Lingkungan

Kelola Reklamasi Tambang Berkelanjutan, KLHK Ganjar PT Vale dengan Penghargaan

×

Kelola Reklamasi Tambang Berkelanjutan, KLHK Ganjar PT Vale dengan Penghargaan

Share this article
Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar (kiri) menyerahkan sertifikat penghargaan kepada CEO PT Vale Febriany Eddy di Jakarta, Kamis (16/3/2023). (Foto: HO-PT Vale)
Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar (kiri) menyerahkan sertifikat penghargaan kepada CEO PT Vale Febriany Eddy di Jakarta, Kamis (16/3/2023). (Foto: HO-PT Vale)

JAKARTA, beritapalu | PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menerima penghargaan  sebagai mitra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  terbaik tahun 2023 sebagai pemegang PPKH dengan Komitmen Keberlanjutan Rehabilitasi DAS dan Reklamasi.

Penghargaan untuk PT Vale diberikan pada acara Penganugerahan Penghargaan ASN KLHK Berprestasi dan Mitra KLHK dalam rangkaian peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-40, Kamis (16/3/2023) di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

CEO PT Vale  Febriany Eddy menerima langsung piagam penghargaan tersebut dari Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar.

Rehabilitasi lahan adalah bagian dari komitmen PT Vale dalam melaksanakan praktik pertambangan yang baik. Secara total, PT Vale Indonesia telah melakukan rehabilitasi lahan lebih dari 16 ribu hektar di tiga provinsi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Jawa Barat hingga tahun 2023.

Di area operasi, PT Vale memastikan pemeliharaan keanekaragaman hayati, dengan hadirnya fasilitas pusat persemaian, hingga rencana penangkaran kupu-kupu endemik.

CEO PT Vale, Febriany Eddy mengatakan, penghargaan ini bukan hanya menjadi tanda kehormatan bagi PT Vale Indonesia, tetapi juga sebagai pengingat bagi perseroan untuk terus mengedepankan praktik pertambangan berkelanjutan pada seluruh lini bisnis.

“Terima kasih atas penghargaan yang diberikan KLHK, tentunya hal ini semakin memacu kami untuk terus menerapkan praktek pertambangan yang baik diseluruh area operasional. Hal ini juga sejalan dengan nilai-nilai perusahaan menghargai bumi dan masyarakat,” katanya.

“Mari terus berkolaborasi untuk dapat terus menjaga keberlangsungan lingkungan hidup di Indonesia, karena bagi kami tidak ada masa depan tanpa pertambangan dan tidak ada pertambangan  tanpa peduli terhadap keberlanjutan salah satunya terhadap lingkungan,” tuturnya. (afd/*)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 17 March, 2023
Seminar Hasil Kajian Spesies Ekosistem Mangrove, Perhutanan Sosial, dan Taman Hutan Raya (Tahura) Sulawesi Tengah yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Fakultas Kehutanan (Fahutan) Untad, Rabu (22/04/2026). (©ROA Sulteng)
Lingkungan

Hasil kajian ekosistem mangrove di kawasan Oncone Raya menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, di mana dari luas sekitar 31,44 hektar, hanya sekitar 18,7% yang masih berupa vegetasi mangrove, sementara 50,3% telah beralih menjadi tambak dan 31% merupakan areal terbuka.