BisnisLingkunganNusantara

Presiden Jokowi Terkesan Tata Kelola Lingkungan PT Vale

×

Presiden Jokowi Terkesan Tata Kelola Lingkungan PT Vale

Share this article
Presiden Jokowi di PT Vale
Presiden Jokowi menyatakan apresiasinya pada peresmian Taman Keanekaragaman Hayati Sawerigading Wallacea yang dinisiasi PT Vale Indoensia di Luwu Timur, Kamis (30/3/2023). (Foto: PT Vale)
Presiden Jokowi di PT Vale
Presiden Jokowi menyatakan apresiasinya pada peresmian Taman Keanekaragaman Hayati Sawerigading Wallacea yang dinisiasi PT Vale Indoensia di Luwu Timur, Kamis (30/3/2023). (Foto: PT Vale)

LUWU TIMUR, beritapalu | Presiden Joko Widodo terkesan pada pengelolaan pertambangan yang dilaksanakan PT Vale Indonesia, tbk. Kesan itu dinyatakan Presiden Jokowi usai mengunjungi operasi perusahaan tersebut di Sorowako, Luwu Timur, Kamis (30/3/2023).

Pada kunjungan ini, Presiden Jokowi melihat proses pertambangan dan pengangkutan bijih nikel, termasuk proses reklamasi, rehabilitasi lahan di Bukit Solia hingga area persemaian milik PT Vale yang sudah beroperasi sejak 54 tahun.

Di kesempatan itu juga Jokowi juga meresmikan Taman Keanekaragaman Hayati Sawerigading Wallacea, yang akan menjadi cikal bakal rumah bagi flora dan fauna endemik, serta terintegrasi dengan fasilitas persemaian berkapasitas 750 ribu bibit per tahun.

Taman tersebut memiliki arboretum dengan koleksi 74 jenis pepohonan lokal dan endemik. Bibit-bibit dari persemaian berperan penting untuk kegiatan pascatambang yakni rehabilitasi lahan, dan kegiatan penghijauan di lokasi lainnya yang kerap didukung oleh perseroan.

Jokowi mengapresiasi komitmen PT Vale dalam mengelola pertambangan dengan menerapkan prinsip berkelanjutan. Bahkan, Jokowi sangat terkesan dengan tata kelola lingkungan yang dimiliki PT Vale.

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 1 April, 2023
Seminar Hasil Kajian Spesies Ekosistem Mangrove, Perhutanan Sosial, dan Taman Hutan Raya (Tahura) Sulawesi Tengah yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Fakultas Kehutanan (Fahutan) Untad, Rabu (22/04/2026). (©ROA Sulteng)
Lingkungan

Hasil kajian ekosistem mangrove di kawasan Oncone Raya menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, di mana dari luas sekitar 31,44 hektar, hanya sekitar 18,7% yang masih berupa vegetasi mangrove, sementara 50,3% telah beralih menjadi tambak dan 31% merupakan areal terbuka.