FotoOlahraga

Dari Kejurnas Anggar 2025 di Palu: Menusuk Tubuh, Merintis Prestasi

×

Dari Kejurnas Anggar 2025 di Palu: Menusuk Tubuh, Merintis Prestasi

Share this article
Dua peanggar saling menyerang pada Kejurnas Anggar 2025 di GBK Palu, Selasa (18/11/2025). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Dua peanggar saling menyerang pada Kejurnas Anggar 2025 di GBK Palu, Selasa (18/11/2025). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu.ID | Kota Palu sedang menjadi panggung bagi Kejuaraan Nasional Anggar 2025 — sebuah momen yang lebih dari sekadar adu teknik; ini peluang emas bagi Sulawesi Tengah untuk menata kembali ambisinya di cabang yang penuh ketepatan ini. Kejurnas menampilkan 154 atlet dari 16 provinsi, termasuk 39 wakil tuan rumah yang turun untuk pertama kali ketika Sulteng menjadi tuan rumah event berskala nasional.

Di lapangan, anggar memperlihatkan dua hal sekaligus: estetika gerak yang serupa tarian dan ketegangan momen yang bisa mengubah nasib dalam seujung pedang. Gelora Bumi Kaktus Andiraga Pettalolo dipenuhi suara peluit, gesekan kaki, dan tepuk tangan penonton — atmosfer yang menegaskan bahwa Palu siap menyelenggarakan kompetisi berkelas dan memfasilitasi persiapan atlet menuju panggung yang lebih besar. Kejurnas ini sekaligus dipakai sebagai seleksi menuju Asian Fencing Championships 2026, sehingga taruhannya tidak hanya medali, melainkan tiket untuk beradu di kancah Asia.

Bagi Sulawesi Tengah, momentum seperti ini penting karena membuka ruang bagi pembinaan yang lebih sistematis: pelatihan usia dini, peningkatan kapasitas pelatih, dan akses ke kompetisi tingkat nasional. Pemerintah daerah dan pengurus cabang menyuarakan komitmen untuk memanfaatkan momentum tuan rumah agar lahir atlet-atlet yang mampu berkiprah lebih tinggi. Media lokal menyorotnya sebagai titik awal pembinaan yang serius, bukan sekadar seremoni pembukaan.

Catatan historis juga memberi konteks: atlet anggar Sulteng pernah tampil di PON, dengan nama seperti Diva Rahma Yunita yang telah berlaga di nomor foil. Pengalaman PON memberi bukti bahwa potensi itu ada; sekarang yang dibutuhkan adalah kontinuitas dan dukungan agar potensi itu berbuah prestasi konsisten.

Tulisan feature ini ingin menggugah pembaca: dukungan bukan hanya tugas pemerintah atau federasi, melainkan juga komunitas — klub, sekolah, pelatih, dan sponsor lokal. Jadikan Kejurnas 2025 bukan sekadar peristiwa satu kali, tetapi pijakan untuk program jangka panjang: beasiswa atlet muda, kalender kompetisi regional, dan akses alat serta fasilitas latihan yang memadai. Ketika tusukan pertama pada arena di Palu membawa pengalaman, tusukan-tusukan berikutnya akan mengukir medali yang nyata.

Bila Anda pembaca yang peduli, kunjungi arena, dukung kontingen lokal, atau dorong lembaga pendidikan setempat untuk mengenalkan anggar sebagai cabang yang membentuk disiplin dan mental juang. Palu sudah membuka pintu. Kini giliran kita membantu menuntun atlet Sulawesi Tengah melangkah dari tuan rumah menjadi juara.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by beritapalu.ID (@beritapalu_id)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 21 November, 2025
Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.

Ketu KONI Sulteng Fathur Rahman Razak bersama Wagub Sulteng Reny A Lamdjido pada kejuarana Berani Drag Race dan Drag di Palu beberapa waktu lalu. (©Panitia Drag Bike)
Olahraga

Upaya menekan aksi balap liar di Sulawesi Tengah (Sulteng) kini beralih ke lintasan resmi. Melalui inisiasi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulteng, Muhammad Fatur Razaq, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BERANI Drag Bike & Drag Race siap hadir sebagai wadah profesional bagi talenta muda lokal untuk beradu bakat dengan pembalap nasional.

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menaiki bus TransPalu untuk menumpang ke kantor di salah satu halte bus di Palu. Sulawesi Tengah, Selasa (14/4/2026). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Editorial

Perubahan besar terjadi di halte-halte Bus TransPalu Kota Palu sejak awal minggu ini. Tempat-tempat yang biasanya sepi, kini dipenuhi puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengantre dengan sabar menunggu bus tiba.