beritapalu.id
Friday, 23 Jan 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
DonggalaInspirasiLingkungan

Inisiatif Positif Tanam Mangrove di Pulau Pangalasiang

Published: 9 June, 2024
Share
Seorang pelajar menunjukkan propagul atau bibit pohon bakau sebelum ditanam di pesisir pantai Pulau Pangalasiang, Sojol, Donggala, Sulawesi tengah, Sabtu (8/6/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Seorang pelajar menunjukkan propagul atau bibit pohon bakau sebelum ditanam di pesisir pantai Pulau Pangalasiang, Sojol, Donggala, Sulawesi tengah, Sabtu (8/6/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
SHARE

DONGGALA, beritapalu | Puluhan warga yang di dalamnya mencakup tokoh masyarakat, remaja masjid, pelajar dari tingkat SD hingga SMA, dan mahasiswa magang melakukan penanaman bibit pohon bakau di pesisir pantai Pulau Pangalasiang, Kecamatan Sojol, Donggala, Slawesi Tengah, Sabtu (8/6/2024).

Penanaman mangrove itu tidak semata karena bertepatan dengan peringatan Hari Laut Sedunia atau World Ocean Day yang diperingati setiap 8 Juni, lebih dari itu, aksi itu merupakan salah satu bentuk kepedulian dan kesadaran warga setempat akan ancaman abrasi dan degradasi lingkungan di pulau yang memiliki luasan sekitar 14 hektare itu.

Sedikitnya 500 propagul (bibit pohon bakau) ditancapkan ke area pesisir oleh kelompok warga di hari itu. Tapi sebelumnya, mereka juga bahkan sudah menanam lebih dari 2.400 propagul tidak jauh dari lokasi penanaman hari ini.

Yayasan Rumah Bahari Gemilang (Rubalang) dan Arkom Palu menjadi inisiator dari aksi itu. Mahasiswa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kemendikbudristek melalui PT Amati Karya Indonesia yang juga melakukan pendidikan magang di pulau itu mengklopkan aksi yang baru pertama kali dilaksanakan di pulau berpenghuni lebih dari 300 Kepala Keluarga atau sekitar 1000 jiwa itu.

BACA JUGA:  Rubalang Inisiasi Riset Sampah Laut dan Aksi Bersih Pantai Teluk Palu
Fasilitator dari Yayasan Rubalang menunjukkan cara menanam mangrove sebelum kegiatan penanaman dilakukan di pesisir pantai Pulau Pangalasiang, Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (8/6/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Fasilitator dari Yayasan Rubalang menunjukkan cara menanam mangrove sebelum kegiatan penanaman dilakukan di pesisir pantai Pulau Pangalasiang, Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (8/6/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Warga setempat sangat antusias melakukan penanaman itu. Bagaimana tidak, baru kali ini mereka mengetahui dan menyadari jika mangrove begitu berguna untuk melindungi pulau tempat mereka menambatkan kehidupannya itu.

“Sebelumnya ada nonton bareng tentang mangrove yang digelar Rubalang di tempat ini. Dari situ baru kami tahu kalau ternyata mangrove itu tidak boleh ditebang untuk dijadikan bahan bakar, karena fungsinya untuk melindungi pantai dan pulau,” aku Wadi, seorang tokoh perempuan di pulau itu.

Menyadari manfaat mangrove itu dan sebagai tokoh masyarakat setempat, Wadi menjadi bagian dari kampanye pelestarian lingkungan di wilayah itu. Tak hanya mengajak orang-orang tua untuk terlibat di dalamnya, remaja masjid dimana dirinya menjadi Pembina juga di ajak serta, pun termasuk para pelajar SD dan SMP yang ada di pulau tersebut.

“Ya, ini baru pertama kali, karena baru kami tahu kalau mangrove ada gunanya,” aku Herlita, ketua Remaja Masjid (Risma) Khoiru Ummah Pulau Pangalasiang.

Bagi Herlita, menanam mangrove oleh kalangan anggota Risma bukanlah hal yang tabu. Herlita menegaskan, Risma dalam kegiatannya tidak harus melulu tentang kegiatan keagamaan. Menanam mangrove adalah bagian tak terpisahkan dari Risma itu sendiri. Ia bahkan menegaskan, kecintaan terhadap lingkungan adalah bagian yang seharusnya ada pada setiap diri para anggota Risma.

BACA JUGA:  FKPAPT Tanam 1.000 Mangrove, Tegaskan Komitmen untuk Pesisir Teluk Tomini

Direktur Yayasan Rubalang, Moh Tofan Saputra menyebutkan, inisiasi penanaman mangrove di Pulau Pangalasiang itu dilakukan setelah sebelumnya dilaksanakan assessment. Wilayah Pulau Pangalasiang nyaris tak tersentuh dengan aksi-aksi penyadaran masyarakat akan lingkungan. Padahal menurutnya, potensi besar tersimpan di wilayah itu.

“Kebetulan ada program magang MBKM dari Kemendikbudristek melalui PT Amati Karya Indonesia, maka kami bersama Arkom Palu menggagas kegiatan ini yang tentu saja setelah menggalang dukungan masyarakat setempat,” jelas Tofan.

Warga bersama mahasiswa magang membersihkan pesisir pantai Pulau Pangalasiang, Donggala, Minggu (9/6/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Warga bersama mahasiswa magang membersihkan pesisir pantai Pulau Pangalasiang, Donggala, Minggu (9/6/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Pulau Pangalasiang menurut Tofan memiliki potensi besar untuk dikembangkan baik sebagai kawasan ekonomi maupun wisata pesisir yang ramah terhadap lingkungan dan berbasis  partisipasi masyarakat. Masyarakat setempat dinilai cukup ‘wellcome’ terhadap perubahan.

