Koalisi BERAMALPolitik

Kampanye AA-AKA di Ulujadi, Pemberdayaan UMKM dan Kesehatan Gratis

×

Kampanye AA-AKA di Ulujadi, Pemberdayaan UMKM dan Kesehatan Gratis

Share this article
Kampanye calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Ahmad Ali - Abdul Karim Aljufri, di Jalan Ketimun, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Pada Kamis, 24 Oktober 2024. (Foto: Tim Media Partai Koalisi BERAMAL)
Kampanye calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Ahmad Ali - Abdul Karim Aljufri, di Jalan Ketimun, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Pada Kamis, 24 Oktober 2024. (Foto: Tim Media Partai Koalisi BERAMAL)

PALU, beritapalu | Kampanye terbatas untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, Ahmad Ali – Abdul Karim Aljufri (AA-AKA) berlangsung di Jalan Ketimun, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Kamis, (24/10/2024).

Kampanye yang dihadiri oleh 187 peserta ini banyak menarik perhatian, terutama dari kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Juru kampanye dari Partai NasDem, Saadon Lawira bersama Dedi Irawan dan Aci the Box menyampaikan pesan utama tentang pemberdayaan UMKM dan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Saadon Lawira menekankan pentingnya mendukung program-program yang memajukan kesejahteraan UMKM sebagai pilar pembangunan daerah.

Ia juga menyampaikan janji kampanye untuk menyediakan fasilitas yang lebih baik bagi UMKM serta menciptakan 10 ribu lapangan kerja baru di sektor-sektor produktif.

Selain itu, kesehatan gratis menjadi fokus utama dengan janji bahwa program tersebut akan berjalan tanpa hambatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“UMKM adalah kekuatan ekonomi yang harus kita dorong ke depan. Kami berkomitmen untuk memfasilitasi mereka dengan segala kebutuhan agar lebih maju,” ujar Saadon.

Dedi Irawan dan Aci Kharisma, vokalis band The Box, juga turut memberikan orasi. Mereka menyebut pasangan Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri sebagai solusi bagi pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah, terutama melalui penguatan UMKM.

“Dukungan penuh terhadap sektor UMKM dianggap sebagai kunci utama dalam memperkuat ekonomi di kawasan perkotaan seperti Ulujadi,” tambah Dedi Irawan.

Respon masyarakat dalam kampanye ini sangat positif. Para peserta menyatakan kegembiraan atas program-program yang ditawarkan oleh pasangan calon, terutama terkait kesejahteraan UMKM dan kesehatan gratis.

Selain itu, warga di Jalan Ketimun mengungkapkan harapan mereka akan perbaikan infrastruktur, seperti tambahan tiang listrik dan perbaikan saluran drainase yang rusak.

“Kami berharap program pendidikan gratis dan perbaikan infrastruktur bisa segera terealisasi, khususnya untuk membantu para penjual di Pasar Impres,” ujar salah seorang peserta kampanye.

Dengan dukungan yang kuat dari pelaku UMKM dan janji-janji kampanye yang menyentuh kebutuhan dasar warga, kampanye di Ulujadi ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi pembangunan di Kota Palu.(Tim Media Koalisi BERAMAL)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 24 October, 2024
Bugernur Anwar Hafid dan Wagub Reny A Lamadjido pada peringatan setahun memimpin Sulteng di Masjid Baitul Khairaat, Minggu (22/2/2026). (©Humas Pemprov Sulteng)
Palu

Pemprov Sulteng memperingati satu tahun kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido dengan kegiatan doa bersama, dzikir, buka puasa, dan penyaluran lebih dari 5.000 paket sembako kepada masyarakat di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Minggu (22/2/2026).

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng memimpin Apel Gabungan di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (20/2/2026). (©Humas Pemprov Sutleng)
Palu

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan tiga program utama yang harus diselesaikan dalam 100 hari kerja kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur dr. Reny A Lamadjido pada Apel Gabungan di Halaman Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (20/2/2026).

IPC bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi pada konferensi pers tentang wacana pilkada. (©IPC)
Komunitas

Indonesian Parliamentary Center bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi menilai wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah secara tidak langsung sebagai langkah mundur bagi demokrasi Indonesia yang berisiko mempersempit kedaulatan rakyat dan memperkuat dominasi elite politik.