KPU PaluPolitik

Progres Coklit Pilkada di Kota Palu Sudah Capai 86 Persen

×

Progres Coklit Pilkada di Kota Palu Sudah Capai 86 Persen

Share this article
(Sumber: KPU Kota Palu)
(Sumber: KPU Kota Palu)

PALU, beritapalu | Progres pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) oleh petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) untuk Pilkada di Kota Palu sudah mencapai 86 persen.

“Hingga Senin (15/7/2024) capaian kinerja Coklit pada Pilkada 2024 di Kota Palu telah mencapai 86 persen dari 274.020 jiwa,” ujar Plh. Ketua Kpu Kota Palu, Iskandar Lembah, Selasa (16/7/2024).

Dia menjelaskan, petugas Pantarlih sudah melakukan Coklit sebanyak 236.379 dari data hasil sinkronisasi pada pemilihan kepala daerah yang tersebar 8 kecamatan se-Kota Palu.

“Data pemilih yang sudah tercoklit 236.379 jiwa atau 86 persen, sedangkan data pemilih yang belum tercoklit ada 37.641 jiwa atau 14  persen,” jelasnya.

Proses Coklit tersebut, kata dia, sudah mulai dilakukan sejak 24 Juni dan dijadwalakn akan rampung pada 24 Juli 2024 atau sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“KPU Kota Palu melibatkan 968 petugas Pantarlih yang disebar di 8 kecamatan se-Kota Palu,” tutupnya.

 

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 16 July, 2024
Bugernur Anwar Hafid dan Wagub Reny A Lamadjido pada peringatan setahun memimpin Sulteng di Masjid Baitul Khairaat, Minggu (22/2/2026). (©Humas Pemprov Sulteng)
Palu

Pemprov Sulteng memperingati satu tahun kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido dengan kegiatan doa bersama, dzikir, buka puasa, dan penyaluran lebih dari 5.000 paket sembako kepada masyarakat di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Minggu (22/2/2026).

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng memimpin Apel Gabungan di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (20/2/2026). (©Humas Pemprov Sutleng)
Palu

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan tiga program utama yang harus diselesaikan dalam 100 hari kerja kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur dr. Reny A Lamadjido pada Apel Gabungan di Halaman Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (20/2/2026).

IPC bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi pada konferensi pers tentang wacana pilkada. (©IPC)
Komunitas

Indonesian Parliamentary Center bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi menilai wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah secara tidak langsung sebagai langkah mundur bagi demokrasi Indonesia yang berisiko mempersempit kedaulatan rakyat dan memperkuat dominasi elite politik.