beritapalu.id
Friday, 23 Jan 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
PosoSeni Budaya

Tradisi Mosango Suku Pamona di Poso Menjadi Perekat Kerukunan Antarwarga

Published: 21 October, 2022
Share
Warga adat suku Pamona membawa hasil tangkapannya usai melakukan tradisi Mosango atau menangkap ikan bersama di pinggiran Danau Poso, Sawidago, Pamona Posulemba, Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (21/10/2022). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
SHARE
Sejumlah warga adat suku Pamona melaksanakan tradisi Mosango dalam rangkaian kegiatan Festival Danau Poso di Kelurahan Sawidago, Pamona Posulemba, Poso, Jumat (21/10/2022). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)

POSO, beritapalu | Tradisi Mosango atau menangkap ikan bersama di Danau Poso saat air sedang surut dan sudah turun temurun dilaksanakan oleh warga adat suku Pamona masih dipertahankan hingga sekarang.

Kearifan lokal itu bukan sekadar menjadi rutinitas periodik bagi warga adat setempat, tetapi menjadi perekat kerukunan antarwarga. Bagaimana tidak, jalinan kekerabatan, kekeluargaan, dan kebersamaan sangat kental dalam implementasi falsafahnya.

Di sela-sela tradisi Mosango yang digelar Jumat (21/10/2022) di pinggiran Danau Poso, tepatnya di Kelurahan Sawidago, Pamona Posulemba dalam rangkaian kegiatan Festival Danau Poso (FDP) 2022, Ketua Adat Suku Pamona Hajai Ancura menjelaskan banyak hal tentang tradisi Mosango itu.

Sejumlah warga adat suku Pamona membawa hasil tangkapannya usai melakukan tradisi Mosango atau menangkap ikan bersama di pinggiran Danau Poso, Sawidago, Pamona Posulemba, Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (21/10/2022). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Menurutnya, Mosango menjadi unsur perekat antarwarga karena di dalamnya mengandung kebersamaan dan rasa tenggangrasa yang tinggi antarsesama warga adat.

BACA JUGA:  Tinjau Pos Kamtibmas Masamba, Kapolda Sulteng Serahkan Bantuan ke Warga

“Kalau turun melakukan Masango ini semua harus bisa menerima, ada yang dapat banyak ikan, ada yang sedikit, tapi ada juga yang sama sekali tidak dapat. Nah, mereka yang tidak dapat ikan pada akhirnya akan mendapatkan juga karena diberi oleh warga yang mendapatkan banyak ikan,” jelasnya.

Tenggangrasa seperti itulah yang terbangun dalam tradisi yang menangkap ikan Bersama itu.

Seorang warga adat suku Pamona membawa hasil tangkapannya usai melakukan tradisi Mosango atau menangkap ikan bersama di pinggiran Danau Poso, Sawidago, Pamona Posulemba, Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (21/10/2022). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Tradisi Masango dilaksanakan pada periode-periode tertentu, terutama di bulan-bulan tertentu seperti Februari pada saat air surut. Masango tidak boleh dilakukan secara sendiri-sendiri tetapi serentak selama periode waktu yang ditentukan.

“Ada batasan waktu dan orang-orang yang terlibat dalam tradisi Masango ini, dan semuanya harus tunduk pada aturan tersebut,” tandasnya.

BACA JUGA:  Tadulako Neolitikum Voice akan di Gelar di Auditorium Untad

Saat ini, terutama di sekitar wilayah Sawidago, pelaksanaan tradisi Mosango tidak sesering dengan yang dilakukan warga adat Pamona di beberapa wilayah peissir Danau Poso lainnya. Mosango di Sawdago seret karena sejumlah factor, terutama ketinggian air danau.

Warga adat suku Pamona membawa hasil tangkapannya usai melakukan tradisi Mosango atau menangkap ikan bersama di pinggiran Danau Poso, Sawidago, Pamona Posulemba, Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (21/10/2022). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Masango menggunakan alat yang disebut Sango atau kurungan ikan yang terbuat dari lidi daun enau atau dari bambu yang dibuat dalam bentuk kerucut dan diikat dengan rotan.

