beritapalu.id
Friday, 23 Jan 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KomunitasLingkunganNusantara

KIARA: 199 Daerah Pesisir Indonesia Terancam Banjir Rob pada 2050

Published: 1 December, 2025
Share
Parade perahu memperingati 16HAKtP di Dukuh Tambakpolo, Desa Purworejo, Kabupaten Demak, Minggu (30/11/2025). (©KIARA)
Parade perahu memperingati 16HAKtP di Dukuh Tambakpolo, Desa Purworejo, Kabupaten Demak, Minggu (30/11/2025). (©KIARA)
SHARE

JAKARTA, beritapalu.ID | Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) memperingatkan bahwa 199 kabupaten/kota pesisir di Indonesia akan mengalami banjir rob pada tahun 2050. Dari 81.616 desa yang tersebar di Indonesia, terdapat 12.510 desa pesisir yang memiliki potensi besar mengalami banjir rob dan harus hidup dalam ancaman.

Peringatan ini disampaikan dalam peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16HAKtP), di mana KIARA menyoroti kerusakan ekosistem di beberapa wilayah pesisir Indonesia, khususnya Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Desa-desa seperti Timbulsloko, Margolinduk, Morodemak, hingga Purworejo menyusut dari peta dalam kurun dua dekade akibat abrasi ekstrem yang bukan semata peristiwa alam, melainkan akumulasi panjang dari pembangunan ekstraktif dan percepatan krisis iklim.

“Saat proses kampung ditenggelamkan oleh kebijakan negara atas nama tol laut atau pembangunan lainnya, masyarakat mengalami banjir rob kepanjangan, dan abrasi parah, negara tidak hadir apalagi menetapkan sebagai bencana nasional. Siapa paling terdampak dalam krisis iklim dan bencana ekologis ini, perempuan dan anak-anak,” jelas Susan Herawati, Sekretaris Jenderal KIARA.

BACA JUGA:  Telaah Kritis Industri Nikel: Menggali Keadilan Sosial dan Lingkungan

KIARA mencatat berbagai kasus kekerasan yang dialami perempuan nelayan di Indonesia, seperti privatisasi 90% dari Pulau Pari di Kepulauan Seribu, kekerasan yang dialami perempuan nelayan yang menolak tambang nikel Pulau Wawonii di Sulawesi Tenggara, dan kasus pencemaran industri udang Vanamae yang dialami perempuan Jeneponto di Sulawesi.

“Perempuan nelayan nyaris di seluruh Indonesia sulit untuk hidup dalam rasa aman dan nyaman. Kami harus menjalani hidup dengan ketakutan; siapa lagi yang akan dirampas daratan dan lautnya, siapa lagi yang harus hidup dalam ketakutan ada investasi masuk ke daerah mereka. Kami selalu takut dan ketakutan itu harus kami rasakan setiap hari,” ujar Asmaniah, Ketua Kelompok Perempuan Pulau Pari.

Parade 16 Perahu Perempuan Nelayan

Dalam memperingati 16HAKtP, KIARA bersama jaringan menggelar “Parade 16 Perahu Perempuan Nelayan: Melawan Eksploitasi Pesisir yang Merusak Kehidupan” di Dukuh Tambakpolo, Desa Purworejo, Kabupaten Demak, Minggu (30/11/2025).

Kegiatan yang digelar oleh Puspita Bahari dengan dukungan penuh KIARA, PPNI, LBH Semarang, Bara Puan, dan Generate Project-Universitas Leeds ini menjadi seruan darurat dari mereka yang ruang hidupnya berada di garis terdepan krisis ekologi.

BACA JUGA:  KIARA Kritik Orientasi Pemerintah RI di COP30 Hanya Fokus Pendanaan Iklim

Parade 16 perahu perempuan nelayan merupakan bentuk perlawanan kolektif dari perempuan pesisir untuk menyuarakan krisis yang selama ini mereka alami secara langsung, krisis yang sering tidak mendapat perhatian negara. Aksi ini juga mengkonkretkan solidaritas sesama masyarakat pesisir terutama perempuan nelayan dalam mengupayakan pemulihan pesisir, akses air bersih, perumahan aman, hingga pemulihan mata pencaharian yang kian hilang.

“Kami sehari-hari di laut, mencari ikan bersama suami. Menghadapi perubahan iklim dan ombak tinggi pun sudah hal biasa buat kami. Tapi tidak ada dukungan untuk kami dalam mendapatkan harga bahan bakar minyak yang memadai dan terjangkau. Begitu kami tidak bisa melaut, tidak ada lahan/tanah yang bisa kami garap. Suka bingung mencari tambahan untuk makan keluarga dan keperluan pendidikan anak. Negara atau pemerintah tidak hadir dan mendampingi kami dalam menghadapi hal ini,” jelas Nurrikah, nelayan dari Tambakpolo, Demak, Jawa Tengah.

