PaluSeni Budaya

Keragaman Budaya Ditampilkan di Karnaval Budaya Sulteng

×

Keragaman Budaya Ditampilkan di Karnaval Budaya Sulteng

Share this article
Sejumlah peserta mengenakan pakaian adat saat mengikuti Karnaval Budaya Sulawesi Tengah di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (17/4/2024). Selain untuk memeriahkan peringatan HUT ke-60 Provinsi Sulawesi Tengah yang jatuh pada 13 April 2024, Karnaval Budaya yang digelar Dinas Kebudayaan Sulteng itu juga untuk mengenalkan keragaman budaya dan adat istiadat yang tumbuh dan berkembang di wilayah itu. bmzIMAGES/Basri Marzuki
Sejumlah peserta mengenakan pakaian adat saat mengikuti Karnaval Budaya Sulawesi Tengah di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (17/4/2024). Selain untuk memeriahkan peringatan HUT ke-60 Provinsi Sulawesi Tengah yang jatuh pada 13 April 2024, Karnaval Budaya yang digelar Dinas Kebudayaan Sulteng itu juga untuk mengenalkan keragaman budaya dan adat istiadat yang tumbuh dan berkembang di wilayah itu. bmzIMAGES/Basri Marzuki

PALU, beritapalu | Momentum peringatan HUT ke-60 Provinsi Sulawesi Tengah dimanfaatkan Dinas Kebudayaan Sulteng menampilkan keragaman budaya yang ada dan tumbuh dengan menggelar Karnaval Budaya Sulteng, Rabu (17/4/2024).

Karnaval yang mengambil titik awal di Jalan Dr Sam Ratulangi atau tepat di depan kantor Gubernur Sulteng dan berakhir di Taman GOR Palu itu diikuti sejumlah peserta dari berbagai komunitas adat dan suku dari berbagaid aerah di Sutleng.

Karnaval itu dibuka Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura dan dihadiri Pj Bupati Parigi Moutong, Richard A. Djanggola, Wakil Wali Kota Palu dr Reny A. Lamadjido, sejumlah pejabat provinsi, unsur Forkopimda, dan sejumlah undangan lainnya.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kebudayaan Sulteng, Andi Kamal Lembah mengatakan, karnaval budaya itu meruapakan representasi dari keragaman suku dan budaya yang hidup dn berkembang di provinsi Sulawesi Tengah.

Keragaman budaya itu itu perlu ditemukenali agar dapat menjadi daya dorong bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura menyambut positif kegiatan bertema budaya itu. Menurutnya, sektor budaya juga harus mengambil peran yang besar untuk memajukan kehidupan masyarakat, terutama dari sisi ekonomi.

Sementara itu, suasana karnaval berlangsung meriah. Puluhan peserta yang mewakili komunitasnya berparade dan beratraksi di depan panggung utama dengan menampilkan kekhasan masing-masing yang dimiliki.

Kabupaten Donggala misalnya yang dikenal dengan sarung tenun Donggalanya, mengatraksikan kebudayaan tenunnya dengan sebuah tari yang ujungnya berakhir dengan menampilkan hasio tenun Donggala.

Lain lagi dengan Kabupaten Parigi Moutong yang dikenal sebagai daerah bahari. Mereka menampilkan pakaian kreasi bernuansa biota laut selain nuansa alam lainnya.

Suku Kulawi yang dikenal dengan kain kulit kayunya, anggun melangkah dengan pasangan muda-mudi yang mengenakan kain kulit kayu khasnya.

Ada pula komunitas Tionghoa dengan atraksi Barongsainya, Banggai dengan komunitas Banggai, Salakan dan Saluan.

“Ini diharapkan dapat menjadi event tahunan agar dapat mendongkrak sektor wisata,” imbuhnya. (afd)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 17 April, 2024
Wali Kota Hadianto bersama Wawali Imelda menyaksikan sampah yang berserak di salah satu titik kunjungan lapangannya di Palu, Kamis (23/4/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menemukan kondisi kebersihan yang masih sama dengan hasil identifikasi sebelumnya, di mana sampah masih berserakan di sejumlah kawasan saat melakukan peninjauan menggunakan sepeda motor di Kecamatan Palu Selatan dan Palu Timur, Kamis (23/4/2026).