FotoKomunitasStyle

Isi Libur Panjang dengan Jappa Jappa Oto Tua

×

Isi Libur Panjang dengan Jappa Jappa Oto Tua

Share this article
Sejumlah kendaraan lawas peserta touring Jappa Jappa Atot Tua saat berada di Pantai Kampung Lere, Palu, Senin (27/1/2025). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Sejumlah kendaraan lawas peserta touring Jappa Jappa Atot Tua saat berada di Pantai Kampung Lere, Palu, Senin (27/1/2025). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by beritapalu.com (@berita_palu)


TIDAK ingin terbelenggu dalam libur panjang di akhir Januari 2025 ini, komunitas mobil lawas asal Makassar, Sulsel, Jappa Jappa Oto Tua (JJOT) mengisinya dengan melakukan touring budaya, tentu saja dengan mengendarai oto tua.
Berangkat dari Makassar sejak Sabtu (25/1), JJOT kini telah tiba di Kota Palu setelah menyinggahi sejumlah daerah di wilayah Selatan dan Barat Sulawesi. Kini mereka menjajal bagian-bagian unik dan bersejarah di bumi Tadulako ini.
Ketua rombongan, Mahmudi mengatakan, routing ini adalah kelima kalinya, dan kali ini diikuti puluhan peserta. Mereka senang karena ketibaannya di Palu disambut dengan komunitas Tadulako Volkswagen yang menurutnya tidak asing lagi.

Tdak langsung berisitirahat, setibanya di pintu masuk Kota Palu, rombongan yang didominasi oleh kendaraan Volkswagen berbagai tipe itu langsung mengunjungi masjid terapung babul Arqam yangterletak di bibir pantai Kampung Lere, Jalan Cumi-Cumi Palu.

Rombongan terkesan dengan pemandangan yang menyelimutinya sembari tak hentinya “menutup mulut” sembari mengucap Astagfirullah akan kedahsyatan tsunami 2018 silam yang menyisakan masjid terapung itu.

Mereka berfoto sembari mengulik jembatan Palu IV yang pembangunannya sebentar lagi tuntas, dan lalu memuji jalan yang telah direkonstruksi di sekitarnya.

“Ini adalah touring budaya, kami menyinggahi daerah-daerah yang unik sekaligus menjadi penanda peradaban. Kota Palu memiliki hal itu,” tandas Mahmudi lagi sebelum bergegas naik ke mobil lawasnya.

Beberapa saat di Palu, mereka melanjutkan perjalanan menuju Kota Poso yang dikenali dengan Negeri Seribu Megalit. Mereka mengaku akan menuntaskan rasa penasarannya tentang megalit tertua itu.

Mereka akan menggeber mobil tuanya menuju Lembah Napu, tempat para megalit itu bertengger. Ini sekaligus menjadi ujian, apakah kendaraan-kendaraan lawas itu mampu menerjang lintasan yang kabarnya masih beraspal lembek.

Mereka tak surut, seperti patrian “sekali layar terkembang, pantang surut ke pantai, Gass pool ujarnya..

Naskah dan foto: basri marzuki

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 28 January, 2025
Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menaiki bus TransPalu untuk menumpang ke kantor di salah satu halte bus di Palu. Sulawesi Tengah, Selasa (14/4/2026). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Editorial

Perubahan besar terjadi di halte-halte Bus TransPalu Kota Palu sejak awal minggu ini. Tempat-tempat yang biasanya sepi, kini dipenuhi puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengantre dengan sabar menunggu bus tiba.