BisnisLingkunganMorowali

PT IMIP Mulai Dorong Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

×

PT IMIP Mulai Dorong Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

Share this article
Pemasangan panel surya oleh PT Tsingshan di kawasan PT IMIP di Morowali, belum lama ini. (Foto: HO-PT IMIP)
Pemasangan panel surya oleh PT Tsingshan di kawasan PT IMIP di Morowali, belum lama ini. (Foto: HO-PT IMIP)

MOROWALI, beritapalu | Berbagai cara telah dilakukan oleh PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) untuk mendorong pemanfaatan energi bersih khususnya di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan pancaran sinar matahari yang melimpah di Bumi Tepe Asa Moroso dan memanfaatkan limbah cair.

Kawasan Industri IMIP bersama PT Tsinghsan sebagai salah satu tenant, saat ini sedang membangun PLTS di atas jalur kanal Fatufia yang melintasi sejumlah titik di dalam kawasan.

Kanal Fatufia di dalam kawasan IMIP selama ini difungsikan untuk mengalirkan air bahang. Air bahang adalah air laut yang telah digunakan untuk mendinginkan mesin PLTU dan dibuang kembali ke laut.

Untuk sementara ini, jumlah panel surya yang terpasang di PLTS kanal Fatufia sebanyak 2.190 unit. Program ini juga merupakan bagian dari upaya mendukung target Indonesia mencapai nol emisi bersih atau Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

“Pekerjaan dalam pembangunan PLTS kanal Fatufia masih sementara berlangsung. Kami menargetkan akan segera beroperasi pada awal tahun 2025. Proyek ini juga merupakan pemanfaatan lahan di dalam kawasan industri IMIP untuk upaya mengurangi emisi karbon,” ungkap Faldy Pratama La’lang, engineer Departemen Environment PT Tsinghsan, belum lama ini.

Energi sistem PLTS kanal Fatufia bersumber dari radiasi matahari, melalui konversi sel fotovoltaik dan limbah cair atau air bahang.

Seiring dengan hal tersebut, Faldy menyampaikan bahwa luas pemanfaatan lahan dalam pembangunan PLTS kanal Fatufia itu 4.386 meter persegi dengan panjang 255 meter dan lebar 17.2 meter.

Dengan jumlah panel 2.190 unit, diperkirakan kapasitas energi yang dihasilkan PLTS kanal Fatufia kurang lebih 1,27 MegaWatt peak (mWp), dengan spesifikasi output memiliki tegangan 4 phase 300 Kilowatt.

Adapun pemanfaatan dari aliran energi yang ramah lingkungan tersebut akan digunakan di Gedung perkantoran dan area untuk industri di beberapa perusahaan yang ada di dalam kawasan IMIP.

Langkah itu dinilai cukup positif karena dari berbagai sumber disebutkan, PLTU Captive yang bersumber dari bahan fosil batubara masih mendominasi sumber energi kawasan industri tersebut. (afd/*)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 27 December, 2024
Seminar Hasil Kajian Spesies Ekosistem Mangrove, Perhutanan Sosial, dan Taman Hutan Raya (Tahura) Sulawesi Tengah yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Fakultas Kehutanan (Fahutan) Untad, Rabu (22/04/2026). (©ROA Sulteng)
Lingkungan

Hasil kajian ekosistem mangrove di kawasan Oncone Raya menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, di mana dari luas sekitar 31,44 hektar, hanya sekitar 18,7% yang masih berupa vegetasi mangrove, sementara 50,3% telah beralih menjadi tambak dan 31% merupakan areal terbuka.