HANDALPolitik

Ratusan Anak Muda Palu Deklarasikan Dukungan Kepada Handal

×

Ratusan Anak Muda Palu Deklarasikan Dukungan Kepada Handal

Share this article
Suasana diskusi terbuka antara ratusan anak muda dengan paslon Hidayat-Andi Nur B Lamakarate di Kafe Pijakan, Lalove, Palu, Sabtu (16/11/2024). (Foto: Tim Media Handal)
Suasana diskusi terbuka antara ratusan anak muda dengan paslon Hidayat-Andi Nur B Lamakarate di Kafe Pijakan, Lalove, Palu, Sabtu (16/11/2024). (Foto: Tim Media Handal)

PALU, beriatapalu | Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu nomor urut 1, Hidayat dan Andi Nur B Lamakarate (Handal) menghadiri kampanye sekaligus diskusi terbuka bersama ratusan anak muda di Cafe Pijakan Lalove, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Sabtu (16/11/2024).

Dalam acara tersebut, kaum millennial dan Gen Z menyampaikan berbagai keluhan dan harapan kepada pasangan Handal terkait kondisi Kota Palu saat ini.

Sekitar 500 peserta yang hadir, terdiri dari berbagai komunitas seni, lingkungan, organisasi pemuda, hingga penggiat media sosial, mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan anak muda, khususnya ruang kreativitas dan dukungan fasilitas.

“Empat tahun terakhir, ruang interaksi kami dibatasi, seperti fasilitas di hutan kota Kaombona yang sengaja dimatikan,” ujar salah seorang peserta diskusi.

Hidayat, mantan Wali Kota Palu, menjawab berbagai pertanyaan terkait dukungan terhadap anak muda. Ia mengingatkan bahwa selama masa jabatannya, anak muda mendapat akses penuh ke pemerintah melalui penyediaan sekretariat, fasilitas WiFi, komputer, hingga mobil operasional.

“Namun, saat ini dukungan itu seolah dihapuskan. Ini sangat disayangkan,” katanya.

Isu lain yang disoroti adalah tingginya pengangguran dan sulitnya persyaratan kerja. Menanggapi hal tersebut, Andi Nur B Lamakarate menegaskan komitmen mereka untuk mempermudah akses kerja, terutama bagi masyarakat lokal.

“Persyaratan ijazah akan kami permudah, khususnya untuk masyarakat Poboya yang berada di sekitar tambang,” ujarnya.

Selain itu, pasangan Handal menjanjikan sejumlah program andalan, seperti penghapusan retribusi sampah rumah tangga, pembebasan pajak 10 persen bagi pelaku UMKM dan warung kaki lima, serta pemutihan tunggakan PBB-P2.

Acara yang digelar oleh komunitas muda Palu ini juga menjadi ajang bagi para peserta untuk mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Handal. Mereka bertekad memenangkan pasangan ini pada Pilkada serentak 27 November 2024.

“Kami siap mendukung dan memilih pasangan Handal karena mereka mendengarkan keresahan kami dan berkomitmen membawa perubahan nyata,” ujar Zulkarnain, inisiator kegiatan tersebut.

Pasangan Handal optimis mendapatkan dukungan penuh dari generasi muda Palu yang merindukan perubahan dan kepedulian pemerintah terhadap aspirasi mereka. (Tim Media Handal)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 19 November, 2024
Bugernur Anwar Hafid dan Wagub Reny A Lamadjido pada peringatan setahun memimpin Sulteng di Masjid Baitul Khairaat, Minggu (22/2/2026). (©Humas Pemprov Sulteng)
Palu

Pemprov Sulteng memperingati satu tahun kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido dengan kegiatan doa bersama, dzikir, buka puasa, dan penyaluran lebih dari 5.000 paket sembako kepada masyarakat di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Minggu (22/2/2026).

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng memimpin Apel Gabungan di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (20/2/2026). (©Humas Pemprov Sutleng)
Palu

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan tiga program utama yang harus diselesaikan dalam 100 hari kerja kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur dr. Reny A Lamadjido pada Apel Gabungan di Halaman Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (20/2/2026).

IPC bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi pada konferensi pers tentang wacana pilkada. (©IPC)
Komunitas

Indonesian Parliamentary Center bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi menilai wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah secara tidak langsung sebagai langkah mundur bagi demokrasi Indonesia yang berisiko mempersempit kedaulatan rakyat dan memperkuat dominasi elite politik.