beritapalu.id
Tuesday, 10 Mar 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
FeatureInspirasiSigi

Tangan Tua yang Tak Lelah Merawat Warisan Kain Kulit Kayu

Published: 20 November, 2025
Share
Ina Tobani (kanan) membuat kain dari kulit kayu untuk bertahan hidup dan manjaga warisan budaya. (©Imran)
Ina Tobani (kanan) membuat kain dari kulit kayu untuk bertahan hidup dan manjaga warisan budaya. (©Imran)
SHARE

Di usia 84 tahun, Ina Tobani masih memegang erat tradisi pembuatan kain kulit kayu Kulawi—bukan hanya untuk menghidupi keluarganya, tetapi juga untuk memastikan warisan leluhur tetap berdenyut

SIGI, beritapalu.ID | Cahaya matahari mulai menerobos celah-celah dinding rumah kayu sederhana di Desa Mataue. Di sudut ruangan, Ina Tobani duduk bersila di atas tikar pandan. Tangannya yang keriput bergerak perlahan, penuh keyakinan, mengolah lembaran kulit kayu menjadi kain halus yang kelak akan menjadi pakaian adat.

Di usia 84 tahun, ia tak lagi diizinkan ke kebun atau sawah. Tapi tangan tuanya justru semakin sibuk—bukan untuk sekadar mengisi waktu, melainkan menghidupi keluarga dan menjaga warisan yang telah berusia 4.000 tahun.

“Saya sudah tua, dan sudah tidak diizinkan lagi untuk ke kebun atau ke sawah. Jadi sekarang saya hanya membuat kain kulit kayu untuk dijual,” katanya diselingi senyum tipis.

Kain kulit kayu bukan sekadar kerajinan bagi Ina Tobani. Ia adalah sumber penghidupan satu-satunya. Sebagai kepala keluarga, ia harus memenuhi kebutuhan sehari-hari dan merawat tiga anaknya yang kini sedang sakit. Setiap lembaran kain yang ia jual—mulai dari bahan mentah hingga pakaian adat siap pakai—menjadi harapan untuk makan besok, untuk obat, untuk bertahan.

BACA JUGA:  Wisata Lebaran di Cek Dam Lewara

Namun, beban ekonomi tak pernah membuatnya berhenti mengajar. Justru di tengah kesulitan itu, Ina Tobani memilih membagi ilmunya secara cuma-cuma kepada warga Desa Mataue. Ia membentuk kelompok pengrajin yang hingga kini aktif dalam pelatihan dan produksi. Tak ada tarif, tak ada syarat. Yang ia minta hanya satu: jangan biarkan tradisi ini mati.

“Ini warisan leluhur. Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi?” ujarnya tegas, sambil menatap lurus ke depan—seolah berbicara kepada masa depan yang belum ia lihat.

Ketika Tradisi Menjadi Identitas

Kain kulit kayu bukan fenomena baru. Pengetahuan tentang pembuatannya telah bertahan selama kurang lebih 4.000 tahun, diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat di wilayah Kulawi. Pada 2023, kain kulit kayu resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia—pengakuan yang seharusnya membawa angin segar bagi para pengrajin seperti Ina Tobani.

Tapi pengakuan saja tak cukup membayar biaya hidup. Dan Ina Tobani paham betul itu.

BACA JUGA:  Dilaporkan Hilang, Kakek 80 Tahun Ditemukan di Semak-Semak Desa Bora

Sejak lulus dari Sekolah Rakyat—kira-kira 72 tahun lalu—ia sudah mulai menekuni kerajinan ini. Dari tangan ibunya, ia belajar memukul kulit kayu dengan alat tradisional hingga lembut seperti kain. Dari kakeknya, ia belajar memilih pohon yang tepat, memanen kulit tanpa merusak batang, dan mengeringkan bahan dengan cara yang benar.

Kini, di usianya yang renta, Ina Tobani bukan hanya pengrajin. Ia adalah maestro—sosok yang menjadi rujukan bagi siapa saja yang ingin belajar membuat kain kulit kayu. Ia adalah simbol pelestarian budaya lokal, sekaligus bukti bahwa tradisi bisa tetap hidup meski zaman terus berubah.

Ina Tobani (kiri) mewariskan cara pembuatan kain kulit kayu untuk melestarikan budaya. (©Imran)
Ina Tobani (kiri) mewariskan cara pembuatan kain kulit kayu untuk melestarikan budaya. (©Imran)

Mengajar Tanpa Mengharap

Kelompok pengrajin yang dibentuk Ina Tobani bukan sekadar perkumpulan kerja. Ia adalah ruang belajar, ruang berbagi, dan ruang mempertahankan identitas. Setiap minggu, warga Desa Mataue—terutama perempuan muda—datang ke rumahnya untuk belajar. Mereka duduk melingkar, mendengarkan dengan seksama setiap instruksi, mencoba meniru setiap gerakan tangan sang maestro.

Ina Tobani tak pernah memungut biaya. Ia bahkan sering menyediakan bahan sendiri untuk latihan. Baginya, menjaga warisan leluhur jauh lebih penting daripada keuntungan pribadi. Ia tahu, jika tradisi ini hilang, yang lenyap bukan hanya keterampilan—tetapi juga identitas, cerita, dan kehormatan masyarakat Kulawi.

