tahapan rekrutmen berjalan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis, Rabu (22/4/2026).