beritapalu.id
Tuesday, 10 Mar 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
HeadlineLingkunganPoso

Temuan Ikan Padi Endemik Danau Tambing Diakui Secara Internasional

Published: 4 July, 2022
Share
Sumber: Screenshoot dari akun facebook Pong Poseidon Kaili.
SHARE
Sumber: Screenshoot dari akun facebook Pong Poseidon Kaili.

PALU, beritapalu | Ikan Padi (Oryzias kalimpaaensis) kini diakui secara internasional sebagai ikan endemic yang hanya hidup di Sulawesi Tengah atau lebih spesifik lagi di Danau Tambing (Danau Kalimpa’a), Desa Sedoa, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Pengakuan itu setelah penemunya, Abdul Gani, dosen Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Luwuk, Kabupaten Banggai dan Novian Suhendra, pegawai stasiun KIPM Palu dipublikasikan pada jurnal internasional yang berbasis di Jerman Bonn Zoological Bulletin (https://zoologicalbulletin.de/articles/online-first) pada 30 Juni 2022 dengan judul “A new endemic species of pelvic brooding ricefish (Beloniformes: Adrianichthyidae: Oryzias) from Lake Kalimpa’a, Sulawesi, Indonesia”.

Dalam jurnal itu disebutkan, Oryzias kalimpaaensis dari famili Adianichthyidae dinyatakan sebagai jenis ikan baru yang belum memiliki nama setelah dilakukan Analisa secara morfologi dan molecular (DNA).

Dengan hasil dua analisa tersebut kemudian dideskripsikan berkolaborasi dengan beberapa peneliti yang spesifik di bidang tersebut dalam dan luar negeri, diantaranya Daniel F. Mokodongan, D.Sc (Museum Zoological Bogor, BRIN), Muh. Herjayanto (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang Banten), Fabian Herder, PhD, Julia Schwarzer, PhD, Jan Mohring (Leibniz Institute for the Analysis of Biodiversity Change (LIB)–Museum Koenig, Section Evolutionary Genomics, Adenauerallee 127, D-53113 Bonn, Germany) dan Javier Montenegro, PhD (Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology, Kanagawa, Yokozuka, Japan.

Dengan terpublikasikan secara internasional tersebut, jenis Oryzias kalimpaaensis, maka ikan endemik yang ditemukan di danau Sulawesi Tengah bertambah lagi setelah Adrianichthys kyurti oleh Weber 1913, A. Popta oleh Weber dan Beaufort 1922, A. Roseni oleh Parenti dan Soeroto tahun 2004, A. Oophorus oleh Kottelat 1990, Oryzias nigrimas oleh Kottelat tahun 1990, O. Nebolosus oleh Parenti dan Soeroto tahun 2004, dan O. Orthognathus oleh Kottelat tahun 1990, Mugilogobius amadi dan M. sarasinorum (Danau Poso), Oryzias soerotoi (Danau Tiu) tahun 2014 oleh Mokodongan dkk, dan Oryzias sarasinorum oleh Popta tahun 1905 dan Oryzias boneorum oleh Parenti tahun 2008 (Danau Lindu).

BACA JUGA:  Mengingat, Menjaga, Merayakan Kebudayaan Poso di Festival Mosintuwu

Ikan endemic ini merupakan jenis ikan yang memiliki sifat menjaga telurnya sampai menetas. Telur yang dihasilkan akan dijaga atau disimpan pada bagian perut dan dijaga menggunakan sisip perut sehingga dikenal dengan “pelvic fin brooder”.

Jenis yang memiliki sifat ini hanya ditemukan di Sulawesi seperti Oryzias eversi di Rantepao, Tanah Toraja, Oryzias sarasinorum di Danau Lindu, serta beberapa jenis dari Adrianichtys dari Danau Poso.

Selain jenis ini, terdapat juga jenis ikan yang mungkin ikan native Indonesia seperti ikan masapi (Angguilla sp.) yang masih harus di telaah. Adapun cara yang dilakukan dengan cara konservasi secara in-situ maupun ex-situ agar populasinya tetap terjaga. Dari beberapa jenis tersebut terdapat beberapa jenis yang sudah tidak bisa dijumpai di habitatnya yaitu Adrianichthys kyurti, A. popta dan Mugilogobius amadi.

BACA JUGA:  Perdana, PT Vale Uji Coba Mobil Listrik di Area Operasional

Langkanya jenis endemik yang didapatkan di habitatnya diakibatkan oleh aktifitas manusia dan juga adanya kegiatan introduksi spesies ikan predator yang menekan keberadaan ikan-ikan endemik tersebut di danau.

“Pada saat koleksi, kami menemukan bahwa Danau Kalimpa’a ini telah terkontaminasi dengan beberapa jenis ikan yang bukan asli danau ini (introduce) seperti ikan mujair dan gurami,” kata Abdul Gani, penemu ikan tersebut.

Keberadaan ikan Oryzias kalimpaaensis di Danau Kalimpa’a menurutnya sampai saat ini belum diketahui terkait populasinya.

“Untuk langkah selanjutnya, melakukan edukasi kepada para pengunjung/wisatawan yang datang ke lokasi tersebut agar menjaga kebersihan dari danau serta adanya imbauan agar tidak melepasliarkan atau mengintroduksi ikan-ikan yang bersifat predator,” harapnya.

Ia mengatakan, keanekaragaman fauna di pulau Sulawesi sudah sangat terkenal baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Fauna Akuatik Perairan tawar (Sungai/Danau) khususnya jenis Ikan merupakan salah satu Iktiofauna yang paling banyak disukai dan bahkan diteliti oleh para peneliti dari dalam maupun luar negeri karena di pulau Sulawesi sangat dikenal dengan tingkat endemisitas yang paling tinggi dari jenis Ikan.

