Koalisi BERAMALPolitik

Paslon BerAmal Tekankan Sikap Santun dan Menjunjung Nilai Demokrasi

×

Paslon BerAmal Tekankan Sikap Santun dan Menjunjung Nilai Demokrasi

Share this article
Calon Gubernur Sulteng nomor urut 1, Ahmad HM Ali menghadiri kampanye terbatas di Kelurahan Bakung, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sabtu (19/10/2024) malam. (Foto: Tim Media Partai Koalisi BERAMAL)
Calon Gubernur Sulteng nomor urut 1, Ahmad HM Ali menghadiri kampanye terbatas di Kelurahan Bakung, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sabtu (19/10/2024) malam. (Foto: Tim Media Partai Koalisi BERAMAL)

PALU, beritapalu | Calon Gubernur Sulawesi Tengah nomor urut 1, Ahmad HM Ali mengajak seluruh partai pendukung, tim sukses, dan para relawan untuk tetap solid dan fokus bekerja demi meraih kemenangan dalam Pilkada yang akan diselenggarakan pada 27 November 2024.

Dalam pertemuan dengan tim pendukung, Ahmad Ali menekankan pentingnya kesatuan langkah dan kerja keras di tengah dinamika politik yang semakin memanas.

Ia menyampaikan bahwa dalam perjuangan politik, akan selalu ada pihak-pihak yang mencoba mengganggu jalannya upaya yang dilakukan tim pemenangan dengan berbagai cara, termasuk penyebaran fitnah dan informasi yang tidak bertanggung jawab.

Namun, menurut Politisi NasDem itu, hal tersebut tidak boleh menjadi penghalang atau mengalihkan perhatian dari tujuan utama.

“Kita tidak perlu pusing dengan fitnah dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka hanya ingin mengganggu fokus kita dalam meraih kemenangan. Jangan dihiraukan. Yang perlu kita lakukan adalah tetap bekerja dengan sepenuh hati dan memusatkan seluruh energi kita untuk menang,” ungkap Ahmad Ali di Palu, Sabtu (16/11/2024.

Mantan anggota DPR RI dua periode juga mengingatkan bahwa kerja tim yang solid dan konsisten adalah kunci keberhasilan dalam memenangkan Pilkada.

Oleh karena itu, Ahmad Ali mengimbau seluruh elemen pendukung untuk mengedepankan program-program kerja nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, ia optimistis bahwa dukungan kepada dirinya dan seluruh tim akan semakin menguat menjelang hari pemungutan suara.

Ahmad Ali menambahkan, bahwa upaya untuk memenangkan hati masyarakat tidak hanya harus dilakukan di lapangan melalui kampanye dan sosialisasi, tetapi juga dengan menunjukkan sikap yang santun dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

Ia berharap seluruh tim pemenangan bisa menjadi contoh dalam berpolitik secara sehat dan tidak terpengaruh oleh provokasi maupun upaya negatif lainnya dari pihak-pihak lawan.

“Kita semua di sini punya misi yang besar. Tetaplah fokus, dan buktikan bahwa kita bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat Sulteng. Dengan bekerja keras dan menjaga solidaritas, kemenangan akan menjadi milik kita semua,” tandas Ahmad Ali. (Tim Media Koalisi BerAmal)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 16 November, 2024
Bugernur Anwar Hafid dan Wagub Reny A Lamadjido pada peringatan setahun memimpin Sulteng di Masjid Baitul Khairaat, Minggu (22/2/2026). (©Humas Pemprov Sulteng)
Palu

Pemprov Sulteng memperingati satu tahun kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido dengan kegiatan doa bersama, dzikir, buka puasa, dan penyaluran lebih dari 5.000 paket sembako kepada masyarakat di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Minggu (22/2/2026).

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng memimpin Apel Gabungan di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (20/2/2026). (©Humas Pemprov Sutleng)
Palu

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan tiga program utama yang harus diselesaikan dalam 100 hari kerja kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur dr. Reny A Lamadjido pada Apel Gabungan di Halaman Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (20/2/2026).

IPC bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi pada konferensi pers tentang wacana pilkada. (©IPC)
Komunitas

Indonesian Parliamentary Center bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi menilai wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah secara tidak langsung sebagai langkah mundur bagi demokrasi Indonesia yang berisiko mempersempit kedaulatan rakyat dan memperkuat dominasi elite politik.