beritapalu.id
Friday, 23 Jan 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Internasional

ILO dan UNICEF: Masih Ada 138 Juta Anak yang Dipekerjakan

Published: 14 June, 2025
Share
Seorang anak perempuan yang bekerja di lokasi tambang emas Massakama mendulang emas dengan cangkang buah berenuk (calabash). Di wilayah Kayes di Mali, banyak anak yang kehilangan hak-hak dasar mereka atas kesehatan dan pendidikan serta bekerja di lokasi tambang emas. Kayes, 20 Maret 2019. (UNICEF/UN0293787/Keïta)
Seorang anak perempuan yang bekerja di lokasi tambang emas Massakama mendulang emas dengan cangkang buah berenuk (calabash). Di wilayah Kayes di Mali, banyak anak yang kehilangan hak-hak dasar mereka atas kesehatan dan pendidikan serta bekerja di lokasi tambang emas. Kayes, 20 Maret 2019. (UNICEF/UN0293787/Keïta)
SHARE

NEW YORK, beritapalu | Meski terdapat kemajuan dalam upaya menghapus pekerja anak, dunia masih menghadapi tantangan besar dalam mencapai target eliminasi pekerja anak pada 2025.

Menurut laporan terbaru Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan UNICEF, sebanyak 138 juta anak masih bekerja di berbagai sektor pada tahun 2024, dengan 54 juta di antaranya terlibat dalam pekerjaan berbahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan mereka.

Data menunjukkan bahwa sejak tahun 2020, jumlah pekerja anak berkurang lebih dari 20 juta, membalikkan lonjakan yang terjadi antara 2016–2020.

Meskipun penurunan ini mencerminkan kemajuan, dunia gagal memenuhi target penghapusan pekerja anak sesuai dengan komitmen global. Untuk benar-benar menghilangkan pekerja anak dalam lima tahun ke depan, laju kemajuan harus dipercepat hingga 11 kali lipat dari sekarang.

BACA JUGA:  Sikola Mombine dan Unismuh Palu Kerjasama Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender

“Anak-anak seharusnya berada di sekolah, bukan bekerja. Orang tua harus mendapat dukungan untuk memastikan anak-anak mereka belajar di ruang kelas, bukan menjual barang di pasar atau bekerja di ladang,” ujar Gilbert F. Houngbo, Direktur Jenderal ILO.

Laporan “Pekerja Anak: Estimasi Global 2024, Tren dan Jalan ke Depan” mengungkapkan bahwa sebagian besar pekerja anak masih terkonsentrasi di beberapa sektor utama yakni, 61% di sektor pertanian, 27% di sektor jasa, seperti pekerjaan rumah tangga dan perdagangan, dan 13% di sektor industri, termasuk pertambangan dan manufaktur.

Wilayah Asia-Pasifik mencatat penurunan terbesar, dari 49 juta menjadi 28 juta anak, sedangkan Amerika Latin dan Karibia mengalami sedikit perbaikan, dari 8 juta menjadi 7 juta anak. Sub-Sahara Afrika masih menghadapi tantangan besar, dengan 87 juta pekerja anak, mencakup dua pertiga dari total global

BACA JUGA:  Dorong Ekonomi Biru, Inggris-Indonesia Wujudkan Program BISA

Menurut Catherine Russell, Direktur Eksekutif UNICEF, dunia masih memiliki peluang untuk mengatasi masalah ini melalui perlindungan hukum, perluasan jaring pengaman sosial, serta investasi dalam pendidikan berkualitas.

UNICEF dan ILO menyerukan kepada negara-negara di dunia untuk meningkatkan perlindungan sosial bagi rumah tangga rentan, seperti tunjangan anak universal, memperkuat sistem perlindungan anak untuk mencegah eksploitasi, menyediakan akses pendidikan berkualitas, terutama bagi wilayah pedesaan dan terdampak krisis.

Selain itu, menjamin pekerjaan layak bagi orang dewasa, sehingga anak-anak tidak harus bekerja, dan menegakkan hukum dan akuntabilitas dunia usaha, untuk mengakhiri eksploitasi dalam rantai pasok

ILO dan UNICEF memperingatkan bahwa pendanaan yang berkelanjutan sangat dibutuhkan, agar kemajuan ini tidak terhenti.

