PaluSeni Budaya

Presentasi Publik ‘Spotless Future’ di Gedung Juang Palu

×

Presentasi Publik ‘Spotless Future’ di Gedung Juang Palu

Share this article
Azwar Ahmad, Eka Wahyuni, dan Rahmadiyah Tria Gayatri pada pembukaan Soptless Future di Gedung Juang, Palu, Senin (16/9/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Azwar Ahmad, Eka Wahyuni, dan Rahmadiyah Tria Gayatri pada pembukaan Soptless Future di Gedung Juang, Palu, Senin (16/9/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Eka Wahyuni dan Azwar Ahmad, keduanya seniman asal Berau, Kaltim, melakukan perjalanan dari Berau ke Palu untuk bertemu dan mempertukarkan konteks hunian warga yang dibayangi kerentanan.

Perjalanan itu diterjemahkan melalui serangkain proyek seni sites-spesific ‘Spotless Future’ bersama sejumlah kolaborator dan Forum Sudut Pandang. Spotless Future sendiri adalah taktik untuk saling bertemu, memandang, memikirkan ulang, dan mencari cara-cara baru dalam meretas kerentanan atas diri dan wilayah yang dihuni.

Demikianlah prolog karya kedua seniman yang menamakan diri Tepian Kolektif, sebuah pergerakan yang fokus pada pengarsipan seni dan budaya di Kabupaten Berau, Kaltim. Gerakan ini bertujuan untuk mereproduksi pengetahuan local serta menjadi media pertukaran perspektif.

Eka Wahyuni, seniman asal Berau, Kaltim melakukan performance art pada Presentasi Publik 'Spotless Future' di Gedung Juang Palu, Sulawesi Tengah, Senin (16/9/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Eka Wahyuni, seniman asal Berau, Kaltim melakukan performance art pada Presentasi Publik ‘Spotless Future’ di Gedung Juang Palu, Sulawesi Tengah, Senin (16/9/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Rahmadiyah Tria Gayatri, pendiri Forum Sudut Pandang yang menjadi kolaborator dalam Spotless Future itu mengatakan, presentasi public itu terselenggara atas dukungan Kemendikbud.

“Awalnya ada dua daerah yang dituju, yakni Palu dan Biak, namun akhirnya Forum Sudut Pandang di Palu yang dipilih karena lebih siap,” sebut Rahmadiyah.

Spotless Future jelas Rahmadiyah, menggambungkan banyak aliran seni, mulai dari seni rupa, photography, instalasi, multimedia. Sehingga lebih condong disebutnya sebagai mix art.

Presentasi public itu berlangsung dua hari, Senin (16/9/2024) dibuka hingga Selasa di Gedung Juang. Diskusi singkat dihadiri Eka Wahyuni dan Azwar Ahmad yang dipandunya menjadi penanda pembukaannya, dilanjutkan dengan performance art Eka Wahyuni.

Pengunjung memerhatikan -nstalasi mix art pada Presentasi Publik 'Spotless Future' di Gedung Juang Palu, Sulawesi Tengah, Senin (16/9/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Pengunjung memerhatikan -nstalasi mix art pada Presentasi Publik ‘Spotless Future’ di Gedung Juang Palu, Sulawesi Tengah, Senin (16/9/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)

“Ini adalah hasil perjalanan saya selama sebulan berada di Kota Palu,” kata Eka Wahyuni sembari memersilakan pengunjung menikmati sajian mix art di dalam Gedung Juang.

Di dalam gedung, ada Future Spotless Lab, Unidentified, Kolam Cahaya, dan Batu Berbisik. Semuanya tersaji dengan apik.

Di hari kedua besok, akan ada wacana seniman. Kesempatan kolaborasi seni terbuka di momentum ini.

“Kolaborasi dan kolektivitas seperti ini akan terus kita lakukan ke depan,” tandas Rahmadiyah lagi. (afd)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 16 September, 2024
Wali Kota Hadianto bersama Wawali Imelda menyaksikan sampah yang berserak di salah satu titik kunjungan lapangannya di Palu, Kamis (23/4/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menemukan kondisi kebersihan yang masih sama dengan hasil identifikasi sebelumnya, di mana sampah masih berserakan di sejumlah kawasan saat melakukan peninjauan menggunakan sepeda motor di Kecamatan Palu Selatan dan Palu Timur, Kamis (23/4/2026).