FotoMorowaliTravel

“Membuang” Mantan di Air Terjun Veranomata

×

“Membuang” Mantan di Air Terjun Veranomata

Share this article
bmzIMAGES/Basri Marzuki

 

View this post on Instagram

 

A post shared by beritapalu.com (@berita_palu)


PERNAH mendengar nama air terjun Veranomata..? Ya.. ini adalah obyek wisata air terjun yang terletak di Desa Ipi, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Kawasan ini dapat dicapai dengan 45 menit berkendara roda dua atau empat dari pusat ibukota Kabupaten Morowali. Jalannya setengah mulus beraspal tapi setengahnya lagi batuan berkerikil.

Obyek wisata alam ini dikelola oleh BUMDes setempat. Tarif masuk sebesar Rp5.000 per orang, sudah termasuk ongkos parkir kendaraan. Selain gazebo, jalan setapak, aula pertemuan, jajanan kuliner, di dalamnya juga disediakan ruang ganti bagi yang mandi-mandi.

Curug yang terdapat di air terjun ini bertingkat, mulai dari ketinggian 2 meter hingga yang tertinggi mencapai 20 meter. Mencapai curug tertingi harus melewati jalan setapak dalam hutan.

Obyek ini terbilang masih sangat  asri dengan pemandangan alam sekitar. Vegetasi pepohonan yang melingkarinya masih sangat rapat, meskipun sampah-sampah juga membersamai di sekitarnya.

Selain mandi dan berlompatan di air terjun, bermain mini arung jeram dengan ban dalam juga dapat dilakukan di tempat ini. Sayangnya, saat itu baru saja hujan sehingga airnya yang jernih berubah jadi keruh.

“Buanglah Mantan pada Tempatnya”, begitu salah satu tulisan yang dipampang pada sebuah pohon. Tapi sekelompok pengunjung datang bersama keluarganya, termasuk bebeberapa pasangan anak muda.

Entahlah, apakah anak muda itu akan memantankan pasangannya dan benar-benar membuangnya di air terjun Veranomata yang memiliki arti Air Mata itu. Wallahu alam.

Naskah dan foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 20 February, 2023
Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menaiki bus TransPalu untuk menumpang ke kantor di salah satu halte bus di Palu. Sulawesi Tengah, Selasa (14/4/2026). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Editorial

Perubahan besar terjadi di halte-halte Bus TransPalu Kota Palu sejak awal minggu ini. Tempat-tempat yang biasanya sepi, kini dipenuhi puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengantre dengan sabar menunggu bus tiba.

Warga mengambil Burasa untuk disantap pada Lebaran Burasa di Masjid At-Tauhid, Kayumalue Ngapa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Malam itu, aroma santan menguar dari balik lipatan daun pisang yang tersusun rapi di atas nampan-nampan. Di dalam Masjid At-Tauhid, Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kota Palu, puluhan warga duduk bersila di atas karpet hijau, bahu-membahu, piring-piring kecil berjajar di hadapan mereka.

Warga membeli ikan cakalang di Pasar inpres Manonda, Selasa (24/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Bisnis

Suasana Pasar Manonda di hari keempat pascalebaran sudah ramai seperti biasa. Meja-meja lapak basah berjejer, dipenuhi ikan segar yang mengilap terkena cahaya lampu. Di antara kerumunan pembeli, Eni berjalan pelan, matanya menyapu deretan ikan laut yang tersusun rapi.