beritapalu.id
Friday, 23 Jan 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
HeadlineLingkunganPoso

Temuan Ikan Padi Endemik Danau Tambing Diakui Secara Internasional

Published: 4 July, 2022
Share
Sumber: Screenshoot dari akun facebook Pong Poseidon Kaili.
SHARE
Sumber: Screenshoot dari akun facebook Pong Poseidon Kaili.

PALU, beritapalu | Ikan Padi (Oryzias kalimpaaensis) kini diakui secara internasional sebagai ikan endemic yang hanya hidup di Sulawesi Tengah atau lebih spesifik lagi di Danau Tambing (Danau Kalimpa’a), Desa Sedoa, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Pengakuan itu setelah penemunya, Abdul Gani, dosen Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Luwuk, Kabupaten Banggai dan Novian Suhendra, pegawai stasiun KIPM Palu dipublikasikan pada jurnal internasional yang berbasis di Jerman Bonn Zoological Bulletin (https://zoologicalbulletin.de/articles/online-first) pada 30 Juni 2022 dengan judul “A new endemic species of pelvic brooding ricefish (Beloniformes: Adrianichthyidae: Oryzias) from Lake Kalimpa’a, Sulawesi, Indonesia”.

Dalam jurnal itu disebutkan, Oryzias kalimpaaensis dari famili Adianichthyidae dinyatakan sebagai jenis ikan baru yang belum memiliki nama setelah dilakukan Analisa secara morfologi dan molecular (DNA).

Dengan hasil dua analisa tersebut kemudian dideskripsikan berkolaborasi dengan beberapa peneliti yang spesifik di bidang tersebut dalam dan luar negeri, diantaranya Daniel F. Mokodongan, D.Sc (Museum Zoological Bogor, BRIN), Muh. Herjayanto (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang Banten), Fabian Herder, PhD, Julia Schwarzer, PhD, Jan Mohring (Leibniz Institute for the Analysis of Biodiversity Change (LIB)–Museum Koenig, Section Evolutionary Genomics, Adenauerallee 127, D-53113 Bonn, Germany) dan Javier Montenegro, PhD (Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology, Kanagawa, Yokozuka, Japan.

Dengan terpublikasikan secara internasional tersebut, jenis Oryzias kalimpaaensis, maka ikan endemik yang ditemukan di danau Sulawesi Tengah bertambah lagi setelah Adrianichthys kyurti oleh Weber 1913, A. Popta oleh Weber dan Beaufort 1922, A. Roseni oleh Parenti dan Soeroto tahun 2004, A. Oophorus oleh Kottelat 1990, Oryzias nigrimas oleh Kottelat tahun 1990, O. Nebolosus oleh Parenti dan Soeroto tahun 2004, dan O. Orthognathus oleh Kottelat tahun 1990, Mugilogobius amadi dan M. sarasinorum (Danau Poso), Oryzias soerotoi (Danau Tiu) tahun 2014 oleh Mokodongan dkk, dan Oryzias sarasinorum oleh Popta tahun 1905 dan Oryzias boneorum oleh Parenti tahun 2008 (Danau Lindu).

BACA JUGA:  Kapolda Sulteng: Momen Kemerdekaan Ini adalah Bangkit Untuk Melawan Terorisme

Ikan endemic ini merupakan jenis ikan yang memiliki sifat menjaga telurnya sampai menetas. Telur yang dihasilkan akan dijaga atau disimpan pada bagian perut dan dijaga menggunakan sisip perut sehingga dikenal dengan “pelvic fin brooder”.

Jenis yang memiliki sifat ini hanya ditemukan di Sulawesi seperti Oryzias eversi di Rantepao, Tanah Toraja, Oryzias sarasinorum di Danau Lindu, serta beberapa jenis dari Adrianichtys dari Danau Poso.

Selain jenis ini, terdapat juga jenis ikan yang mungkin ikan native Indonesia seperti ikan masapi (Angguilla sp.) yang masih harus di telaah. Adapun cara yang dilakukan dengan cara konservasi secara in-situ maupun ex-situ agar populasinya tetap terjaga. Dari beberapa jenis tersebut terdapat beberapa jenis yang sudah tidak bisa dijumpai di habitatnya yaitu Adrianichthys kyurti, A. popta dan Mugilogobius amadi.

BACA JUGA:  Kelompok Perempuan Desa Bariri Kembangkan Kerajinan HHBK

Langkanya jenis endemik yang didapatkan di habitatnya diakibatkan oleh aktifitas manusia dan juga adanya kegiatan introduksi spesies ikan predator yang menekan keberadaan ikan-ikan endemik tersebut di danau.

“Pada saat koleksi, kami menemukan bahwa Danau Kalimpa’a ini telah terkontaminasi dengan beberapa jenis ikan yang bukan asli danau ini (introduce) seperti ikan mujair dan gurami,” kata Abdul Gani, penemu ikan tersebut.

Keberadaan ikan Oryzias kalimpaaensis di Danau Kalimpa’a menurutnya sampai saat ini belum diketahui terkait populasinya.

“Untuk langkah selanjutnya, melakukan edukasi kepada para pengunjung/wisatawan yang datang ke lokasi tersebut agar menjaga kebersihan dari danau serta adanya imbauan agar tidak melepasliarkan atau mengintroduksi ikan-ikan yang bersifat predator,” harapnya.

