beritapalu.id
Tuesday, 17 Feb 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
LingkunganUncategorized

Aksi Iklim Indonesia Dinilai Sangat Tidak Memadai

Published: 28 October, 2021
Share
SHARE
Seorang relawan memberssihkan sampah-sampah yang berada di sekitar pohon mangrove yang sudah mulai tumbuh di pantai Dupa, Palu, Sulawesi Tengah.(Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

JAKARTA, beritapalu | Indonesia telah memutakhirkan dokumen Nationally Determined Contribution (NDC)nya. Meskipun demikian, target Indonesia untuk mencapai netral karbon pada 2060 dinilai “Sangat Tidak Memadai”. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan dan aksi iklim Indonesia masih mengarah pada peningkatan emisi.

Agar selaras dengan Persetujuan Paris, Indonesia perlu menetapkan target dan kebijakan yang lebih ambisius terutama pada sektor yang berkontribusi pada peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK), dan mendorong aliran pendanaan internasional terkait iklim.

Sepanjang 2019, sektor energi masih menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar (45.7 persen selain sektor FOLU atau hutan dan penggunaan lahan). Sub sektor pembangkitan listrik bertanggung jawab terhadap 35 persen emisi GRK, diikuti oleh transportasi dan industri masing-masing 27 persen.

Climate Transparency Report 2021 (Laporan Transparansi Iklim) menyatakan bahwa meski Indonesia sudah mengusulkan peningkatan energi terbarukan di bidang ketenagalistrikan, transportasi, dan industri namun belum ada strategi penghentian batubara secara bertahap serta kebijakan yang mendorong persaingan energi terbarukan dengan batubara. Climate Transparency Report 2021- catatan tahunan paling komprehensif di dunia dan perbandingan aksi iklim negara G20, bahkan memproyeksikan emisi GRK Indonesia pasca pandemi akan melonjak melebihi tingkat emisinya pada 2019 seiring dengan bangkitnya aktivitas ekonomi.

BACA JUGA:  Banjir di Desa Sambo, 55 Jiwa Terdampak

“Berdasarkan kajian IESR, paling tidak, agar selaras dengan Persetujuan Paris, penurunan emisi karbon kita di sektor energi seharusnya di atas 500 juta ton,” ujar Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform pada peluncuran Climate Transparency Report, Profil Negara Indonesia 2021, Kamis (28/10/2021).

Fabby memaparkan ada tiga strategi yang pemerintah Indonesia bisa lakukan untuk menekan emisi GRK dari sektor emisi.

“Pertama, peningkatan bauran energi terbarukan. Kenaikan bauran energi terbarukan harus mencapai 50 persen di 2030.  Kedua, mendorong efisiensi energi, khususnya dari sektor transportasi. Konsumsi energi kita per kapita untuk listrik relatif rendah, sementara permintaan bahan bakar transportasi sangat tinggi dan penyumbang emisi tertinggi,” ungkapnya.

Selanjutnya, Fabby menuturkan bahwa dengan mempensiunkan dini paling sedikit 10 GW PLTU atau tidak memperpanjang kontraknya akan efektif menurunkan emisi.

Hingga 2020, sektor ketenagalistrikan Indonesia tetap didominasi oleh bahan bakar fosil (82 persen), dengan batubara menyumbang pangsa tertinggi (62 persen) dalam pembangkitan listrik di tahun 2020. Akibatnya intensitas emisi sektor ketenagalistrikan selama lima tahun dari 2015-2020 tidak mengalami perubahan signifikan, hanya menurun sebesar 1 persen. Sementara, rata-rata negara anggota G20 telah menurun 10 kali lebih cepat.

BACA JUGA:  FKPAPT Serukan Aksi Nyata Sikapi Krisis Lingkungan Parigi Moutong

Pemerintah Indonesia pun dinilai belum sepenuhnya menerapkan komitmennya untuk menekan emisi dari batubara. Demi memenuhi tujuan netral karbon pada 2060, pemerintah telah mengumumkan bahwa tidak akan membangun PLTU batubara baru setelah tahun 2023. Namun, di saat bersamaan, sekitar 2 GW kapasitas batubara sudah mulai beroperasi.

Tidak hanya itu, dalam NDC, Indonesia berjanji untuk mengurangi batubara hingga 30 persen pada tahun 2025 dan 25 persen pada tahun 2050. Sementara menurut analisis Climate Transparency Report 2021, pembangkitan listrik dari batubara bahkan harus mencapai puncaknya pada tahun 2020 dan menghentikan batubara sepenuhnya pada tahun 2037 untuk menyelaraskan dengan jalur pembatasan kenaikan suhu pada 1,5°C.

Untuk mengurangi emisi GRK diperlukan pendanaan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, pendanaan publik harus sudah mulai mengarah kepada aksi yang mampu mengatasi perubahan iklim yang lebih serius.

BACA JUGA:  Perayaan HUT ke-55 PT Vale Berlangsung Meriah

“Selain itu, subsidi di sektor energi fosil harus sudah mulai dihentikan dan mempercepat transisi energi melalui pendanaan energi terbarukan,” tegas Lisa Wijayani, Manager Program Ekonomi Hijau, IESR.