Menurut Hadiaty (2018), Pulau Sulawesi memiliki 68 spesies Ikan endemik dari perairan tawar (Sungai/Danau). Setelah itu berkembang lagi penelitian selanjutnya bertambah jenis Ikan endemik tersebut menjadi 69 jenis (Mandagi et.al., 2018), 70 jenis (Kobayashi et al., 2021), 71 jenis (Keith et al., 2021) dan 72 jenis (Utama et al., 2022).

BACA JUGA:  Satgas Madago Raya Amankan 5 Senpi Rakitan dan 18 Bom Rakitan

Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah di bagian tengah pulau Sulawesi yang memiliki satu Taman Nasional dari 50 Taman Nasional yang ada di Indonesia. Taman nasional tersebut dikenal dengan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) dimana pengelolaannya oleh Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL).

TNLL memiliki kawasan yang sangat luas mencakup dua Kabupaten di Sulawesi Tengah yaitu Kabupaten Sigi dan Poso. Taman Nasional ini banyak menyimpan keanekaragaman hayati baik dari Flora maupun Fauna. Di dalamnya terdapat salah satu danau tektonik yang dikenal dengan Danau Lindu yang outletnya adalah Sungai Palu. Danau Lindu juga dikenal spesies ikan aslinya yaitu Ikan Sidat atau Sogili sebutan madyarakat lokal.

Selain itu, terdapat dua spesies ikan endemik yaitu Oryzias sarasinorum dan Oryzias boneorum (Parenti, 2008) atau biasa masyarakat lokal sebut dengan Rono Lindu. Selain di Danau, outlet (sungai) danau Lindu juga didapatkan salah satu ikan endemik yaitu Jenis Nomorhamphus versicolor (Kraemer, 2019).

“Mari jaga dan lestarikan ikan endemik Indonesia untuk anak cucu kita ke depan,” seru Abdul Gani, Dosen Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Luwuk, Sulteng ini. (afd/*)

Editor: beritapalu

TAGGED:abdul ganidanau kalimpaadanau tambingendemikfaunaikan padiOryzias kalimpaaensispososedoaunismuh luwuk
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Kementan Dukung Napu sebagai Kawasan Pengembangan Hortikultura
Next Article 3 Polisi Dianugerahi Bintang Bhayangkara Naraya, Satunya Dansat Brimob Polda Sulteng

Berita Terbaru

Wali Kota Hadianto pada buka puasa bersama para Ketua RT dan RW se Kota Palu, Senin (9/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Pemkot Palu Siapkan Proyek Silabeta dan Pasar Inpres, Rampung 2027

9 March, 2026
Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar di Makodim 1427/Pasangkayu, Senin (9/3/2026). (©Pendam23/PW)
Militer

Kunker ke Kodim 1427/Pasangkayu, Pangdam Tekankan Disiplin dan Marwah Satuan

9 March, 2026
Ilustrasi. (©AI Generative)
Headline

Karhutla Kembali Terjadi di Toboli–Avolua Parigi Moutong

9 March, 2026
Kapolda Sulteng Irjen Pol ENdi Sutendi membagikan takjil gratis kepada pengendara ojol di Palu, Senin (9/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Polda Sulteng Bagikan 1.000 Paket Takjil kepada Ojol dan Pengguna Jalan

9 March, 2026
Para pemegang saham pada RUPST Bank BNI di Jakarta, enin (9/3/2026). (©PT BNI)
Bisnis

RUPST BNI Setujui Dividen Rp13,03 Triliun dan Buyback Saham Hampir Rp1 Triliun

9 March, 2026

Berita Populer

Para penyintas bencana yang menghuni Huntap Mandiri Mamboro berfoto dengan manajemen AirAsia di Hunta Mamboro, Sabtu (7/3/2026). (©Heri)
Feature

Saat Penyintas Mamboro Bertemu AirAsia yang Membantu Mereka Bangkit

8 March, 2026
Anggota Komisi III DPR, Sarifudin Sudding pada kunker reses di mapolda Sulteng, Kamis (5/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Hukum-Kriminal

Komisi III DPR Nilai Peredaran Narkoba dan PETI di Sulteng Sudah Serius

7 March, 2026
Ilustrasi. (©AI Generative)
Headline

Karhutla Kembali Terjadi di Toboli–Avolua Parigi Moutong

9 March, 2026
Wali Kota Hadianto pada buka puasa bersama para Ketua RT dan RW se Kota Palu, Senin (9/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Pemkot Palu Siapkan Proyek Silabeta dan Pasar Inpres, Rampung 2027

9 March, 2026
Ilustrasi. (©Chandra Asri)
Bisnis

Imbas Ketegangan Selat Hormuz, Chandra Asri Umumkan Force Majeure

8 March, 2026

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Ilustrasi (©AI Generative)
Komunitas

PETI Ancam Situs Megalit Dongi-Dongi, Gubernur Sulteng: Kami Bekerja, Bukan Diam

beritapalu
Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Deni Gunawan pada pembukaan Latihan Proglatsi Satgas Sistem Blok (PSSB) Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 714/Sintuwu Maroso di Poso, Kamis (5/3/2026). (©Penrem_132/Tdl)
Militer

Danrem Buka Latihan Proglatsi dan Tinjau Gunung Biru Poso

beritapalu
Koalisi pendukung pembebasan Christian Toibo usai putusan bebas di PN Poso, Rabu (4/3/2026). (©SPP)
Hukum-Kriminal

Hakim PN Poso Bebaskan Christian Toibo Tanpa Pemidanaan

beritapalu
Ilustrasi (AI Generative)
Headline

Komnas HAM Sulteng Investigasi Dugaan Malapraktik di RSUD Kolonodale

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?