BACA JUGA:  Aksi Solidaritas Malam Doa Bersama Untuk Anak Korban Asusila

Disebutkan, faktor yang dapat membahayakan pencapaian adalah pemotongan dana global dapat memperburuk krisis, pengurangan investasi dalam pendidikan dan perlindungan sosial bisa mendorong keluarga rentan mengirim anak-anak mereka bekerja.

“Dunia telah membuat kemajuan signifikan, tetapi masih banyak anak yang harus bekerja di tambang, pabrik, atau ladang demi bertahan hidup. Kita harus berkomitmen kembali untuk memastikan mereka berada di sekolah dan taman bermain, bukan di tempat kerja,” pungkas Catherine Russell.

Dengan tantangan yang masih besar, dunia harus bertindak lebih cepat dan lebih tegas, agar mimpi tentang penghapusan pekerja anak bukan sekadar harapan, melainkan kenyataan. (afd/*)

Editor: beritapalu

TAGGED:anakilopkerja anakunicef
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Petugas Biddokkes Polda Sulteng melayani pengemudi ojol yang memeriksakan kesehatan gratis di Taman GOR Palu, Sabtu (14/6/2025). (Foto: Humas POlda Sulteng) Polda Sulteng Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Pengemudi Ojol
Next Article Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Dewanto melantik Duta Pancasila Paskibraka Sulteng di Ruang Polibu, Kantor Gubernur, Rabu (11/6/2025). (Foto: Humas Pemprov Sulteng) Duta Pancasila Paskibraka Sulteng 2025: Misi Kebangsaan Generasi Muda

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan mengevakuasi dua nelayan yan hanyut setelah rompong mereka pusut di Teluk Tomini, Parimo, Kamis (22/1/2026). (©Basarnas Palu)
Parigi Moutong

Dua Nelayan yang Hanyut di Teluk Tomini Ditemukan Selamat

22 January, 2026
Evauasi korban pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulu Saraung, Maros, kamis (22/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Tim SAR Temukan Enam Korban Pesawat ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung

22 January, 2026
Evauasi pack body part di pegunungan Bulu Saraung, Maros, kamis (22/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Tim SAR Temukan Sembilan Pack Body Part di Lokasi Kecelakaan Pesawat

22 January, 2026
Foto bersama usai coffee morning di lapangan Vatulemo Palu, Kamis (22/1/2026). (©Humas Polresta Palu)
Palu

Coffee Morning, Kapolresta Palu Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan

22 January, 2026
Rapat virtual bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tentang penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan, Kamis (22/1/2026). (©Humas Ditjenpas Sulteng)
Palu

Kanwil Ditjenpas Sulteng Dorong Pembentukan PKBM di Lapas dan Rutan

22 January, 2026

Berita Populer

Foto

10 Pemuda Cetuskan Kawasan Wisata Alam Buntiede di Desa Padende

25 October, 2021

Pelaku Pembunuhan di Taman Ria Akhirnya Ditangkap Polisi

28 July, 2021
Komunitas

Tak Ada Perempuan, Sikola Mombine “Gugat” SK Penetapan Anggota KPID Sulteng

10 January, 2022
Morowali Utara

Perahu Terbalik Dibawa Arus, Seorang Warga masih Dicari

14 December, 2021
Parigi Moutong

Banjir di Sidoan Barat Seret Seorang Warga

3 January, 2022

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Sejumlah anak TK mencoba boat saat melakukan kunjungan edukasi kebencanaan di Basarnas Palu, Kamis (22/1/2026). (©Basarnas Palu)
Palu

Basarnas Palu Kenalkan Kesiapsiagaan Bencana kepada Siswa TK

beritapalu
Pertemuan Dewan Hak Asasi Manusia (©UN Photo/Jean-Marc Ferré)
Internasional

Diplomat Indonesia Terpilih Pimpin Dewan HAM PBB Periode 2026

beritapalu
Ilustrasi AI Thailand
Bisnis

Thailand Bangun Identitas Baru sebagai Pusat AI ASEAN

beritapalu
Suasana renstra KPKST di DOnggala, Jumat (27/12/2025). (©KPKPST)
Donggala

KPKPST Gelar Renstra 2026, Fokus pada Krisis Iklim dan Perlindungan Perempuan

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?