BACA JUGA:  Tinggal di Desa Rogo, Curi Motor di Boya Baliase, Ditangkap di Desa Omu

“Kalau saya tidak mengajar, siapa yang akan melanjutkan? Anak-anak sekarang banyak yang pergi ke kota. Kalau mereka tidak tahu cara membuat kain ini, nanti tradisi kita hilang begitu saja,” katanya dengan nada prihatin.

Warisan yang Tak Boleh Padam

Melalui tangan-tangan terampilnya, warisan ribuan tahun itu terus berdenyut. Setiap pukulan pada kulit kayu adalah doa agar tradisi ini tetap hidup. Setiap lembaran kain yang selesai adalah bukti bahwa budaya tak harus kalah oleh zaman.

Ina Tobani tahu, ia tak akan selamanya ada. Tapi ia juga yakin, selama masih ada orang yang mau belajar, selama masih ada tangan yang mau meneruskan, kain kulit kayu Kulawi akan tetap menjadi bagian dari identitas Sulawesi Tengah.

Di usia 84 tahun, Ina Tobani tak lagi kuat ke kebun. Tapi ia masih kuat menjaga warisan. Dan itu, mungkin, adalah pengabdian terbesar yang bisa diberikan seorang maestro kepada bangsanya.

Reporter: Basri Marzuki

Editor: beritapalu

TAGGED:desa mataueina tobanikan kulit kayukulawiperajin
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Kakanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan melhat langsung suasana pelatihan voakisonal di Lapas Kelas IIA Palu, Kamis (20/11/2025). (©Humas Kanwil Ditjenpas Sulteng) Kanwil Ditjenpas Sulteng Gelar Pelatihan Kewirausahaan untuk Warga Binaan
Next Article Executive Advisor PT Vale Indonesia, Vinicius Mendes Ferreira (kanan) menerima penghargaan Community Empowerment pada ESG Appreciation 2025. (©PT Vale Indonesia) PT Vale Raih Penghargaan Community Empowerment ESG Appreciation 2025

Berita Terbaru

Wali Kota Hadianto pada buka puasa bersama para Ketua RT dan RW se Kota Palu, Senin (9/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Pemkot Palu Siapkan Proyek Silabeta dan Pasar Inpres, Rampung 2027

9 March, 2026
Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar di Makodim 1427/Pasangkayu, Senin (9/3/2026). (©Pendam23/PW)
Militer

Kunker ke Kodim 1427/Pasangkayu, Pangdam Tekankan Disiplin dan Marwah Satuan

9 March, 2026
Ilustrasi. (©AI Generative)
Headline

Karhutla Kembali Terjadi di Toboli–Avolua Parigi Moutong

9 March, 2026
Kapolda Sulteng Irjen Pol ENdi Sutendi membagikan takjil gratis kepada pengendara ojol di Palu, Senin (9/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Polda Sulteng Bagikan 1.000 Paket Takjil kepada Ojol dan Pengguna Jalan

9 March, 2026
Para pemegang saham pada RUPST Bank BNI di Jakarta, enin (9/3/2026). (©PT BNI)
Bisnis

RUPST BNI Setujui Dividen Rp13,03 Triliun dan Buyback Saham Hampir Rp1 Triliun

9 March, 2026

Berita Populer

Para penyintas bencana yang menghuni Huntap Mandiri Mamboro berfoto dengan manajemen AirAsia di Hunta Mamboro, Sabtu (7/3/2026). (©Heri)
Feature

Saat Penyintas Mamboro Bertemu AirAsia yang Membantu Mereka Bangkit

8 March, 2026
Ilustrasi. (©Chandra Asri)
Bisnis

Imbas Ketegangan Selat Hormuz, Chandra Asri Umumkan Force Majeure

8 March, 2026
Anggota Komisi III DPR, Sarifudin Sudding pada kunker reses di mapolda Sulteng, Kamis (5/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Hukum-Kriminal

Komisi III DPR Nilai Peredaran Narkoba dan PETI di Sulteng Sudah Serius

7 March, 2026
Ilustrasi Posko Pengaduan THR oleh AJI Palu. (Foto: ANTARA/Basri Marzuki)
Komunitas

AJI Kota Palu Buka Posko Pengaduan THR untuk Jurnalis dan Pekerja Media

7 March, 2026
Wali Kota Hadianto pada buka puasa bersama para Ketua RT dan RW se Kota Palu, Senin (9/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Pemkot Palu Siapkan Proyek Silabeta dan Pasar Inpres, Rampung 2027

9 March, 2026

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Sejumlah miras yang disita Polres Sigi dalam Operasi Pekat I Tinombala 2026. (©Humas Polres Sigi)
Hukum-Kriminal

Operasi Pekat Polres Sigi, Sita 155,5 Liter Cap Tikus dan 215 Liter Saguer

beritapalu
Foto bersama usai sertijab ketua dan buka puasa bersama anggota Palado, Sigi, MInggu (8/3/2026). (©Palado)
Sigi

PALADO Ganti Ketua, Komitmen Perlindungan Lingkungan dan Kesetaraan Gender

beritapalu
Tersangka M (18) beserta 13 paket sabu yang disita aparat Polres Sigi. (©Humas Polres Sigi)
Hukum-Kriminal

Sembunyikan Sabu dalam Kaleng Gatsby Pomade, Pria Palolo Diringkus Polres Sigi

beritapalu
Pastor dan jemaat turun langsung membagikan takjil buka puasa di depan Gereja Kati=olik St Paulus, Jalan Patiimura Palu, Sabtu (7/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Foto

Bagi Takjil Gratis, Pesan Toleransi dari Gereja Katolik St Paulus Palu

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?