PaluPemkot PaluSulteng

Diwarnai Rintik, Karnaval Budaya HUT 62 Sulteng Berlangsung Meriah

×

Diwarnai Rintik, Karnaval Budaya HUT 62 Sulteng Berlangsung Meriah

Share this article

Gubernur Tekankan BBudaya Sebagai Fondasi Pembangunan

Peserta mengenakan pakaian kreasi pad akarnaval budaya merayakan HUT ke-32 Provinsi SUlteng di Jalan Muh Yamin, Palu, Senin (13/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Peserta mengenakan pakaian kreasi pad akarnaval budaya merayakan HUT ke-32 Provinsi SUlteng di Jalan Muh Yamin, Palu, Senin (13/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu.ID | Meskipun diwarnai dengan rintik hujan, karnaval budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah tetap berlangsung meriah di sepanjang Jalan Moh. Yamin, Kota Palu, Senin (13/4/2026). Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin turut menghadiri kegiatan yang dilepas langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid.

Kegiatan melibatkan berbagai elemen masyarakat dari beragam latar belakang etnis dan budaya. Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa tagline Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kali ini mengusung semangat “Nambaso” sebagai wujud komitmen pembangunan daerah.

Gubernur menjelaskan bahwa “Nambaso” dalam bahasa Kaili berarti besar, namun dalam konteks pembangunan, istilah ini menjadi akronim dari “Anak Miskin Bisa Sekolah”. “Dari semangat tersebut, lahirlah program beasiswa ‘Berani Cerdas’ sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Anwar Hafid.

Budaya Fondasi Pembangunan Daerah

Gubernur menekankan bahwa budaya merupakan fondasi penting dalam membangun daerah yang kuat dan berdaya saing. “Daerah yang ditopang oleh kekuatan kearifan lokal akan menjadi daerah yang kokoh. Semakin maju daerah ini, kita tidak boleh lepas dari akar budaya,” tegasnya.

Melalui momentum peringatan HUT ini, Gubernur berharap seluruh kekayaan budaya Sulawesi Tengah dapat terus dilestarikan. Pemerintah bersama masyarakat terus berupaya merawat keberagaman budaya, mulai dari pakaian adat, kuliner khas, hingga tarian tradisional dari seluruh etnis.

“Karnaval budaya ini tidak hanya merayakan identitas daerah, tetapi juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat,” ujar gubernur.

Dukungan Pemkot Palu

Kehadiran Wakil Wali Kota Palu dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan konkret Pemerintah Kota Palu terhadap upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas daerah di tengah arus modernisasi.

Pelepasan peserta Karnaval Budaya ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Gubernur melalui Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido. Karnaval yang meriah ini menampilkan kekayaan seni dan budaya dari berbagai etnis Sulawesi Tengah, mencerminkan komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya daerah.

Editor: beritapalu
Penulis: Mohammad Imron
Tanggal: 14 April, 2026
Ketu KONI Sulteng Fathur Rahman Razak bersama Wagub Sulteng Reny A Lamdjido pada kejuarana Berani Drag Race dan Drag di Palu beberapa waktu lalu. (©Panitia Drag Bike)
Olahraga

Upaya menekan aksi balap liar di Sulawesi Tengah (Sulteng) kini beralih ke lintasan resmi. Melalui inisiasi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulteng, Muhammad Fatur Razaq, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BERANI Drag Bike & Drag Race siap hadir sebagai wadah profesional bagi talenta muda lokal untuk beradu bakat dengan pembalap nasional.

Kapolda Sulteng, Irjen Pol Endi Sutendi menyampaikan amanat pada upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional di Mapolda Sulteng, Jumat (17/4/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Kepala Polda Sulawesi Tengah Irjen Pol Endi Sutendi menginstruksikan jajarannya mempersiapkan pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026, terutama mengantisipasi potensi aksi terkait rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di salah satu perusahaan pertambangan.

Kaplolda Sulteng, Irjen Pol Endi Sutendi pada pembukaan Rakernis Bidpropam Polda Sulteng di Aula Rupatama Polda Sulteng, Kamis (16/04/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Kapolda Sutleng Irjen Pol Endi Sutendi menyoroti meningkatnya pengawasan masyarakat terhadap kinerja Polri di era keterbukaan informasi. Menurutnya, setiap sikap dan tindakan anggota kini tidak hanya diukur dari kepatuhan hukum, tetapi juga dari dimensi etika, moral, integritas, dan rasa keadilan.