“Ada 10 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang melakukan magang di tempat ini dan fokusnya pada pendidikan konservasi. Kami bersyukur karena pola pemagangan dengan sistem bapak angkat cukup diterima baik,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kapolda Sulteng Tinjau Pembangunan Jembatan Sementara di Donggala

Program magang itu berlangsung selama empat bulan dan sejak diluncurkannya tidak ditemukan kendala yang cukup berarti. Sebaliknya, harmonisasi antara mahasiswa dengan pola bapak angkat itu memberikan hasil yang cukup memuaskan.

“Saya melihat sendiri bagaimana harmonisasi dan transfer wawasan itu terjadi antara mahasiswa magang dengan bapak angkat dan lingkungan sekitarnya, tak terkecuali pada kegiatan penanaman mangrove ini,” aku Tofan.

Tofan bahkan mengaku sedang membuat grand design untuk menjadikan Pulau Pangalasiang sebagai Pilot Project lingkungan pesisir dalam program kerjanya ke depan.

Sementara itu, masih dalam rangkaian peringatan Hari Laut Sedunia, segenap komponen masyarakat setempat bersama TNI turun langsung melaksanakan kegiatan bersih-bersih Pantai di sepanjang pulau tersebut.

Kegiatan bersih-bersih yang juga baru pertama kali digelar itu sekaligus mendesak kesadaran warga kembali tentang pentingnya kebersihan. Selama ini, jamak terjadi membuang sampah ke laut.

“Ini juga menjadi bahan masukan kepada pihak terkait untuk membantu menyediakan fasilitas pembuangan sampah agar masyarakat yang mulai sadar tentang lingkungan tidak lagi membuang sampahnya ke laut,” imbuh Tofan. (bmz)

Editor: beritapalu

TAGGED:abrasiarkom palubakauhari laut seduniakampus merdekamahasiswa magangpangalasiangrubalangtanam mangroveworld ocean day
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Ilustrasi pendidikan hijau di sekolah. (Galih Yoga Wicaksono/Shutterstock.com) UNESCO Luncurkan Inisiatif Baru untuk ‘Hijaukan Pendidikan’ di Sekolah
Next Article Para pemenang UN Women Indonesia WEPs Awards 2022 dari perusahaan dan sektor bisnis atas inisiatifnya dalam mendorong kesetaraan gender di tempat kerja, pasar, dan komunitas. (Foto: UN Women Indonesia) Dibuka Pendaftaran Women’s Empowerment Principles Awards 2024

Berita Terbaru

©Bateman Production
Bisnis

Bateman Production Gelar “Rock to Cafe” di 168 House Akhir Januari

23 January, 2026
Bupati Donggala Vera A Laruni di depan massa unjuk rasa, Kamis (22/1/2026)(. (©Humas Pemkab Donggala)
Donggala

Pemkab Donggala Dukung Kapal Pelni Kembali Beroperasi di Pelabuhan Donggala

23 January, 2026
Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung, Maros, Juma t(23/1/2026). ( ©Basarnas Makassar)
Headline

Operasi SAR Pesawat ATR 42-500: 10 Paket Korban Ditemukan

23 January, 2026
Sejumlah warga Filipina yang diselamatkan oleh nelayan di Buol, Kamis (22/1/2026). (©Huams Porles Buol)
Buol

Nelayan Buol Selamatkan 15 WNA Filipina yang Hanyut 13 Hari di Laut

23 January, 2026
Petani dari Serikat Petani Pasundan (SPP) melakukan aksi solidaritas atas perjuangan Masyarakat Adat Tano Batak dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Senin (16/7/2025). (©KPA)
Komunitas

KPA Apresiasi Pencabutan Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan di Sumatera

23 January, 2026

Berita Populer

Foto

10 Pemuda Cetuskan Kawasan Wisata Alam Buntiede di Desa Padende

25 October, 2021

Pelaku Pembunuhan di Taman Ria Akhirnya Ditangkap Polisi

28 July, 2021
Komunitas

Tak Ada Perempuan, Sikola Mombine “Gugat” SK Penetapan Anggota KPID Sulteng

10 January, 2022
Morowali Utara

Perahu Terbalik Dibawa Arus, Seorang Warga masih Dicari

14 December, 2021
Parigi Moutong

Banjir di Sidoan Barat Seret Seorang Warga

3 January, 2022

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Foto bersama usai pembuaan workshop Sitem Kesehatan dan perubahan iklim di Palu, Jumat (23/1/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Lingkungan

Workshop Ketahanan Sistem Kesehatan: Perubahan Iklim Ancam Kesehatan

beritapalu
Foto bersama Bupati Donggala dengan pimpinan OMS usai audiensi di Donggala, Kamis (22/1/2026). (©Sikola Mombine)
Donggala

Bupati Donggala Sambut Baik Inisiatif Pembentukan Forum Multi Pihak

beritapalu
Warga memancing di dekat tumpukan sampah di pesisir Teluk Palu, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (20/1/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Foto

Jorok, Muara Sungai Palu Ditumpuki Sampah

beritapalu
Ilustrasi tanaman mangrove. (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Lingkungan

Tambang Pasir di Touna Diduga Rusak Ekosistem Mangrove

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?