BisnisFoto

Pesona Kain Tenun Donggala

×

Pesona Kain Tenun Donggala

Share this article
Sejumlah model memperagakan busa adari bahan Tenun Donggala pada peluncuran KKST Corner di PGM, Senin (13/1/2025). (Foto: beritapalu.com/bmz)
Sejumlah model memperagakan busa adari bahan Tenun Donggala pada peluncuran KKST Corner di PGM, Senin (13/1/2025). (Foto: beritapalu.com/bmz)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by beritapalu.com (@berita_palu)


MATA pengunjung tertuju ke catwalk yang membelah atrium Palu Grand Mall (PGM), tempat sejumlah model memeragakan busana berbahan kain tenun Donggala, Senin (13/1/2025).

Model-model itu berlenggok dengan ragam corak kain tenun Donggala karya sepenuhnya desainer berbakat, Febry Ferry Fabry.

Di antaranya berdecak kagum, karena kain tenun Donggala yang ikonik sejak dulu itu ternyata bisa didesain sedemikian rupa dan menjadi lebih stylish.

Ia tak sekadar menjadi pakaian formal, tapi menjadi casual dalam berbagai suasana dan kesempatan.

Pagelaran busana itu seolah ingin mengejawantahkan kekhasannya dalam berbagai situasi, sekaligus menyatakan eksistensinya yang seharusnya bisa dikembangkan lebih lauh.

Inisiatif ini diprakarsai oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah dan menjadi pembuka dari berbagai rangkaian kegiatan Karya Kreatif Sulawesi Tengah (KKST) sepanjang 2025 ini.

BI melihat potensi besar di balik kekhasan kain Tenun Donggala. Tak sekadar sebagai kearifan lokal yang perlu dilestarikan. Lebih dari itu, mentrigger pelaku usaha kecil dan menengah kain Tenun Donggala untuk lebih menyeriusinya.

Pre-event ini diharapkan akan mendinamisir potensi itu dan hasilnya diharapkan akan melebihi ekspetasi besar banyak orang, terutama “orang luar”.

Naskah dan foto: Basri Marzuki

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 23 January, 2025
Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.