KomunitasPaluPemkot Palu

Pemkot Palu Gandeng Arkom Indonesia, Tata Permukiman Pascabencana Berbasis Komunitas

×

Pemkot Palu Gandeng Arkom Indonesia, Tata Permukiman Pascabencana Berbasis Komunitas

Share this article
Wawali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin dan Direktur Arkom Indonesia Yuli Kusworo menunjukkan naskah MoU usai ditekan di Palu, Jumat (6/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Wawali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin dan Direktur Arkom Indonesia Yuli Kusworo menunjukkan naskah MoU usai ditekan di Palu, Jumat (6/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)

PALU, beritapalu.ID | Pemerintah Kota Palu menjalin kolaborasi dengan Arsitek Komunitas (Arkom)  Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam rangka mendukung program penataan dan pembangunan kawasan permukiman berbasis komunitas, khususnya sebagai bagian dari proses rekonstruksi pascabencana di Kota Palu. Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin di ruang kerjanya, Jumat (6/3/2026).

Direktur Arkom Indonesia, Yuli Kusworo menjelaskan, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari sejumlah program yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kota Palu, termasuk program rekonstruksi pascabencana berbasis komunitas di kawasan Mamboro Perikanan yang mendapat banyak apresiasi karena melibatkan partisipasi masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Program rekonstruksi pascabencana berbasis komunitas yang kami jalankan di kawasan Mamboro Perikanan melalui relokasi mandiri kolektif mendapat banyak apresiasi. Namun demikian, di Kota Palu masih terdapat sejumlah persoalan permukiman yang perlu menjadi perhatian bersama, termasuk masyarakat yang hingga kini masih menempati hunian sementara,” jelas Yuli.

Sebagai langkah awal, Arkom Indonesia berencana memulai program percontohan pada 2026 di kawasan Kampung Baru. Dalam program tersebut, masyarakat akan diorganisir dalam kelompok-kelompok komunitas yang berperan aktif dalam perencanaan penataan kawasan permukiman yang lebih tertata, aman, dan layak huni.

“Ketika masyarakat sudah siap dan terorganisir dengan baik, mereka akan bersama-sama menyusun perencanaan penataan kawasan yang baru. Dengan demikian, berbagai program pembangunan dapat masuk secara lebih terarah dan tepat sasaran,” tambahnya.

Yuli menegaskan, MoU yang ditandatangani bersama Pemkot Palu menjadi payung kerja sama bagi pelaksanaan berbagai program prioritas daerah, khususnya dalam penyediaan rumah layak huni. Sebagai tindak lanjut, kerja sama tersebut akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Tata Ruang, serta perangkat daerah lainnya.

Melalui kolaborasi ini, penataan kawasan permukiman dan peningkatan kualitas hunian masyarakat di Kota Palu diharapkan dapat berjalan lebih optimal dengan menempatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai bagian penting dalam pembangunan kota.

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 7 March, 2026
Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.

Kakanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kuniawan (tengah depan) bersama sejumlah Kepala UPT Pemasyarakatan memberikan keterangan usai pembacaa Ikrar Halinar di halaman Lapas Kelas IIA Palu, Senin (20/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Headline

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng) menggelar Ikrar Zero Halinar (handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba) yang diikuti seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Lapangan Upacara Lapas Kelas IIA Palu, Senin (20/04/2026).