BACA JUGA:  KIARA: Banjir Bukan Sekadar Hidrometeorologi, Tapi Ekologis Akibat Buruk Tata Kelola

KIARA bersama jaringan perempuan nelayan juga melakukan rangkaian pendidikan dan penguatan koperasi, serta membuat video solidaritas dari perempuan nelayan di beberapa daerah seperti Lampung, Demak, Pulau Pari, dan Surabaya.

“Ini bukan soal seremonial, ini untuk obor semangat buat para perempuan pesisir terutama perempuan nelayan Laut Jawa yang tangguh-tangguh ini. Tidak menyerah dengan kondisi dan meski berat, mereka kini tengah menguatkan ekonomi mereka dengan koperasi,” tambah Susan.

Di jaringan internasional, KIARA bersama World Forum of Fisher Peoples (WFFP) dan World March of Women melakukan pertemuan perempuan nelayan internasional secara daring yang dihadiri 180 perwakilan perempuan nelayan.

KIARA melihat kerusakan ekologis di Kabupaten Demak dan bencana di Sumatera berdiri di atas akar masalah yang sama: eksploitasi lingkungan yang melampaui daya dukung alam. Penebangan vegetasi penyangga, reklamasi dan pengurukan pesisir, ekspansi industri skala besar, serta tata ruang yang mengabaikan risiko ekologis menjadikan desa-desa pesisir Jawa dan Sumatera semakin rentan.

Reporter: Basri Marzuki

Editor: beritapalu

TAGGED:16HAKtPdaerah pesisirhari anti kekerasan pada perempuankiara
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Nur Indah Fitriani Sofyan menggunakan papan tulis portabel dari MR.D.I.Y. untuk mengajar murid-muridnya. (©MR DIY) MR.D.I.Y. Indonesia dan Indonesia Mengajar Rayakan Hari Guru Nasional 2025
Next Article Wali KOta Hadianto bersama rombongan GIZ di TPA Kawatuna, Senin (1/12/2025). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri) Delegasi GIZ Jerman Tinjau TPA Kawatuna dan Jembatan IV Palu

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan mengevakuasi dua nelayan yan hanyut setelah rompong mereka pusut di Teluk Tomini, Parimo, Kamis (22/1/2026). (©Basarnas Palu)
Parigi Moutong

Dua Nelayan yang Hanyut di Teluk Tomini Ditemukan Selamat

22 January, 2026
Evauasi korban pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulu Saraung, Maros, kamis (22/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Tim SAR Temukan Enam Korban Pesawat ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung

22 January, 2026
Evauasi pack body part di pegunungan Bulu Saraung, Maros, kamis (22/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Tim SAR Temukan Sembilan Pack Body Part di Lokasi Kecelakaan Pesawat

22 January, 2026
Foto bersama usai coffee morning di lapangan Vatulemo Palu, Kamis (22/1/2026). (©Humas Polresta Palu)
Palu

Coffee Morning, Kapolresta Palu Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan

22 January, 2026
Rapat virtual bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tentang penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan, Kamis (22/1/2026). (©Humas Ditjenpas Sulteng)
Palu

Kanwil Ditjenpas Sulteng Dorong Pembentukan PKBM di Lapas dan Rutan

22 January, 2026

Berita Populer

Foto

10 Pemuda Cetuskan Kawasan Wisata Alam Buntiede di Desa Padende

25 October, 2021

Pelaku Pembunuhan di Taman Ria Akhirnya Ditangkap Polisi

28 July, 2021
Komunitas

Tak Ada Perempuan, Sikola Mombine “Gugat” SK Penetapan Anggota KPID Sulteng

10 January, 2022
Morowali Utara

Perahu Terbalik Dibawa Arus, Seorang Warga masih Dicari

14 December, 2021
Parigi Moutong

Banjir di Sidoan Barat Seret Seorang Warga

3 January, 2022

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Rakor operasi SAR pesawat ATR 42-500 di Makassar, Selasa (20/1/2026). (©Basanras Makassar)
Headline

Hari Keempat Operasi SAR Pesawat ATR 42-500, Tim Sisir Lokasi Temuan

beritapalu
Warga memancing di dekat tumpukan sampah di pesisir Teluk Palu, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (20/1/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Foto

Jorok, Muara Sungai Palu Ditumpuki Sampah

beritapalu
Tim SAR menurunkan jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang dievakuasi dengan helikopter, Rabu (21/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Korban Ketiga Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dengan Helikopter

beritapalu
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban kedua pesawat ATR42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung Maros, Sulsel, Selasa (20/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dari Kedalaman 350 Meter

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?