LingkunganNusantaraPendidikan

Mahasiswa UHO Studi Lapang Praktik Tambang Berkelanjutan di PT Vale IGP Pomalaa

×

Mahasiswa UHO Studi Lapang Praktik Tambang Berkelanjutan di PT Vale IGP Pomalaa

Share this article
Sejumlah mahasiswa memperhatikan tumbuhan di pusat nursery Vale IGP Pomalaa pada studi lapang pengelolaan halan pascatambang, Minggu (14/7/2024). (Foto: PT Vale)
Sejumlah mahasiswa memperhatikan tumbuhan di pusat nursery Vale IGP Pomalaa pada studi lapang pengelolaan halan pascatambang, Minggu (14/7/2024). (Foto: PT Vale)

KOLAKA, beritapalu | PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menerima kunjungan 50 mahasiswa Program Studi (Prodi) Kehutanan, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sabtu (13/7/2024). Kunjungan studi lapang bertujuan mengamati langsung praktik pertambangan berkelanjutan yang diterapkan di IGP Pomalaa.

Head of Project Pomalaa, Mohammad Rifai menyatakan komitmen PT Vale dalam mendukung pendidikan dan dialog terbuka dengan para pelajar. Rifai menjelaskan, PT Vale menerapkan prinsip 3P (People, Planet, Profit) dalam operasinya, dengan fokus tidak hanya pada profitabilitas tetapi juga pada kesejahteraan manusia dan keberlanjutan lingkungan.

Bagian dari upaya perwujudan komitmen tersebut, PT Vale IGP Pomalaa membangun fasilitas Nursery atau pusat pembibitan tanaman yang dipersiapkan untuk mendukung reklamasi lahan pascatambang di IGP Pomalaa dan Bumi Mekongga.

“Kami menyiapkan sekitar 1 juta bibit tanaman per tahun di lahan seluas 5 hektare. Hadirnya Nursery ini diharapkan tidak hanya dimanfaatkan oleh PT Vale, tapi juga dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga kita bisa bersama-sama menjaga keberlangsungan ekosistem yang ada,” katanya.

Faisal Danud, Dosen Prodi Kehutanan UHO menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diterima oleh mahasiswa di IGP Pomalaa. Dia berharap kunjungan perdana ini menjadi awal kolaborasi yang lebih erat antara UHO dan PT Vale IGP Pomalaa.

“Semoga kunjungan ini bukan yang pertama dan terakhir, tapi menjadi awal bagi mahasiswa UHO untuk mendapatkan pengalaman langsung terkait praktik pertambangan berkelanjutan di PT Vale,” pintanya.

Faisal menjelaskan, praktik lapangan ini berkaitan dengan salah satu mata kuliah di Prodi Kehutanan UHO, yaitu restorasi hutan. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa diajarkan tentang strategi perusahaan dalam memulihkan lahan yang terdegradasi, salah satunya adalah lahan pascatambang.

Menurutnya, PT Vale IGP Pomalaa menjadi pilihan yang tepat bagi mahasiswa Prodi Kehutanan UHO untuk memperkaya pengetahuan mereka. Ia juga memberikan dukungan ke PT Vale IGP Pomalaa untuk terus menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan secara konsisten.

“Kami memilih PT Vale IGP Pomalaa karena melihat komitmen PT Vale dalam mereklamasi lahan pascatambang. Hal itu bisa dilihat di lapangan, lahannya sudah membentuk hutan dan ditanami berbagai jenis tumbuhan,” katanya.

Mahasiswa Prodi Kehutanan UHO, Aldi Kurniawan mengungkapkan kesan positifnya terhadap pengelolaan lahan pascatambang di IGP Pomalaa. Menurutnya, PT Vale tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga serius dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Kami melihat pengelolaan lahan pascatambang yang dilakukan PT Vale di Pomalaa ini sangat berhasil. Apa yang dilakukan PT Vale di Pomalaa ini diharapkan bisa diikuti oleh perusahaan pertambangan lainnya, khususnya di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Kunjungan mahasiswa UHO ke PT Vale IGP Pomalaa tidak hanya memberikan pengalaman langsung kepada para mahasiswa terkait praktik pertambangan berkelanjutan, tetapi juga menguatkan komitmen PT Vale dalam mendukung pendidikan dan pelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya. (afd/*)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 18 July, 2024
Seminar Hasil Kajian Spesies Ekosistem Mangrove, Perhutanan Sosial, dan Taman Hutan Raya (Tahura) Sulawesi Tengah yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Fakultas Kehutanan (Fahutan) Untad, Rabu (22/04/2026). (©ROA Sulteng)
Lingkungan

Hasil kajian ekosistem mangrove di kawasan Oncone Raya menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, di mana dari luas sekitar 31,44 hektar, hanya sekitar 18,7% yang masih berupa vegetasi mangrove, sementara 50,3% telah beralih menjadi tambak dan 31% merupakan areal terbuka.

Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.