Hajai menyebutkan, Mosango sesungguhnya adalah kegembiraan dari kebersamaan. Filosofi  Mosango bukan hanya bahwa itu dilakukan bersama-sama oleh ratusan orang, tapi juga saling berbagi ikan dan air.

Saat tradisi Mosango itu dilakukan, maka wilayah pesisir danau menjadi milik semua orang.

BACA JUGA:  Polres Poso Tangkap Residivis Pengedar Sabu dengan 63,56 Gram

“Ada istilah  motila ri ue , atau berbagi rejeki di air. Orang tidak boleh menuntut harus dapat ikan yang sama, bahkan mereka akan bagi jika ikan yang mereka dapat lebih banyak dan yang lain tidak dapat,” jelas Hajai. (afd)

Editor: beritapalu

TAGGED:adatbudayadanau posomosangopamonapamona posulembasawidagotangkap ikantradisi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article 7.000 Ruas Inuyu Dibakar Secara Massal di Poso, Pecahkan Rekor MURI
Next Article Dispar Sulteng Dorong Pemanfaatan Peluang Ekraf Ikan Air Tawar di Tentena

Berita Terbaru

©Bateman Production
Bisnis

Bateman Production Gelar “Rock to Cafe” di 168 House Akhir Januari

23 January, 2026
Bupati Donggala Vera A Laruni di depan massa unjuk rasa, Kamis (22/1/2026)(. (©Humas Pemkab Donggala)
Donggala

Pemkab Donggala Dukung Kapal Pelni Kembali Beroperasi di Pelabuhan Donggala

23 January, 2026
Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung, Maros, Juma t(23/1/2026). ( ©Basarnas Makassar)
Headline

Operasi SAR Pesawat ATR 42-500: 10 Paket Korban Ditemukan

23 January, 2026
Sejumlah warga Filipina yang diselamatkan oleh nelayan di Buol, Kamis (22/1/2026). (©Huams Porles Buol)
Buol

Nelayan Buol Selamatkan 15 WNA Filipina yang Hanyut 13 Hari di Laut

23 January, 2026
Petani dari Serikat Petani Pasundan (SPP) melakukan aksi solidaritas atas perjuangan Masyarakat Adat Tano Batak dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Senin (16/7/2025). (©KPA)
Komunitas

KPA Apresiasi Pencabutan Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan di Sumatera

23 January, 2026

Berita Populer

Foto

10 Pemuda Cetuskan Kawasan Wisata Alam Buntiede di Desa Padende

25 October, 2021

Pelaku Pembunuhan di Taman Ria Akhirnya Ditangkap Polisi

28 July, 2021
Komunitas

Tak Ada Perempuan, Sikola Mombine “Gugat” SK Penetapan Anggota KPID Sulteng

10 January, 2022
Morowali Utara

Perahu Terbalik Dibawa Arus, Seorang Warga masih Dicari

14 December, 2021
Parigi Moutong

Banjir di Sidoan Barat Seret Seorang Warga

3 January, 2022

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Kelom[pok seni Tardigrada. (©Tardigrada)
Palu

Tardigrada Gelar Showcase di 168 Jelang Pentas di Solo dan Thailand

beritapalu
Warga beraktivitas di dekat oprot Jembatan Palu IV, Kampung Lere, Palu, Minggu (18/1/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Komunitas

Tolak Bongkar Oprit Jembatan Palu IV, Usulkan Jadi Cagar Budaya Kebencanaan

beritapalu
Kukuh Ramadhan dengan pameran "Sisa"nya. (©ist)
Palu

Pameran “Sisa” ala Kukuh Ramadhan: Ekspresi Kegelisahan terhadap Lingkungan yang Terluka

beritapalu
Ketua LMKN Andi Mulhanan Tombolotutu (kanan) pada Culture Forum bertema Tata Kelola Kekayaan Intelektual (KI) dan Royalti Musik di Raego Cafe, Palu, Jumat (2/1/2026). (©LMKN)
Bisnis

Ketua LMKN: Penggunaan Musik di Ruang Non-Komersial Tidak Dipungut Royalti

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?