LingkunganPaluPemkot Palu

Pemkot Palu Siapkan Tiga Jurus Hadapi Triple Planetary Crisis

×

Pemkot Palu Siapkan Tiga Jurus Hadapi Triple Planetary Crisis

Share this article
Sejumlah angota TNI dan warga menanam pohon tremebesi di salah satu kawasan pertambangan galian C di Buluri-Watusampu, Plau, Jumat (7/6/2024). (Foto: Humas Pemkot Palu)
Sejumlah angota TNI dan warga menanam pohon tremebesi di salah satu kawasan pertambangan galian C di Buluri-Watusampu, Plau, Jumat (7/6/2024). (Foto: Humas Pemkot Palu)

PALU, beritapalu | Pemkot Palu telah menyiapkan tiga jurus untuk mengantisipasi terjadinya Triple Planetary Crisis, yaitu krisis perubahan iklim, kerusakan sumber daya alam dan kehilangan biodiveristas, serta krisis polusi dan limbah.

Ketiga jurus itu diungkapkan Wali Kota Palu melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Moh Arif Lamakarate  saat membuka kegiatan penanaman pohon di lingkungan sekitar kawasan pertambangan Galian Buluri dan Watusampu, Palu, Jumat (7/6/2024).

Ketigas jurus itu sebut Kadis DLH, Moh Arif, pertama adalah pemulihan lingkungan yang merupakan kunci membalikkan arus degradasi dan dapat sekaligus meningkatkan mata pencaharian, mengurangi kemiskinan, dan membangun ketahanan terhadap perubahan cuaca ekstrem.

“Pemulihan berkaitan langsung dengan upaya penyelesaian krisis perubahan iklim. Dalam upaya penyelesaian krisis perubahan iklim, maka inovasi dan prinsip keadilan memegang peran penting. Melalui investasi dalam pemulihan lahan dan ketahanan terhadap kekeringan, kita tidak hanya mengatasi masalah degradasi lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mitigasi perubahan iklim,” ujar Kadis Arif.

Kedua sebutnya adalah restorasi lahan, dan penanaman pohon, seperti yang dilakukan saat ini. Selain menghasilkan manfaat ekosistem yang signifikan, juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan keberlanjutan sosial, kesejahteraan masyarakat setempat.

“Namun, pendekatan tersebut haruslah didasarkan pada prinsip keadilan, memastikan bahwa manfaatnya dirasakan oleh semua pihak, termasuk komunitas dan masyarakat lokal,” sebutnya.

Ketiga menurutnya adalah inovasi teknologi dan kebijakan inklusif secara bersama-sama yang diyakini dapat menciptakan solusi yang berkelanjutan atas krisi perubahan iklim, sambil memastikan kesejahteraan bagi semua yang terlibat.

Penanaman pohon di kawasan pertambangan tersebut menandai puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kota Palu yang diperingati setiap 5 Juni. Fokus peringatan secara globah restorasi lahan, penggurunan dan ketahanan terhadap ekekringan.

Untuk tingkat Kota Palu difokuskan pada upaya penciptaan Kota Palu sebagai kota hijau, kota rendah emisi karbon dan upaya gotong royong perwujudan dan mempertahankan Palu Adipura menuju Adipura Kencana. (afd)

 

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 7 June, 2024
Wali Kota Hadianto bersama Wawali Imelda menyaksikan sampah yang berserak di salah satu titik kunjungan lapangannya di Palu, Kamis (23/4/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menemukan kondisi kebersihan yang masih sama dengan hasil identifikasi sebelumnya, di mana sampah masih berserakan di sejumlah kawasan saat melakukan peninjauan menggunakan sepeda motor di Kecamatan Palu Selatan dan Palu Timur, Kamis (23/4/2026).