Foto

Line Dance yang Tak Kenal Umur  

×

Line Dance yang Tak Kenal Umur  

Share this article
Salah satu tim peserta memainkan senam dansa (line dance) pada kompetisi line dance di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (19/5/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Salah satu tim peserta memainkan senam dansa (line dance) pada kompetisi line dance di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (19/5/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by beritapalu.com (@berita_palu)

ARENA di depan panggung di kawasan Taman GOR Palu sudah dikosongkan, host lalu memanggil tim berikutnya untuk menampilkan line dancenya. Delapan orang kemudian berbaris rapi masuk arena, lima perempuan dan tiga pria.

Arena menjadi riuh oleh teriakan penonton yang memadati kompetisi line dance itu, bagaimana tidak, tim yang satu ini terbilang unik. Hampir seluruh anggota timnya nyaris lansia di atas 60 tahun.

Tapi gemuruh teriakan itu sontak mereda ketika tim ini menunjukkan performanya. Meski bisa disebut sudah “kakek dan nenek”, namun mereka tak kalah dengan yang masih muda-muda. Gerakannya begitu seimbang, energik, dan sangat menghibur.

Penonton “terhipnotis” dengan performa yang ditunjukkannya, tidak ada gerakan dalam irama mengundang goyang yang salah. Juri pun terbelalak dengan penampilan para tua itu.

“Umur boleh tua, tapi stamina tetap muda,” celetuk seorang penonton dari belakang menanggapi penampilan tim tersebut. Dan benar saja, usai mempertontonkan kelihaian timnya ber-line dance, gemuruh tepuk tangan menjadi tak terbendung.

Begitu sekelumit keseruan kompetisi line dance yang digelar di Taman GOR Palu, Minggu (18/5/2024). Kompetisi itu adalah bagian dari Festival Sangganipa atau secara harfiah berarti festival “Satu Kali lagi”.

Line dance tidak memandang umur, bahkan tak sedikit orang-orang yang jika usianya menginjak ke masa yang tidak muda lagi memilih olahraga senam dansa ini sebagai wahana membugarkan fisik, gerakannya dinasmi, berirama, dan menyenangkan.

Sedikitnya 15 tim peserta yang ambil bagian pada kompetisi itu dan Sebagian besarnya adalah kalangan “tua”. Satu-satunya tim termuda adalah kelompok mahasiswa yang tampil terakhir.

Line dance memang tidak kenal umur, bahkan bisa jadi menjadi pilihan bagi yang berumur tidak lagi muda. (bmz)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 19 May, 2024
Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menaiki bus TransPalu untuk menumpang ke kantor di salah satu halte bus di Palu. Sulawesi Tengah, Selasa (14/4/2026). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Editorial

Perubahan besar terjadi di halte-halte Bus TransPalu Kota Palu sejak awal minggu ini. Tempat-tempat yang biasanya sepi, kini dipenuhi puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengantre dengan sabar menunggu bus tiba.

Warga mengambil Burasa untuk disantap pada Lebaran Burasa di Masjid At-Tauhid, Kayumalue Ngapa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Malam itu, aroma santan menguar dari balik lipatan daun pisang yang tersusun rapi di atas nampan-nampan. Di dalam Masjid At-Tauhid, Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kota Palu, puluhan warga duduk bersila di atas karpet hijau, bahu-membahu, piring-piring kecil berjajar di hadapan mereka.

Warga membeli ikan cakalang di Pasar inpres Manonda, Selasa (24/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Bisnis

Suasana Pasar Manonda di hari keempat pascalebaran sudah ramai seperti biasa. Meja-meja lapak basah berjejer, dipenuhi ikan segar yang mengilap terkena cahaya lampu. Di antara kerumunan pembeli, Eni berjalan pelan, matanya menyapu deretan ikan laut yang tersusun rapi.

Pedagang menyiapkan dagangannya di Pasar Tradisional Dolo, Sigi, Selasa (24/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Bisnis

Matahari belum sepenuhnya naik ketika lapak-lapak di Pasar Tradisional Dolo sudah ramai. Para pedagang menggelar dagangan mereka di atas terpal aneka warna, menata sayuran segar, rempah-rempah, dan buah-buahan dengan cara yang sudah dilakukan bertahun-tahun lamanya — sederhana, tanpa banyak dekorasi, tapi semuanya tampak dan tercium segar.

Sejumlah warga berisap menaiki bus TransPalu di Palu, Senin (23/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Tidak perlu khawatir soal ongkos, dan tidak perlu pusing soal bensin. Selama tiga hari libur Lebaran — 22 hingga 24 Maret 2026 — bus TransPalu melayani warga Kota Palu sepenuhnya gratis. Cukup tunggu di halte, naik, dan nikmati perjalanan keliling kota sepuasanya.