PALU, beritapalu.ID | Kecelakaan lalu lintas di Kota Palu menyebabkan sembilan nyawa manusia dalam tiga bulan pertama tahun 2026. Polresta Palu mencatat sebanyak 84 kasus kecelakaan terjadi sepanjang Januari hingga Maret, dengan tingkat keparahan yang terus meningkat, khususnya pada bulan Maret yang mencatat lima korban meninggal dunia.
Secara total, dari 84 kasus kecelakaan tersebut, 49 orang mengalami luka berat, 85 orang luka ringan, dan kerugian materiil mencapai Rp423.950.000. Angka ini menunjukkan bahwa keselamatan berlalu lintas masih menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan kepolisian Kota Palu.
Telusur data per bulan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Januari tercatat 27 kasus dengan 2 korban meninggal. Februari mengalami peningkatan menjadi 30 kasus dengan 2 meninggal. Namun Maret menunjukkan lonjakan signifikan—meski kasus “hanya” 27 (sama dengan Januari), korban meninggal dunia melonjak drastis menjadi 5 orang. Kerugian materiil pada Maret juga mencapai angka tertinggi: Rp297.5 juta
“Kapolresta Palu menegaskan bahwa peningkatan patroli serta edukasi kepada masyarakat terus dilakukan, khususnya di titik rawan kecelakaan, guna menekan angka laka lantas di wilayah hukum Polresta Palu,” ujar Kasat Lantas Polresta Palu AKP Atmaji Sugeng Wibowo.
Polresta Palu menegaskan, pihaknya terus berupaya menekan angka kecelakaan melalui dua pendekatan: langkah preventif dan penegakan hukum. Patroli intensif di lokasi-lokasi rawan diadakan secara berkala, sambil edukasi keselamatan berlalu lintas terus diperluas ke masyarakat luas.
Kapolresta juga mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas. Menurut imbauan yang disampaikan, masyarakat diminta selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan sabuk pengaman, serta menghindari pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Polresta Palu mengharapkan adanya kesadaran kolektif dari masyarakat sehingga angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan pada bulan-bulan berikutnya. Data kuartal pertama 2026 menjadi peringatan serius bahwa keselamatan berlalu lintas memerlukan perhatian intensif dari semua pihak—baik pengemudi, pejalan kaki, maupun pengendara dua roda.