Menurutnya, investasi pada energi hijau dan infrastrukturnya perlu lebih besar daripada investasi bahan bakar fosil pada tahun 2025. Selama ini, Indonesia telah menghabiskan 8,6 miliar USD untuk subsidi bahan bakar fosil pada 2019, 21,96 persen di antaranya untuk minyak bumi dan 38,48 persen untuk listrik.

Lebih jauh, Lisa menambahkan bahwa penerapan pajak karbon bisa menjadi awal yang baik dalam mendorong upaya pengurangan emisi GRK yang utamanya dikontribusikan dari sektor ketenagalistrikan, transportasi, dan industri sebagai penyumbang emisi terbesar di Indonesia pada sektor energi.

“Namun perlu adanya mekanisme yang lebih feasible (layak) agar penerapan pajak karbon mampu mengurangi emisi secara signifikan dan memajukan ekonomi yang berketahan iklim melalui upaya yang lebih besar lagi misalnya melalui carbon trading (perdagangan karbon).” tutup Lisa. (afd/*)

 

Editor: beritapalu

TAGGED:climate changeclimate transparency reportemisigas rumah akcaiklimlingkunganperubahan iklim
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Mari Bersama Cegah Darurat Emisi
Next Article Kafe di Tengah Sawah di Desa Porame

Berita Terbaru

Wawali Imleda menunjuk salah satu produk suplemen moringa suai dilaunching di Palu, Senin (16/2/2026). ©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Bisnis

Wakil Wali Imelda Launching Produk Moringa PT Kelo ‘I Mangge

16 February, 2026
Persiapan operasi SAR pencarian dua korban tenggelamnya KLM Nur Ainun Balwis di Selat Makkasar, Senin (16/2/2026). (©Basarnas Palu)
Donggala

Kapal Tenggelam di Selat Makassar, Dua Korban masih Dicari

16 February, 2026
Salah seorang penumpang dievakuasi oleh Tim SAR di perairan Banggai Laut, Senin (16/2/2026). (©Basarnas Palu)
Banggai Laut

Tim SAR Evakuasi Penumpang Long Boat Mati Mesin di Perairan Balut

16 February, 2026
Suasana SDGs Corner yang baru diluncurkan oleh Pemprov Jakarta bersama UNIC Indonesia, Sabtu (14/2/2026). (©UNIC/Bayu Dwityo Wicaksono)
Nasional

Pemprov Jakarta Luncurkan SDGs Corner Pertama di Indonesia

16 February, 2026
Petugas memadamkan api yang membakar rumah di BTN Bumi Anggur Palu, Minggu (15/2/2026). (©Humas Polresta Palu)
Palu

Satu Unit Rumah Hangus Terbakar di BTN Bumi Anggur Palu

16 February, 2026

Berita Populer

Umat muslim melaksanakan pawai obor menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H di Palu, Sabtu (14/2/2026) malam. (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Foto

Pawai Obor Sambut Ramadhan 1447 H di Palu

15 February, 2026
Wawali Imleda menunjuk salah satu produk suplemen moringa suai dilaunching di Palu, Senin (16/2/2026). ©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Bisnis

Wakil Wali Imelda Launching Produk Moringa PT Kelo ‘I Mangge

16 February, 2026
Kaknwil Ditjenoas Sulteng Bagus Kurniawan (tengah) meneken prasasti pada peresmian Pura Maitri Santhi di Lapas Luwuk, Rabu (11/2/2026). (©Humas Ditjenpas Sulteng)
Banggai

Kakanwil Ditjenpas Sulteng Resmikan Pura Maitri Santhi di Lapas Luwuk

14 February, 2026
Sejumlah personel polisi melakukan patroli pengamanan jelang Imlek di Palu, Sabtu (14/2/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Polda Sulteng Siaga Patroli Amankan Perayaan Imlek 2577 Kongzili

14 February, 2026
Gantungan tali tempat ditemukannya KA di Desa Siniu, Parimo, Sabtu (14/2/2026). (©Humas Polres Parimo)
Parigi Moutong

Remaja Putri Ditemukan Meninggal Dunia Tergantung di Rumahnya

14 February, 2026

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Kepala Balai POM Palu Mardianto memimpin penanaman pohon di Tahura Kapopo, Jumat (13/2/2026). (©ROA)
Lingkungan

Balai POM Palu Peringati HUT dengan Tanam Pohon di Tahura Kapopo

beritapalu
Personel gabungan aksi bersih-bersig di Pantai Kampung Nelayan, Palu, Jumat (13/2/2026). (©Humas Polresta Palu)
Lingkungan

Ratusan Personel Lintas Sektor Bersih-bersih Pantai Kampung Nelayan Palu

beritapalu
Edukasi pengelolaan sampah oleh PT Vale Indonesia kepada siswa di Morowali, Rabu (11/2/2026). (©PT Vale Indonesia)
Lingkungan

PT Vale Indonesia Edukasi Pengelolaan Sampah di Sekolah Morowali

beritapalu
Penyerahan karung sampah dari ROA Sulteng ke pengelolan Bank Sampah Kabelota Pasinggani di Poboya, Kamis (12/2/2026). (©ROA Sulteng)
Komunitas

Bank Sampah Poboya Dukung Kota Palu Raih Adipura Kencana

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?