LingkunganPendidikan

Ini Sekolah di Sulteng yang Dinilai Peduli pada Lingkungan 

×

Ini Sekolah di Sulteng yang Dinilai Peduli pada Lingkungan 

Share this article
Penyerahan piagam penghargaan kepada sekolah yang dinilai peduli terhadap lingkungan, Jumat (18/2/2022). (Foto: Humas Pemprov Sutleng)
Penyerahan piagam penghargaan kepada sekolah yang dinilai peduli terhadap lingkungan, Jumat (18/2/2022). (Foto: Humas Pemprov Sutleng)

PALU, beritapalu | Sejumlah sekolah di wilayah Sulawesi Tengah diberi penghargaan berupa tropi Adiwiyata karena dinilai peduli terhadap lingkungan. 

Sekolah-sekolah tersebut masing-masing SD Unggul Putra Kaili Permata Bangsa Palu, Madrasah Tsanawyah Alkhairaat Buluri Palu, SMP N 6 Palu, SMP N 7 Palu, Madrasah Aliyah N egeri 1 Sausu Parigi Moutong, dan SMK N I Toribulu Parigi Moutong. 

Kepedulian pada lingkungan itu dinilai dalam suatu lomba sadar lingkungan yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulteng dengan beberapa kriteria seperti ramah lingkungan, kehidupan sehari-hari di sekolah, sampah, keterseidaan bank sampah dis ekolah, edukasi pada siswa yang melahirkan budaya ramah lingkungan. 

Kepala DLH Sulteng Sadly Lesnusa menyerahkan langsung tropi Adiwiyata tersebut kepada perwakilan setiap sekolah pemenang.  

Sementara itu, Pj. Sekda Provinsi Faisal Mangmewakili Gubernur mengatakan, edukasi ramah lingkungan yang dilakukan harus berkelanjutan, tidak hanya pada saat penilaian tetapi berkelanjutan dan diharapkan dapat dilaksanakan pada semua  sekolah. 

“Kalau edukasi terus dilakukan kepada anak sekolah kita, pasti ke depan budaya ramah terhadap lingkungan akan bisa terwujud secara berkelanjutan,” sebut Faisal. (afd/*) 

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 18 February, 2022
Seminar Hasil Kajian Spesies Ekosistem Mangrove, Perhutanan Sosial, dan Taman Hutan Raya (Tahura) Sulawesi Tengah yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Fakultas Kehutanan (Fahutan) Untad, Rabu (22/04/2026). (©ROA Sulteng)
Lingkungan

Hasil kajian ekosistem mangrove di kawasan Oncone Raya menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, di mana dari luas sekitar 31,44 hektar, hanya sekitar 18,7% yang masih berupa vegetasi mangrove, sementara 50,3% telah beralih menjadi tambak dan 31% merupakan areal terbuka.

Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.