Ia mengatakan, keanekaragaman fauna di pulau Sulawesi sudah sangat terkenal baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Fauna Akuatik Perairan tawar (Sungai/Danau) khususnya jenis Ikan merupakan salah satu Iktiofauna yang paling banyak disukai dan bahkan diteliti oleh para peneliti dari dalam maupun luar negeri karena di pulau Sulawesi sangat dikenal dengan tingkat endemisitas yang paling tinggi dari jenis Ikan.

Menurut Hadiaty (2018), Pulau Sulawesi memiliki 68 spesies Ikan endemik dari perairan tawar (Sungai/Danau). Setelah itu berkembang lagi penelitian selanjutnya bertambah jenis Ikan endemik tersebut menjadi 69 jenis (Mandagi et.al., 2018), 70 jenis (Kobayashi et al., 2021), 71 jenis (Keith et al., 2021) dan 72 jenis (Utama et al., 2022).

BACA JUGA:  Tambang Pasir di Touna Diduga Rusak Ekosistem Mangrove

Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah di bagian tengah pulau Sulawesi yang memiliki satu Taman Nasional dari 50 Taman Nasional yang ada di Indonesia. Taman nasional tersebut dikenal dengan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) dimana pengelolaannya oleh Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL).

TNLL memiliki kawasan yang sangat luas mencakup dua Kabupaten di Sulawesi Tengah yaitu Kabupaten Sigi dan Poso. Taman Nasional ini banyak menyimpan keanekaragaman hayati baik dari Flora maupun Fauna. Di dalamnya terdapat salah satu danau tektonik yang dikenal dengan Danau Lindu yang outletnya adalah Sungai Palu. Danau Lindu juga dikenal spesies ikan aslinya yaitu Ikan Sidat atau Sogili sebutan madyarakat lokal.

Selain itu, terdapat dua spesies ikan endemik yaitu Oryzias sarasinorum dan Oryzias boneorum (Parenti, 2008) atau biasa masyarakat lokal sebut dengan Rono Lindu. Selain di Danau, outlet (sungai) danau Lindu juga didapatkan salah satu ikan endemik yaitu Jenis Nomorhamphus versicolor (Kraemer, 2019).

“Mari jaga dan lestarikan ikan endemik Indonesia untuk anak cucu kita ke depan,” seru Abdul Gani, Dosen Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Luwuk, Sulteng ini. (afd/*)

Editor: beritapalu

TAGGED:abdul ganidanau kalimpaadanau tambingendemikfaunaikan padiOryzias kalimpaaensispososedoaunismuh luwuk
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Kementan Dukung Napu sebagai Kawasan Pengembangan Hortikultura
Next Article 3 Polisi Dianugerahi Bintang Bhayangkara Naraya, Satunya Dansat Brimob Polda Sulteng

Berita Terbaru

Foto bersama Bupati Donggala dengan pimpinan OMS usai audiensi di Donggala, Kamis (22/1/2026). (©Sikola Mombine)
Donggala

Bupati Donggala Sambut Baik Inisiatif Pembentukan Forum Multi Pihak

23 January, 2026
Tim SAR gabungan mengevakuasi dua nelayan yan hanyut setelah rompong mereka pusut di Teluk Tomini, Parimo, Kamis (22/1/2026). (©Basarnas Palu)
Parigi Moutong

Dua Nelayan yang Hanyut di Teluk Tomini Ditemukan Selamat

22 January, 2026
Evauasi korban pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulu Saraung, Maros, kamis (22/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Tim SAR Temukan Enam Korban Pesawat ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung

22 January, 2026
Evauasi pack body part di pegunungan Bulu Saraung, Maros, kamis (22/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Tim SAR Temukan Sembilan Pack Body Part di Lokasi Kecelakaan Pesawat

22 January, 2026
Foto bersama usai coffee morning di lapangan Vatulemo Palu, Kamis (22/1/2026). (©Humas Polresta Palu)
Palu

Coffee Morning, Kapolresta Palu Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan

22 January, 2026

Berita Populer

Foto

10 Pemuda Cetuskan Kawasan Wisata Alam Buntiede di Desa Padende

25 October, 2021

Pelaku Pembunuhan di Taman Ria Akhirnya Ditangkap Polisi

28 July, 2021
Komunitas

Tak Ada Perempuan, Sikola Mombine “Gugat” SK Penetapan Anggota KPID Sulteng

10 January, 2022
Morowali Utara

Perahu Terbalik Dibawa Arus, Seorang Warga masih Dicari

14 December, 2021
Parigi Moutong

Banjir di Sidoan Barat Seret Seorang Warga

3 January, 2022

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Rakor operasi SAR pesawat ATR 42-500 di Makassar, Selasa (20/1/2026). (©Basanras Makassar)
Headline

Hari Keempat Operasi SAR Pesawat ATR 42-500, Tim Sisir Lokasi Temuan

beritapalu
Warga memancing di dekat tumpukan sampah di pesisir Teluk Palu, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (20/1/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Foto

Jorok, Muara Sungai Palu Ditumpuki Sampah

beritapalu
Tim SAR menurunkan jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang dievakuasi dengan helikopter, Rabu (21/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Korban Ketiga Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dengan Helikopter

beritapalu
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban kedua pesawat ATR42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung Maros, Sulsel, Selasa (20/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dari Kedalaman 350 Meter

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?